Optalmologi – Pengertian, Jenis Penyakit dan Penanganan

660

Keberadaan organ mata sangatlah penting artinya bagi manusia. Banyak hal yang sangat bergantung pada organ penglihatan yang satu ini. kehidupan manusia bisa dikatakan sepenuhnya sangat bergantung pada fungsi dan kerja dari organ mata. Maka dari itu kesehatan organ yang satu ini sangatlah penting untuk di jaga. Apabila dirasa kinerja mata mulai menurun atau mengalami sebuah gangguan maka sebaiknya segera menemui dokter yang ahli untuk menangani keluhan kita. Ahli yang pas dan sesuai untuk menangani keluhan kita yang berhubugan dengan mata adalah ahli optalmologi. Mengunjungi dokter optalmologi adalah suatu rujukan yang pas dan sesuai dengan kebutuhan kita jika berhubungan dengan penyakit mata.

Keberadaan ahli optalmologi mungkin sudah banyak yang tau, namun optalmologi sendiri mungkin belum terlalu banyak yang mengetahui dan paham. Beberapa orang mungkin hanya akan mengetahui bahwa mereka adalah para ahli yang berkompeten dalam bidang penyakit mata. Ada beberapa hal yang perlu kalian pahami dan ketahui mengenai apa itu optalmologi dab berbagai hal yang berhubungan dengannya. Beberapa hal yang perlu kalian ketahui, seperti.

Optalmologi

Secara singkat optalmologi atau oftalmologi adalah studi yang mempelajari mengenai mata. Namun, secara lengkap optalmologi sendiri adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang terfokus dalam mempelajari cara pengobatan, pencegahan, dan penanganan penyakit mata. Jika dilihat dari asal katanya sendiri optalmologi terdiri dari 2 suku kata yang berasal dari bahasa yunani yaitu opthalmos yang berarti mata dan logia yang berarti belajar, atau penemuan. Optalmologist adalah sebutan bagi mereka yang memiliki spesialisasi dalam pengobatan dan operasi sakit mata.

Optalmologi sendiri merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran yang bisa dikatakan tidak biasa jika dibandingkan dengan sub bidang yang lain. Hal ini dikarenakan mereka yang sedang belajar optalmologi diharuskan memiliki kemampuan dasar dalam 2 bidang utama, yaitu bidang yang belajar mengenai mata dan bidang yang bekerja mengenai tekhnik pembedahan. Selain itu dokter yang ahli dalam bidang ini sendiri dituntut untuk dapat langsung menangani berbagai aspek penyakit mata secara akurat dan teliti, termasuk melakukan pembedahan mata yang bisa dikatakan tergolong rumit.

Secara umum sendiri masyarakat hanya akan memeriksakan matanya ketika terjadi penurunana kerja mata. Dokter umum sendiir hanya akan memeriksa secara terbatas tidak secara meneyeluruh. Apabila dalam hasil pemeriksaaan dokter tersebut ditemukan bahwa mata dari pasien tidak lagi mampu terfokus secara normal, maka pasien akan dirujuk ke ahli optometri. Namun, jika ditemukan gejala penyakit yang lebih rumit dan membahayakan maka pasien akan dirujuk untuk menemuai oftalmik yang merupakan ahli optalmologi namun tidak menangani atau melakukan pembedahan mata pada pasien.

Optometri

Optometri merupakan salah satu ahli optalmologi namun bukanlah seorang dokter. Optometri biasanya hanya seorang tenaga medis yang memiliki keahlian dan kemahiran dalam melakukan perawatan dan pengurangan gejala penyakit pada mata, biasanya dilakukan dengan meresepkan penggunaan kacamata dan lensa mata. Biasanya ahli optometri bisa kita temukan membuka praktek sendiri maupun bergabung menjadi satu dengan sebuah rumah sakit. Seorang ahli optometri sendiri memiliki bidang tanggung jawab yang cukup luas.

Mereka dituntut untuk bisa melakukan pemeriksaan pada mata yang berhubungan dengan penyakit mata, selain itu mereka juga dituntut untuk bisa menangani gangguan mata dan mengidentifikasi cidera yang terjadi pada mata pasien. Tugas lain yang dimiliki oleh ahli optometri adalah untuk membantu perawatan mata pasien setelah dilakukan operasi pada mata, memberikan resep pengobatan untuk merawat penyakit pada mata, selain itu juga berperan sebagai konsultan pagi pasien yang memiliki riwayat penyakit pada mata.

