Setelah Makan Timbul Keinginan Untuk BAB ? Ini Dia Alasannya

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Beberapa orang kadang kala merasakan rasa ingin buang air besar sesaat setelah makan. Mungkin yang pernah merasakan hal seperti ini beranggapan jika makanan yang baru saja dimakan langsung menuju ke pintu akhir tanpa sempat dicerna. Padahal tidak seperti itu adanya.

Mengutip Medical News Today, pada kenyataannya membutuhkan 1 – 2 hari bagi makanan untuk menuntaskan perjalanannya di tubuh kita hingga sampai ke sistem pencernaan. Sehingga feces yang dihasilkan sesaat setelah makan bukanlah makanan yang baru saja kita makan, tapi hasil dari pencernaan sehari atau dua hari yang lalu.

Penyebab paling mungkin timbulnya rasa ingin buang air besar sesaat setelah makan adalah refleks gastrokolik. Refleks ini merupakan reaksi normal yang tidak disengaja saat makanan memasuki perut. Hal ini berbeda pada tiap individu.

Saat makanan memasuki lambung, tubuh melepaskan hormon yang menyebabkan usus besar berkontraksi. Kontraksi inilah yang kemudian menggerakkan makanan yang sehari atau dua hari lalu dimakan melanjutkan prosesnya ke sistem pencernaan, yang pada akhirnya muncul keinginan untuk buang air besar.

Tujuan dari refleks gastrokolik adalah mengeluarkan makanan dari usus besar agar kapasitas saluran pencernaan kembali dapat digunakan makanan yang baru saja masuk. Tingkat refkles ini mulai dari yang ringan hingga berat tergantung individu masing – masing.

Kondisi Yang Mempengaruhi Refleks Gastrokolik

Ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi refleks gastrokolik, diantaranya adalah irritable bowel syndrome (IBS), alergi makanan, rasa cemas, gastritis, celiac disease, inflammatory bowel disease (IBD) dan Crohn’s disease.

Beberapa kondisi di atas selain mempengaruhi refleks gastrokolik juga dapat mempengaruhi gejala – gejala pencernaan lainnya seperti kembung, buang angin terus – menerus, perut yang sakit atau tidak nyaman, diare, dan konstipasi.

Penanganan Dan Pencegahan

Refleks gastrokolik merupakan reaksi tubuh yang normal sehingga tidak membutuhkan penanganan yang teknis. Namun begitu ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi intensitas refleks gastrokolik yang memunculkan keinginan buang air besar setelah makan.

  • Konsultasi Ke Dokter

Sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda jika Anda merasakan gejala – gejala yang berhubungan dengan lambung terjadi pada Anda bersamaan dengan keinginan buang air besar sesaat setelah makan.

  • Ubah Pola Diet

Beberapa makanan mungkin menjadi penyebab respon gastrokolik yang intens, yakni makanan yang berlemak dan berminyak, produk – produk susu, serta makanan kaya akan serat.

  • Kelola Stres

Bagi beberapa orang, stres dapat meningkatkan intensitas refleks gastrokolik. Sebaiknya lakukan kegiatan yang membantu mengurangi stres seperti halnya olahraga dan meditasi.

Hampir semua orang pernah mengalami efek dari refleks gastrokolik dari waktu ke waktu. Walaupun mungkin intensitas berbeda – beda pada tiap orang. Pola hidup tertentu dapat membantu mengurangi keinginan buang air besar sesaat setelah makan.

Pada dasarnya refleks gastrokolik merupakan hal normal. Namun jika mengalami diare atau gejala – gejala lainnya yang berhubungan dengan lambung sesaat setelah makan sebaiknya segera konsultasikan pada dokter Anda.

fbWhatsappTwitterLinkedIn