Penyakit Mata Merah – Gejala dan Pengobatannya

175

Penyakit mata merah dapat terjadi dikarenakan berbagai faktor, utamanya karena alergi debu atau infeksi bakteri dan jamur. Penyakit yang juga dikenal sebagai konjungtivitis ini terjadi karena adanya peradangan pada selaput konjungtiva, yaitu selaput tipis yang membatasi antara bola mata dan kelopak mata. Penyakit ini sangat menular, karena itu sangat penting untuk waspada jika ada seseorang di sekitar kita yang sedang mengalaminya. Selain itu, penting untuk segera mengatasi mata merah sebelum bertambah parah, apalagi jika disebabkan oleh infeksi bakteri.

Pada bayi baru lahir, penyakit ini sangat mungkin terjadi terutama pada bayi yang lahir secara normal. Ketika melewati jalan lahir, bayi sangat rentan terpapar bakteri dan virus, sehingga resiko penyakit ini menjadi lebih besar. Karena itu, bayi yang baru lahir seringkali diberikan obat antibiotik untuk mencegah mata merah atau belekan terjadi. Tindakan penanganan yang dilakukan dengan cepat akan mencegah kerusakan pada mata, karena itu jangan pernah sepelekan mata merah meski mungkin tidak terasa perih.

Gejala Mata Merah

Penyakit mata merah atau konjungtivitis terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu konjungtivitis alergi, konjungtivitis iritan dan konjungtivitis infektif. Meski berbeda jenis, umumnya gejala yang terlihat tidak jauh berbeda, seperti:

  • bagian putih mata terlihat merah
  • mata terasa perih dan berair
  • mata mudah sekali mengeluarkan kotoran atau mengalami belekan
  • terasa seperti ada pasir atau sesuatu yang mengganjal pada mata
  • terkadang muncul rasa gatal sehingga penyebab mata gatal harus segera diatasi
  • pembengkakan pada kelopak mata
  • mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya
  • sulit membuka mata saat bangun tidur.

Pengobatan Mata Merah

Penyakit mata merah biasanya tidak selalu membutuhkan penanganan khusus secara medis. pada gejala yang ringan, kopres dengan air hangat dan menggunakan obat tetes mata yang dapat diperoleh di apotek sudah dapat membantu meringankan. Namun adakalanya penyakit mata merah harus segera ditangani oleh dokter, terutama jika kondisi penderita seperti berikut.

  1. Mata semakin merah dan terasa sangat sakit.
  2. Penglihatan menjadi kabur dan terlalu sensitif dengan cahaya.
  3. Orang yang terkena mata merah memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV, kanker atau penyakit autoimun lainnya.
  4. Tidak ada perubahan gejala setelah diberikan antibiotik dalam 24 jam.

Jenis-jenis penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri seperti penyakit mata merah ini, perlu segera diobati sebelum bakteri menyebar ke organ tubuh lain, atau menular ke orang lain. Selain itu, cara menjaga kesehatan mata sangat diperlukan agar fungsi mata selalu terjaga, juga terhindar dari berbagai penyakit mata seperti mata merah. Konjungtivitis dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan baik pada diri sendiri maupun pada benda yang rutin dipakai. Perhatikan pula cara memakai maskara atau lensa kontak agar digunakan dengan tepat agar tidak mengiritasi selaput konjungtiva.