Monday, May 27, 2019

Abrasi Kornea

Abrasi kornea merupakan sebuah kondisi adanya goresan pada mata terutama bagian kornea yang terjadinya bisa dalam sekejap. Bahkan ketika adanya pasir atau kotoran di dalam mata yang Anda sodok karena terjebak di sana mampu menyebabkan mata sakit dan akan mengakibatkan sensasi terbakar atau menyengat ketika terkena cahaya.

Kornea sendiri adalah caran yang menjadi pelapis bola mata dan terlihat transparan, bekerja sama dengan retina dan vitreous dalam memfokuskan cahaya dari gambar yang masuk ke retina di dalam bola mata. Serangga kecil, butiran pasir atau debu bisa saja masuk ke dalam mata lalu akhirnya malah menempel di sana sehingga kerusakan kornea permanen dapat berkemungkinan terjadi bila tak segera dirawat dengan tepat.

Penyebab

Karena kondisi abrasi kornea ini adalah suatu goresan pada kornea mata, maka tentunya ada beberapa faktor yang diketahui menjadi penyebab timbulnya goresan pada mata. Berikut ini adalah sejumlah faktor penyebab yang perlu untuk kita ketahui dan waspadai bersama:

  • Penggunaan lensa kontak secara berlebihan.
  • Operasi mata tanpa adanya perlindungan yang tepat.
  • Memiliki jenis infeksi mata tertentu.
  • Menggunakan lensa kontak yang kurang sesuai.
  • Menggunakan lensa kontak yang kotor.
  • Mengucek mata terlalu kasar dan keras.
  • Mata terkena bahan kimia tertentu.
  • Benda asing, debu, serbuk, pasir atau kotoran masuk ke dalam mata.
  • Mata terkena kuku, kuas riasan wajah, atau pena.
  • Terlibat dalam aktivitas fisik tanpa perlindungan atau pengaman untuk mata.
  • Tinggal di wilayah yang berpasir.
  • Bekerja di lingkungan pabrik atau toko kayu.

Penyebab-penyebab tersebut adalah yang paling umum menjadi pemicu dibalik goresan yang terjadi dan kita sebut dengan abrasi kornea dan hal tersebut bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa kita duga. Abrasi kornea lebih seirng terjadi justru sewaktu kita melakukan kegiatan normal seperti olahraga, memperbaiki barang tertentu, berkendara, atau menyenggol bagian kornea secara tak sengaja.

Pada dasarnya, kondisi abrasi kornea dilihat dari penyebabnya merupakan kondisi yang sangat umum terjadi di mana penyakit ini bisa dibatasi dengan cara menurunkan faktor risikonya, jadi tentunya harus lebih dulu tahu apa saja gejalanya dan segera membawa ke dokter untuk penanganan lebih cepat dan tepat.

Gejala

Pada rata-rata kasus abrasi kornea, apabila benda asing masuk ke dalam kornea, maka ada sejumlah kondisi umum yang bakal dikeluhkan oleh penderita. Di bawah ini merupakan hal-hal yang akan dirasakan oleh penderita saat mata mengalami abrasi kornea yang disebabkan oleh benda asing.

  • Mata iritasi
  • Mata pedih
  • Mata berair
  • Mata sakit
  • Mata memerah
  • Penglihatan terganggu
  • Otot di area mata bergerak terus-menerus

Kapan seharusnya memeriksakan diri ke dokter?

Saat benda asing masuk dan terjebak di dalam mata, maka inilah tanda bahwa Anda perlu untuk segera ke dokter untuk memperoleh perawatan secepatnya supaya tak makin serius. Untuk orang dewasa, segera hubungi atau temui dokter apabila benda asing yang masuk ke dalam mata sulit untuk diambil atau dikeluarkan. Bahkan ketika ada rasa mengganjal di mata dan merasa bahwa mata agak menyembul walau sudah dibuang benda asingnya, penglihatan kemudian juga memburam lalu keluar darah dari mata, segera ke dokter.