Meskipun optometri disebut juga ahli dalam optalmologi namun mereka tidak bisa melakukan operasi pada mata. Namun, pada negara tertentu seorang ahli optometri dapat melakukan operasi pada mata pasien.

Perbedaan Optometri, Optalmologist, dan Ahli Optik

Jika kita mengalami gangguan pada mata mata berupa beberapa penyakit pada mata seperti katarak dan beberapa jenis-jenis rabun maka kita akan menemui dokter mata unutk menangani penyakit tersebut. Namun, disini dokter mata itu sendiri bisa dikatakan merupakan sebutan yang umum dan tidak terlalu spesifik. Dokter mata itu sendiri bisa saja seorang optometri, optalmologist dan ahli optik. Sedangkan ketiga ahli tersebut memiliki kompetensi dalam bidangnya masng-masing. Untuk lebih mempermudah maka ketiga ahli tersebut memiliki beberapa perbedaan yang cukup mencolok yang bisa kita temukan. Perbedaan pada ketiga ahli tersebut adalah.

  1. Optometri seorang ahli optometri adalah ahli yang memiliki sepesialisasi untuk mengidentifikasi ganguan pada mata dan merawat beberapa penyakit pada mata. Selain itu terkadang ahli optometrijuga bisa melakukan perawtan menyeleruh pada beberapa jenis penyakit mata yang ada. Namun, secara garis besar seorang ahli optometri dapat membantu kita untuk menentukan beberapa alat bantu penglihatan yang susai deengan keadaan mata kita.
  2. Optalmologist atau ahli optalmologi seorang ahli optalmologi merupakan orang yang lebih berkompentensi dalam bidang medis. Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuannya untuk melakukan pembedahan pada penyakit mata. Selain itu seorang ahli optalmologi juga dapat melakukan perawatan khusus seperti rheoperesis pada penyakit degenerasi macula.
  3. Ahli optik seorang ahli optik akan menindak lanjuti resep atau rujukan dari optometri untuk mendapatkan alat bantu penglihatan. Tugas seorang ahli optik adalah untuk membantu kita mendapatkan kacamata yang tepat atau lensa mata yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Terkadang seorang ahli optik dapat kita temui berada dalam satu tempat praktek dengan seorang optometri.

Persyaratan Ahli Optalmologi

Seseorang dapat menjadi ahli optalmologi biasanya dibutuhkan banyak sekali persyaratan. Selain itu setiap negara memiliki persyaratan yang berbeda-beda satu sama lain. Namun, secara garis besar bagi mereka yang ingin menjadi seorang oplatmologi diharuskan untuk menempuh pendidikan kedokteran dalam sub bidang penyakit mata serta pembedahan. Selain itu mereka yang akan menjadi seorang ahli optalmologi diharuskan untuk melakukan resdidensi pada ahli optalmologi lain.

Lama residensi ini sendiri biasanya sekitar 4 sampai 5 tahun, namun beberapa negara terkadang tak mensyarakatkan lama residensi hingga 5 tahun terkadang hanya 2 atau 3 tahun saja. selain itu seorang ahli optalmologi juga diharuskan menguasai berbagai macam spesialisasi mengenai mata yang berhubungan dengan penyakit dan alat-alat yang dapat membantu pengobatan penyakit mata, hal tersebut termasuk berbagai macam hal yang berhubungan dengan lensa mata dan kacamata, penanganan medis, dan operasi micro. Ketika semua pendidikan tersebut telah selesai, kadang seorang calon ahli optalmologi masih harus melakukan pendidikan lanjutan untuk memperdalam beberapa bidang keahlian.

