Endarterektomi – Pengertian – Proses dan Efek Samping

566

Darah merupakan salah substansi yang sangat penting yang ada di dalam tubuh manusia. hal ini dikarenakan seluruh proses yang terjadi dalam tubuh manusia hampir bisa dikatakan berhubungan dengan keadaan dari darah itu sendiri. Jika ada sebuah organ yang mengalami gangguan maka akan dapat diketahui dengan melihat kondisi keadaan darahnya. Karena itu ada pemeriksaan Complete Blood Count. Melalui tes tersebut akan bisa menunjukan gejala atau penyakit yang mungkin sedang ada di dalam tubuh manusia. Selain itu komponen darah juga sangat berperan aktif dalam usahanya untuk menjaga kondisi tubuh kita. Baik menjaga dari serangan benda-benda asing yang berasal dari luar tubuh kita. Maupun menjaga suhu tubuh kita agar tetap dalam kondisi yang normal dan sesuai.

Fungsi darah yang selalu beredar keseluruh tubuh dah selalu bersinggungan dengan beramacam-macam hal yang bersifat toxic, membuat darah sangat rentan mendapat serangan penyakit pula. Salah satu penyakit yang cukup berbahaya yang bisa dialami adalah stroke. Penyakit yang satu ini sendiri sangat umum terjadi pada manusia. Banyak cara untuk dapat mengobati mereka yang terserang stroke salah satu tindakan medis tersebut adalah Endarterektomi.

Stroke merupakan sebuah penyakit yang bisa dikatakan cukup berbahaya bagi manusia. Jika penyakit yang satu ini tidak di rawat dengan baik maka akan dapat menyebar dan menimbulkan jenis penyakit lain. Ada banyak penyakit jantung yang penyebab utamanya adalah stroke ini sendiri. karena itu bagi mereka yang terkena stroke biasanya akan secara khusus mendapatkan perawatan dan perhatian dari dokter. Penyakit ini sendiri tidak memandang usia penderita, hampir semua umur memiliki kesempatan yang sama untuk mengidap penyakit yang satu ini. Hal ini dikarenakan stroke adalah sebuah keadaan yang tidak disebabkan oleh infeksi bakteri, namun lebih berhubungan dengan pola hidup dari manusia itu sendiri. Semakin buruk pola hidup seseorang maka semakin besar kemungkinan seseorang untuk mengalami stroke.

Endarterektomi ini sendiri merupakan salah satu metode medis yang digunakan untuk dapat mengobati mereka yang terserang oleh stroke. Kali ini kita akan membahas mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan endarterektomi. Seperti apa dan bagaimana endaterektomi dilakukan, serta kemungkinan-kemungkinan efek samping yang bisa saja timbul. Beberapa hal yang perlu kalian ketahui adalah.

Apa itu Endarterektomi

EndarterektomiSebagai mana yang kita tahu bahwa stroke sendiri disebabkan oleh penumpukan subtstansi tertentu dalam pembuluh darah. Penumpukan ini sendiri bisa terjadi di setiap pembuluh darah, baik pembuluh darah arteri, pembuluh darah vena, dan pembuluh darah kapiler. Substansi yang menumpuk tersebut biasanya berupa kolestrol, darah yang membeku, maupun benda-benda lain yang terbawa oleh darah. jika dibiarkan terlalu lama maka penumpukan ini sendiri akan membuat pembuluh darah tersebut menyempit. Penyempitan tersebut akan menyebabkan pengurangan pasokan darah pada suatu organ.

Bahkan kemungkinan terburuk adalah penyempitan tersebut dapat menyebabkan pasokan darah berhenti total. Jika hal tersebut sudah terjadi maka nyawa dari pasien tersebut tidak akan tertolong lagi. Endarterektomi ini sendiri merupakan sebuah metode operasi yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini. Operasi endarterektomi ini sendiri biasanya sering dilakukan di daerah pembuluh darah karotis. Arteri karotis merupakan dua pembuluh darah besar yang menyuplai darah ke otak. Jika dua pembuluh darah tersebut mengalami penyumbatan maka fungsi kerja otak akan sangat terganggu dan sangat berbahaya.

