Home Tips KesehatanKesehatan Telinga Kenali 3 Penyakit Telinga Berair Untuk Anda Mulai Waspadai !

Kenali 3 Penyakit Telinga Berair Untuk Anda Mulai Waspadai !

by Erlita

Pernahkah Anda mengalami air keluar dari telinga dan membuat Anda panik serta khawatir setengah mati? Ada beberapa kasus di mana telinga berair secara tiba-tiba memang menjadi hal yang bisa menandakan bahwa ada kondisi penyakit tertentu di bagian dalam telinga. Jangan sepelekan apalagi mengabaikannya sebab Anda perlu tahu berbagai kemungkinan penyakit telinga berair.

  1. Otitis Media Akut

Infeksi telinga bagian tengah disebut juga dengan istilah otitis media akut di mana kondisi ini jauh lebih sering menimpa bayi usia 6 bulan ke atas hingga usia 15 bulan atau anak-anak yang usianya kurang dari 10 tahun. Ketika anak mengalami otitis media akut, demam pun turut menyertai, begitu juga dengan susah tidur, rewel dan tak mau makan.

Meski lebih sering terjadi pada anak-anak, tak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa pun bisa mengalami kondisi serupa. Justru biasanya telinga berair adalah tanda dari penyakit infeksi telinga tengah pada orang dewasa. Cairan yang menimbun di sana menjadi penyebab infeksi sehingga telinga akan terasa begitu sakit.

Cara Mengatasi : Kasus otitis media akun rata-rata tak memerlukan solusi medis karena hanya dalam beberapa hari saja kondisi telinga akan baik lagi. Perawatan medis wajib didapatkan oleh penderita apabila telinga terasa nyeri berlebihan, dalam 3 hari gejala tak kunjung membaik, telinga mengeluarkan cairan dan nanah, serta penderita punya kondisi bawaan.

Ibuprofen dan paracetamol adalah contoh obat-obatan yang biasanya diberikan oleh dokter kepada penderita otitis media akut. Obat pereda nyeri tentunya akan membantu meredakan rasa sakit yang timbul mengikuti cairan yang keluar dari telinga. Paracetamol pun bisa menjadi penurun demam, sementara jenis antibiotik diberikan untuk penderita otitis media karena bakteri.

  1. Otitis Eksterna

Otitis eksterna merupakan radang yang terjadi pada bagian saluran telinga, yakni mulai dari lubang hingga gendang telinga dan biasanya disebut juga dengan istilah sindrom telinga perenang atau swimmer’s ear. Ini karena radang terjadi karena telinga kemasukan air dan Anda tak mengeringkannya secara langsung.

Karena air yang masuk tadi berkubang di dalam telinga, akhirnya bagian dalam telinga pun lebih lembab dari biasanya yang bahkan juga asam. Dari situlah, perkembangan jamur dan bakteri terjadi yang kemudian menimbulkan gejala berupa keluarnya cairan dari telinga yang tak berbau dan tak berwarna disertai kemerahan dan rasa gatal.

Cara Mengatasi : Untuk kasus otitis eksterna, penggunaan obat tetes telinga saja biasanya sudah cukup. Hanya saja perawatan tambahan kemungkinan diperlukan apabila telinga tersumbat sehingga obat tetes tak bisa masuk, telinga membengkak disertai rasa sakit begitu hebat, dan terjadinya otitis eksterna secara berulang.

Karena nyeri yang ditimbulkan pada telinga sangat hebat, penderita juga perlu menggunakan obat penahan rasa sakit, jadi dokter pasti memberi juga resep paracetamol dan ibuprofen. Jika telinga tersumbat karena obat tetes tak bisa masuk, membersihkan kotoran di telinga menjadi pengobatan berikutnya. Selain itu, ada kemungkinan penderita diberi antibiotik minum apabila infeksi memang sudah pada tahap serius dengan tanda adanya selulitis di area telinga.

  1. Barotrauma

Kemungkinan lainnya dibalik kondisi telinga berair adalah barotrauma, yakni jaringan yang rusak karena adanya perubahan tekanan udara antara lingkungan dan bagian dalam telinga. Ini jugalah yang menjadi salah satu penyebab gendang telinga pecah karena menimbulkan ketegangan pada gendang telinga.

Pada kasus barotrauma, ada kemungkinan telinga berair, telinga terasa sakit, gendang telinga robek/rusak/pecah, telinga berdengung, mimisan atau keluarnya darah dari hidung, hingga telinga berdarah atau keluar darah dari dalam telinga. Ada kalanya vertigo pun turut menjadi salah satu gejala barotrauma, yakni apabila barotrauma sudah pada tahap yang lebih parah.

Cara Mengatasi : Barotrauma biasanya bisa dihindari dengan menguap yang otomatis menjadi pembuka tuba eustachius. Namun untuk membuat ketidaknyamanan hilang, Anda perlu menggunakan obat antiradang atau jenis obat analgesik. Jika diperlukan, dokter pun bisa meresepkan obat tetes telinga, antihistamin oral, atau dekongestan supaya tuba eustachius tak mengalami sumbatan khususnya sewaktu harus naik pesawat.

Jika memang gejala sudah jauh lebih parah dan obat-obatan tak mampu menyelamatkan, operasi adalah langkah berikutnya yang harus mau tak mau ditempuh. Operasi kemungkinan dibutuhkan untuk mencegah berbagai macam komplikasi, seperti tinnitus kronis dan hilangnya pendengaran permanen yang tentunya menjadi hal paling mengerikan.

Apabila telinga berair, segera ke dokter ahli THT supaya telinga bisa langsung dokter periksa secara menyeluruh. Dari situlah, dokter baru akan dapat mendeteksi penyakit telinga berair apa yang sebenarnya sedang Anda alami. Pemberian obat pun bisa disesuaikan dengan penyakitnya sehingga telinga bisa pulih dengan baik.

You may also like