Seorang ahli optalmologi sendiri diharuskan memiliki sertifikat serta lisensi sendiri sebelum membuka praktik sendiri. Bagi mereka yang berkeinginan untuk dapat membuka oraktik optalmologi sendiri maka residensi atau magang merupakan hal penting. Hal ini karena salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat dan lisensi adalah memiliki pengalaman residensi pada ahli optalmologi. Lama magang sendiri sangat berbeda-beda bagi setiap negara pemberi lisensi dan sertifikat. Kadang lembaga yang dapat memberikan sertifikasi dan lisensi merupakan suatu lembaga khusus tersendiri. Beberapa contoh lembaga yang mengeluarkan sertifikasi bagi seorang optalmologi di beberapa negara seperti

  • FRACO untuk negara Australia dan New Zealand
  • FRCSC untuk negara Kanada
  • FCPS untuk negara Pakistan
  • PAO dan PBO untuk negara Philipina
  • RCOpth untuk negara Inggris

Penyakit yang Ditangani Optalmologist

Seorang ahli optalmologi sendiri akan memiliki kompetensi untuk dapat melakukan perawatan baik secara operasi maupun non operasi pada beberapa penyakit mata. Penyakit mata yang biasa ditangani sendiri terkadang merupakan penyakit yang menyerang seluru bagian mata maupun hanya beberapa bagian mata saja. Beberapa penyakit yang biasa ditangai seorang ahli optalmologi adalah.

  • Katarak
  • Anterior segment.
  • Beberapa masalah pada kornea mata, seperti abrasi kornea.
  • Glaucoma merupakan peningkatan tekanan pada mata.
  • Beberapa masalah pada retina yang tak memerlukan tindakan operasi.
  • Gangguan Saraf penglihatan, biasanya disebabkan oleh hipertensi, diabetes dan akibat merokok.
  • Oculoplastic
  • Strabismus kedua mata yang tidak sejajar.
  • Operasi refractif.
  • Uveitis
  • Operasi Vitreo pada retina yang biasanya bertujuan untuk mengatasi berbagai macam masalah dan penyakit yang berhubungan dengan retina, seperti ablasio retina.

Jenis Gangguan pada Mata

Gangguan yang diakibatkan oleh penakit tertentu biasanaya akan menimbulkan gejala yang berbeda-beda tergantung dari jenis gangguan yang menyebabkannya. Gangguan pada mata sendiri bisa berasal dari luar mauoun dari dalam tubuh itu sendiri. beberapa gangguan pada mata yang bisa terjadi adalah

  • Adanya tekanan pada organ mata maupun pada saraf mata. Penekanan ini sendiri bisanya disebabkan oleh jaringan tumor yang berada dekat pada mata
  • Kurangnya pasokan aliran darah pada mata. Ganguan ini bisanya akan menujurus pada penyakit yang disebut degenerasi macula atau Age- Related Macular Degeneration.
  • Ditemukannya peradangan pada bagian mata bisanya akan menimbulakn rasa nyeri di belakang mata.
  • Cidera atau trauma untuk masalah ini sendiri biasanya gejala yang timbul akan tergantung dari lokasi dimana cidera atau trauma tersebut.
  • Peningkatan tekanan dalam otak biasanay gejala yang timbul berupa sakit kepala, hingga kehilangan kemampuan penglihatan untuk sementara.

Secara umum setiap gejala yang ditimbulkan tersebut akan berujung pada kemungkinan kehilangan penglihatan. Namun pada kasus lain hanya akan timbul beberapa gangguan penglihatan pada mata.

Kapan Sebaiknya Menemui Ahli Optalmologi ?

Sebaiknya kita menemui ahli optalmologi saat mulai merasakan adanya gangguan pada mata kita. Gangguan tersebut biasanya dapat berbentuk berbagai macam. Namun, yang paling umum adalah penurunan kemampuan penglihatan pada mata. Setelah menemui ahli optalmologi dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh barulah kemudian bisa ditentukan secara pasti penyakit yang kita derita. Setelah hasil diagnosa muncul maka dokter akan menentukan apakah penyakit yang kta derita membutuhkan tindakan operasi atau tidak. Jika tindakan operasi dibutuhkan maka kita akan dinajurkan untuk mengikuti beberapa langkah yang berhubungan dengan tindakan operasi itu sendiri.

Namun, alangkah lebih baiknya jika kita melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Pemeriksaan ini akan lebih dapat menjadi tindakan pencegah yang lebih efektif. Selain itu dengan pemeriksaan mata secara rutin maka akan ada kemungkinan untuk mendeteksi penyakit mata lebih awal.

Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai optalmologi dan berbagai hal yang berhubungan dengannya. Keberadaan optalmologist sangat penting perannya untuk dapat membantu kehidupan kita sehari-hari, terutama berbagai hal yang berhubungan dengan mata dan keluhannya. Semoga informasi tadi bermanfaat.