5 Gejala ISPA, Penyakit yang Menyerang Warga Kalimantan dan Riau Akibat Kabut Asap

ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan, yang biasanya terjadi akibat paparan asap atau polusi. Belakangan ini, jumlah penderita ISPA meningkat cukup pesat dikarenakan adanya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Riau hingga dampak asap dari kebakaran tersebut tersebar ke wilayah sekitarnya. Kabut asap yang terjadi juga cukup tebal, sehingga orang-orang yang terpapar asap tersebut mulai mengalami berbagai gangguan kesehatan. Anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan imunitas lemah lebih rentan terkena ISPA karena daya tahan tubuh mereka yang lebih rendah. Berikut ini merupakan gejala penyakit ISPA yang biasanya terjadi pada penderitanya.

1. Batuk dan Nyeri Tenggorokan

Partikel berukuran mikro yang terdapat di dalam asap dapat masuk ke dalam saluran pernapasan saat menarik napas, dan partikel tersebut dapat mengiritasi tenggorokan hingga menyebabkan batuk dan nyeri tenggorokan. gejala yang terjadi biasanya akan sembuh dalam 1-2 minggu jika paparan asap dapat dihindari, namun dapat berlanjut dan bertambah parah jika penderita masih terus terpapar asap.

2. Hidung Tersumbat

Selain masalah pada tenggorokan, hidung juga biasanya akan menjadi tersumbat dan tak jarang disertai dengan pilek dan bersin-bersin. Jika tidak ditangani dengan cepat, sinus dapat ikut membengkak karena terjadi peradangan. Kondisi ini terjadi karena hidung merupakan organ pernapasan yang pertama kali dilewati oleh udara yang dihirup. Oleh karena itu, pada hidung dan sekitarnya akan banyak menempel partikel racun yang ada pada kabut asap sehingga terjadi berbagai masalah kesehatan pada organ tersebut.

3. Sesak Napas

Asap yang terhirup dapat memicu penyakit asma kambuh, bahkan sesak napas karena fungsi paru-paru terganggu. Tidak jarang, sesak napas yang dialami penderita juga disertai dengan rasa nyeri yang hebat di dada. Karena itu, cara mencegah sesak napas perlu dilakukan sesegera mungkin jika gejala ini terjadi sebelum kondisi kesehatan bertambah buruk.

4. Nyeri Otot

Kurangnya oksigen atau udara bersih yang dihirup, dapat membuat sel tubuh merasa cepat lelah sehingga berdampak pada otot-otot yang terasa nyeri. Apalagi jika gangguan pernasapan yang terjadi cukup parah, maka hal ini akan jelas berdampak pada tubuh secara keseluruhan.

5. Demam dan Sakit Kepala

Peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan dapat menyebabkan tubuh menjadi demam. Bahkan sakit kepala akan dirasakan penderita ISPA karena kurangnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini harus segera diatasi agar tidak bertambah parah dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Sakit di pernapasan dan batuk dapat menjadi ciri khas seseorang yang terkena ISPA, dan jika gejala di atas terjadi, segeralah temui dokter agar segera ditangani dengan baik. Untuk menghindari bahaya ISPA tersebut, sebaiknya hindari keluar rumah agar tidak menghirup asap yang masih terus mengancam warga Kalimantan, Riau dan sekitarnya.