Selain dilakukan pada arteri karotis tindakan operasi endarterektomi ini sendiri juga kadang dilakukan pada bagian pembuluh darah lain yang terdapat dalam tubuh manusia. Beberapa jaringan pembuluh darah yang bisa mendapatkan operasi endarterektomi adalah

  1. Batang Nadi – arteri utama yang menyebar dari jantung ke perut
  2. Femoral arteri
  3. Lliaka
  4. Arteri ginjal

Pembuluh darah diatas merupakan pembuluh darah yang biasa mendapatkan tindakan operasi jika terjadi penyempitan.

Kapan Operasi Endarterktomi dibutuhkan

Seseorang akan sangat dianjurkan untuk menjalani operasi endarterektomi karotis apabila mengalami dua kondisi yang sangat berbahaya yaitu

  1. Stenosis arteri karotis atau penyakit arteri karotis
  2. Arterosklerosis, atau pengerasan arteri

Jika seseorang mengalami salah satu dari kedua kondisi tersebut pada arteri karotisnya maka akan langsung diputuskan bahwa pasien tersebut akan mendapatkan penanganan melalui operasi endarterktomi. Biasanya kedua penyakit tersebut akan menyebabkan beberapa kondisi stroke pada pasien. bisanya pasien akan mengalami beberapa kali serangan stroke. Gejala stroke yang timbul pada pasien ini sendiri biasanya dijadikan salah satu indikasi mengenai tingkat penyumbatan yang terjadi pada arteri karotis. Pada serangan stroke yang pertama mungkin pasien akan mengalami dalam durasi yang tidak lama, dan akan bisa kembali menjadi baik. Namun, jika serangan stroke tersebut muncul lagi untuk yang kedua kali, maka dokter akan segera memberikan perhatian khusus. Hal ini karena serangan stroke yang muncul untuk kedua kali menandakan bahwa kondisi pasien cukup berbahaya.

Penyempitan dan pengerasan arteri ini sendiri biasanya ditentukan berdasarkan tingkat penyumbatan yang terjadi pada arteri tersebut. Jika penyumbatan hanya terjadi hanya 49 % maka bisa dikategorikan ringan. Jika prosentase penyumbatan berkisar antara 50-69 % maka dapat dikategorikan sedang. Namun, jika prosentase penyumbatan telah berkisar antara 70-90 % maka dikategorikan berbahaya. Dokter melihat keadaan dari arteri tersebut biasanya menggunakan beberapa metode. Bisa melalui pemeriksaan CT Scan, Pencitraan Otak, USG duplec scan, Computed Tomogrhaphy Angiogram ( CTA), atau bisa juga menggunakan magnetic resonance angiography. Berdadarkan pemeriksaan tersebut maka dokter akan menentukan seberapa besar tingkat penyumbatan pada pembuluh darah arteri.

Bagaimana operasi Endarterektomi dilakukan

Operasi ini sendiri biasanya  dilakukan dengan membuat sebuah sayatan pada daerah leher. Sayatan akan dilakukan sedekatn mungkin pada area dimana terjadi penumpukan. Sayatan ini akan di buat di area antara tulang dada dengan tulang rahang. Selain itu setelah berhasil membuang timbunan lemak dari dalam arteri, maka arteri akan dijahit kembali dan luka operasi akan di tutup. Jika memang diperlukan biasanya untuk beberapa waktu dokter akan memasang sebuah tabung pada tubuh pasien. Tabung ini sendiri berguna untuk menampung dan mengeluarkan sisa darah yang mungkin masih saja keluar setelah operasi berlangsung.

Selain itu penyumbatan ini sendiri dalam beberapa kasus dapat terjadi pada kedua sisi arteri karotis. Jika dokter menemukan kondisi seperti itu maka akan diambil beberapa langkah operasi. Hal pertama biasanya dokter akan melakukan tindakan operasi pada salah satu sisi terlebih dahulu, kemudian baru sisi yang lain setelah dilakukan jeda selama beberapa hari. Pemelihan sisi yang akan di operasi terlebih dahulu biasanya berdasarkan tingkat penyumbatan pada sisi tersebut. Operasi akan dilakukan pada sisi yang memiliki tingkat penyumbatan lebih besar.

