8 Efek Suntik Vitamin C Jangka Panjang Yang Paling Berbahaya

242

Memiliki kulit yang cerah dan sehat adalah idaman banyak orang, terutama para wanita. Standard kecantikan wanita Asia, khususnya Indonesia adalah memiliki kulit yang putih dan sehat. Maka tidak heran tren kecantikan di Indonesia selalu seputar soal kulit yang cerah. Berbagai produk kecantikan mulai dari sabun muka, pelembab, hingga serum adalah untuk mencerahkan kulit.

Beberapa tahun belakangan ini, banyak wanita yang mulai mencoba tren suntik Vitamin C. Suntik Vitamin C dipercaya dapat mencerahkan kulit. Dari tahun ke tahun, jumlah orang yang ingin melakukan perawatan ini juga semakin bertambah. Banyak wanita yang tergiur dengan hasilnya meskipun harga perawatannya terbilang tidak murah. Namun, benarkah Suntik Vitamin C memang efektif? Lalu, apa saja efek samping suntik Vitamin C?

Artikel kali ini akan membahas lebih mendalam mengenai apa saja efek suntik Vitamin C jangka panjang yang paling berbahaya bagi tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraiannya.

Manfaat Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Manfaat vitamin C yaitu sebagai anti-oksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Kandungan anti-oksidan dalam vitamin C dapat mencerahkan kulit dan mencegah penuaan dini. Vitamin C memang baik bagi tubuh selama tidak berlebihan. Jika berlebihan jumlahnya maka bisa berbahaya. Bahaya kelebihan Vitamin C bagi tubuh bisa berdampak pada masalah kesehatan.

Suntik Vitamin C

Mengetahui manfaat dari Vitamin C bagi kesehatan kulit, banyak yang akhirnya ingin melakukan suntik Vitamin C. Suntik vitamin C yaitu suatu tindakan medis atau prosedur kecantikan yang sering disebut-sebut dapat mencerahkan kulit. Suntik vitamin C aman jika dilakukan dibawah pengawasan dokter. Namun jika melihat realita yang terjadi belakangan ini justru sebaliknya. Banyak yang berani ambil risiko melakukan suntik Vitamin C dengan yang selain dokter tanpa menghiraukan tingkat keamanannya. Padahal, suntik Vitamin C adalah prosedur medis yang tidak bisa dilakukan sembarangan.

Hasil yang diperoleh dari suntik Vitamin C tidak bisa langsung dirasakan pada satu atau dua kali treatment. Butuh waktu sampai beberapa kali tindakan untuk bisa mendapatkan kulit cerah yang diinginkan. Bahkan, ada juga yang tidak mendapatkan hasilnya sesuai ekspektasi setelah melakukan berkali-kali treatment. Lagi-lagi karena hasil yang dirasakan oleh setiap orang berbeda-beda.

Efek Suntik Vitamin C Jangka Panjang Bagi Tubuh

Suntik putih memang terkesan aman jika dilakukan secara tepat dan oleh tenaga medis yang kompeten dan profesional. Namun, setiap tindakan medis yang dilakukan tentu juga memiliki risiko atau efek samping, baik jangka pendek atau jangka panjang. Efek jangka pendek dari suntik vitamin C yang umum dirasakan adalah munculnya perasaan mual dan pusing beberapa saat setelah melakukan suntik Vitamin C. Jika dilakukan dengan dosis yang tinggi, bisa menyebabkan diare, insomnia, dan memberatkan kerja ginjal.

Sementara itu, Vitamin C yang diuntikkan ke dalam tubuh dengan jumlah berlebihan juga dapat membawa efek gangguan kesehatan yang serius. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraiannya:

1. Alergi

Efek suntik Vitamin C jangka panjang bisa menyebabkan alergi. Seseorang dengan imunitas rendah akan mengalami alergi terhadap Vitamin C yang disuntikkan ke dalam tubuh. Dosis Vitamin C yang disuntikkan berkali-kali ke dalam tubuh hanya akan membuat imunitas tubuh Anda menurun sehingga menyebabkan alergi. Oleh karena itu, sebelum melakukan suntik Vitamin C, Anda disarankan untuk memeriksakan kondisi tubuh dan imunitas tubuh Anda. Awalnya memang tidak begitu terasa, namun setelah melakukan beberapa kali tindakan, reaksi dari tubuh Anda akan terlihat.

2. Mempercepat Menopause

Suntik Vitamin C memang dapat mempercerah kulit, namun dalam jangka panjang bisa menyebabkan menopause dini. Jika umumnya wanita mengalami menopause di usia 50-an, wanita yang melakukan suntik Vitamin C dengan dosis tinggi dan berlebihan bisa mengalami premenopause dan gejala menopause di usia yang masih 40-an.