Untuk gejala abrasi kornea pada anak, segera bawa ke dokter dan periksakan bila anak-anak merasakan sakit pada mata, mengalami gangguan pada penglihatannya, serta mata juga berair disertai kemerahan. Dengan menemui dokter secepatnya, dokter biasanya akan memberikan perawatan dalam upaya pencegahan terutama bila abrasi kornea terjadi begitu tiba-tiba.

Pengobatan

Setelah gejala diketahui, maka penderita gejala wajib untuk segera memeriksakan ke dokter agar cepat ditangani. Sebelum dokter bisa memberikan penanganan yang paling tepat, dokter spesialis mata yang kemungkinan besar akan menganalisa luka pada kornea dengan cara menerapkan obat tetes mata lebih dulu.

Obat tetes mata tersebut diketahui mengandung pigmen biologis untuk mata kecil di mana hal ini adalah suatu cara yang memudahkan proses analisa agar lebih akurat juga hasilnya. Baru setelah proses analisa atau diagnosa selesai, dokter baru bisa menentukan apa saja perawatan yang paling baik dan sesuai.

  • Obat tetes mata antibiotik – Obat jenis antibiotik ini biasanya diberikan untuk melindungi bagian mata dari infeksi. Obat ini jugalah yang diyakini mampu secara efektif mengurangi kemerahan dan luka pada mata.
  • Penutup mata – Penggunaan penutup mata dapat disarankan pula oleh dokter dan hal ini dianjurkan biasanya bertujuan supaya mata tidak terganggu.

Perawatan Alami

Ada sejumlah kiat yang juga perlu dilakukan sebagai langkah perawatan dan pemulihan mata yang terserang abrasi kornea dan berikut di bawah ini adalah sejumlah langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Kompres Dingin – Apabila kornea yang terkena goresan menyebabkan rasa sakit berlebihan, kompres dingin bisa menjadi penyelamat. Beberapa ahli mata pun memberikan anjuran akan penggunaan solusi pembersih mata khusus, namun diskusikan lebih dulu dengan dokter ahli mata bila tak begitu mengerti dan coba gunakan kompres dingin saja.
  • Tidak Menggunakan Riasan Mata – Sama seperti saat terkena mata bintitan, selama mata terkena abrasi kornea, ada baiknya untuk tak menggunakan riasan mata. Zat kimia dari produk riasan mata dapat masuk ke dalam mata dan berisiko memperburuk luka dan rasa sakitnya dan bahkan perlu diwaspadai pula bahwa produk-produk make up juga biasanya di dalamnya terkandung alergen.
  • Mengistirahatkan Mata – Karena kornea sedang terluka, maka mengistirahatkan mata adalah solusi yang paling baik. Pastikan untuk sama sekali tidak melakukan hal-hal yang memberikan tekanan bagi mata, seperti menonton TV terlalu lama, menggunakan komputer, membaca buku, mengemudi, dan lain sebagainya.
  • Menggunakan Kacamata Hitam – Apabila aktivitas Anda terlalu sering atau mengharuskan untuk berada di luar ruangan, pastikan untuk mengenakan kacamata hitam supaya tidak terpapar cahaya matahari terlalu lama. Sinar matahari yang terlalu terang bisa jadi malah mengiritasi mata dan memperburuk kondisinya.
  • Tidak Mengucek Mata – Ada kemungkinan kita akan terasa tergoda untuk mengucek mata, namun hal ini harus dihindari atau bila tidak akan justru memperparah kondisi kornea. Ketahui ada beberapa bahaya mengucek mata dengan tangan agar Anda bisa lebih waspada.
  • Tidak Mengenakan Lensa Kontak – Abrasi kornea bisa menjadi lebih parah ketika Anda tetap mengenakan lensa kontak; ingat akan bahaya lensa kontak untuk mata ketika tak digunakan dengan tepat, jadi sementara waktu hindarilah penggunaannya sampai mata benar-benar sembuh. Setelah benar-benar dinyatakan sembuh, barulah Anda bisa menggunakan lensa kontak lagi.

Abrasi kornea bukanlah masalah sepele, maka dari itu selalu cari cara menjaga kesehatan mata supaya tidak mudah terkena iritasi. Kiranya dengan informasi singkat ini, Anda bisa lebih baik dalam menjaga mata.

No posts to display

Recommended