Pada operasi endarterektomi ini biasanya akan dilakukan pembiusan secara total. Pembiusan total ini biasanya akan mempermudah dokter untuk melakukan tindakan pembedahan. Selain itu pasien juga akan merasa lebih nyaman saat dilakukan operasi. Selama dilakukan operasi darah akan tetap dialirkan ke otak pasien. Pengaliran darah ke otak ini sendiri dapat menggunakan beberapa cara. Ada yang menggunakan alat yang bernama shunt atau tabung kecil yang terbuat dari plastik. Melalui alat inilah maka darah akan tetap bisa dialirkan ke otak. Atau jika tidak menggunakan alat tersebut, maka pembuluh darah arteri akan dijepit. Penjepitan ini sendiri bertujuan untuk dapat mengatur kecepatan aliran darah menuju otak. Jika aliran darah terlalu cepat, maka bisa saja terjadi pendarahan saat operasi berlangsung, dan hal tersebut tentunya akan sangat berbahaya bagi pasien.

Pada pasien yang menderita stroke akan sangat membutuhkan tindakan operasi endarterektomi, apabila penyebab penumpukan kolesterol dalam darah itu sendiri disebabkan oleh hal-hal berikut

Operasi endarterektomi ini sendiri sangat diharapkan dapat bisa mengurangi seseorang akan terkena stroke atau penyakit lain yang berhubungan dengan penyempitan pembuluh darah. Operasi endarterektomi sendiri juga akan menguntungkan bagi mereka yang memang sudah menderita stroke. Hal ini dikarenakan dengan melakukan tindakan operasi ini, maka pasien dapat mengurangi sepertiga dari kemungkinan kembalinya stroke setelah menjalani pengobatan lain. Jadi bisa dikatakan bahwa sampai saat ini metode operasi endarterektomi merupakan jalan terbaik yang bisa ditempuh oleh mereka yang menderita stroke baik masih dalam tingkat ringan maupun sudah menyebar dan menjadi berbahaya.

Operasi endarterektomi ini sendiri merupakan sebuah operasi yang tergolong sangat sensitif . Hal ini karena operasi yang satu ini bersinggungan langsung dengan pembuluh darah yang notabene merupakan salah satu jaringan dalam tubuh yang cukup rapuh. Karena hal tersebut maka biasanya mereka yang mendapatkan tindakan operasi ini akan menginap di rumah sakit sampai jangka waktu tertentu. Rawat inap ini sendiri bertujuan untuk dapat melihat kondisi dari pasien setelah mengalami operasi. Apabila ditemukan beberapa gejala yang dirasa tidak normal maka dokter akan dapat dengan cepat melakukan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dari pasien itu sendiri.

Efek Samping Operasi Endarterektomi

Sebagaimana seperti tindakan operasi medis yang lain, maka operasi endarterektomi ini sendiri juga memiliki banyak sekali resiko yang bisa saja timbul. Namun, resiko yang timbul tersebut dapat dikurangi dan diminimalisir jika dokter yang melakukan pembedahan adalah dokter yang memang ahli dalam bidangnya. Selain itu kemungkinan munculnya efek samping dan resiko yang berbahaya dapat saja dikurangi jika pasien melakukan pola hidup yang baik dan sehat. Pola hidup sendiri sangat berhubungan erat dengan tingkat keberhasilan dari operasi tersebut. keberhasilan ini sendiri dapat ditunjukan dengan tidak kembalinya gejala penyumbatan pada arteri. Namun, jika penyumbatan itu datang kembali, maka bisa saja disebabkan oleh berbagai macam hal yang cukup bermacam-macam jenisnya.

Beberapa efek samping yang bisa saja muncul setelah melakukan operasi endarterektomi adalah

  • Tanda-tanda infeksi, termasuk demam dan menggigil;
  • Kemerahan, busung, nyeri meningkat, pendarahan, atau debit dari sayatan;
  • Mual atau muntah, yang tidak hilang setelah mengambil obat yang diresepkan, dan bertahan selama lebih dari dua hari setelah pulang dari rumah sakit;
  • Sakit, yang tidak lulus setelah mengambil obat penghilang rasa sakit yang ditunjuk;
  • Sembelit atau diare;
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil;
  • Pusing dan kelemahan;
  • Sakit kepala parah, masalah dengan pidato atau visi;
  • Batuk, sesak napas atau nyeri dada.
  • Kendur otot-otot wajah;

Nah itu tadi beberapa hal yang berhubungan dengan endarterektomi. Sebuah metode medis yang bertujuan untuk dapat mengobati dari penyebab stroke yang berupa penyumbatan pada pembuluh darah. Semoga informasi tadi bermanfaat.