3. Kerontokan Rambut

Reaksi tubuh setiap orang terhadap sesuatu memang berbeda-beda. Ada tubuh yang bisa menerima, ada yang tidak sehingga dapat memunculkan reaksi tertentu. Tubuh yang menolak vitamin C yang disuntikkan/ditambahkan ke dalam tubuh dapat bereaksi melalui kerontokan rambut. Kelebihan dosis Vitamin C bisa menjadi penyebab rambut rontok yang perlu diwaspadai. Pada kasus tertentu, seseorang bisa mengalami rambut rontok yang cukup parah akibat penolakan terhadap vitamin C yang masuk.

4. Rasa Gatal dan Iritasi di Area Suntikan

Melakukan suntik Vitamin C terus menerus bisa memunculkan rasa gatal dan iritasi kulit akibat alergi. Ketahui dengan baik ciri-ciri alergi terhadap vitamin C tersebut. Biasanya, rasa gatal akibat alergi itu muncul di area bekas suntikan. Rasa gatal yang muncul bisa sangat terasa sehingga membuat Anda tergoda untuk menggaruk area bekas suntikan. Menggaruk area bekas suntikan akan memunculkan iritasi kulit. Oleh karena itu, jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan tertentu (Vitamin C), Anda perlu berpikir ulang untuk melakukan prosedur ini.

5. Meningkatnya Jumlah Glukosa dalam Tubuh

Efek suntik Vitamin C jangka panjang yang selanjutnya yaitu dapat menyebabkan bertambahnya kadar glukosa dalam tubuh. Seseorang dengan riwayat penyakit gula atau diabetes perlu berhati-hati ketika ingin melakukan prosedur ini. Lakukan di bawah pengawasan tenaga medis ahli atau sebaiknya hindari melakukannya sama sekali.

6. Memperberat Kerja Hati

Hati kita bekerja terlalu keras atau bahkan bisa terganggu jika dosis Vitamin C yang disuntikkan ke dalam tubuh jumlahnya berlebihan. Anda perlu mewaspadai ini, apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit hati. Konsultasikan dengan dokter ahli mengenai dosis maksimal Vitamin C yang bisa diterima oleh tubuh Anda.

7. Risiko Penyakit Ginjal

Selain memperberat dan mengganggu kerja hati, efek jangka panjang suntik Vitamin C juga bisa terkena risiko penyakit ginjal. Jumlah Vitamin C yang melebihi dosis yang dianjurkan hanya akan membuat kerja ginjal menjadi semakin berat dan terganggu.

8. Produksi Sel Kanker Bertambah

Jika Anda memiliki pola hidup yang tidak sehat dan seringkali mengonsumsi makanan yang tidak sehat, maka suntik Vitamin C bisa jadi akan memperbanyak produksi sel kanker dalam tubuh. Dosis Vitamin C yang berlebihan membawa risiko pada jumlah sel kanker yang bertambah. Oleh karena itu, hal ini juga perlu Anda pertimbangkan lagi.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dari Suntik Vitamin C

Selain mengetahui efek suntik Vitamin C jangka panjang, ada hal-hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan. Suntik Vitamin C memang boleh-boleh saja, asalkan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita dan tidak berlebihan. Selain itu, prosedur suntik Vitamin C harus benar-benar berada dalam pengawasan tenaga medis profesional jika memiliki kondisi seperti berikut ini:

  1. Seseorang dengan riwayat kelainan darah dan sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
  2. Seseorang dengan tanda-tanda darah tinggi atau hipertensi.
  3. Wanita hamil.
  4. Penderita penyakit diabetes dan mengonsumsi obat pengontrol gula darah.
  5. Seseorang dengan riwayat alergi terhadap kandungan tertentu.
  6. Seseorang yang mengonsumsi suplemen zat besi, antibiotik, dan obat-obatan tertentu.
  7. Seseorang dengan riwayat penyakit ginjal atau gagal ginjal.
  8. Penderita penyakit kanker, gangguan perut, dan penyakit lainnya.

Dosis vitamin C yang disuntikkan ke dalam tubuh akan memunculkan reaksi bagi orang-orang yang berada dalam kondisi-kondisi tersebut, sehingga harus berada dalam pengawasan dokter ahli. Jika dosisnya sampai berlebihan, maka akan memperburuk kondisi tubuh.

Demikianlah penjelasan mengenai suntik Vitamin C dan efek suntik Vitamin C jangka panjang bagi tubuh. Suntik Vitamin C memang tidak dilarang dan aman-aman saja asalkan dilakukan oleh tenaga medis profesional. Selain itu, ketika memutuskan ingin melakukan suntik Vitamin C, Anda juga harus mengetahui riwayat kesehatan/kondisi Anda lalu mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter Anda.