Deodoran Penyebab Penyakit Berbahaya ! Fakta atau Mitos

187

Deodoran menjadi salah satu produk perawatan tubuh yang disukai oleh semua orang. Banyak orang menggunakan deodoran sebagai cara menghilangkan bau badan. Karena itu banyak produsen deodoran yang mulai menawarkan deodoran dalam berbagai bentuk mulai dari roll-on, serbuk, semprotan dan gel. Sampai akhirnya ada penelitian yang menyatakan bahwa pemakaian deodoran tidak terlalu baik atau justru menyebabkan penyakit berbahaya. Tentunya isu ini membuat semua pemakai deodoran merasa resah.

Agar lebih jelas lagi, simak keterangan dibawah ini mengenai deodoran penyebab penyakit berbahaya, fakta atau mitos?

  1. Deodoran Penyebab Kanker Payudara

Deodoran terbuat dari beberapa bahan agen mikroba yang mencegah bau badan dan menghentikan aliran keringat. Kandungan utamanya adalah triclosan atau jenis polyhexamethylene biguanide yang membuat strain bakteri antibiotik meningkat. Kemudian deodoran juga mengandung alumunium yang mencegah keringat berlebihan. Kondisi ini menyebabkan bahan diserap oleh kulit ketiak dan area sekitarnya termasuk payudara.

Efek bahan ini dipercaya memicu timbulnya masalah estrogen yang kemudian menyebabkan kanker payudara. Penelitian tahun 2002 disimpulkan bahwa deodoran tidak menyebabkan kanker payudara. Tapi penelitian di tahun selanjutnya menyatakan bahwa deodoran menyebabkan kanker payudara terutama untuk kulit ketiak yang dicukur.

  1. Deodoran Penyebab Alzheimer

Pernyataan bahwa deodoran menyebabkan penyakit Alzheimer sudah diisukan sejak tahun 1960. Hal ini karena deodoran mengandung bahan alumunium yang menyebabkan demensia degeneratif. Pengaruh alumunium bisa menyebabkan sel-sel dalam otak mengalami keracunan yang kemudian menyebabkan Alzheimer. Tapi masalahnya produk rumah tangga seperti pasta gigi, baking soda, krim dan keju olahan juga mengandung alumunium. Jadi penelitian ini belum terbukti sepenuhnya.

  1. Deodoran Menyebabkan Gangguan Ginjal

Sejak beberapa tahun yang lalu banyak isu yang mengatakan bahwa deodoran memicu penyakit ginjal. Kondisi ini terjadi karena peningkatan alumunium dan fosfor yang diserap tubuh dari deodoran. Sementara tubuh tidak bisa menyingkirkan kedua bahan ini dari tubuh dengan cepat. Sampai saat ini penelitian yang membuktikan pernyataan ini memang belum dikeluarkan secara resmi. Hanya saja penderita gangguan ginjal sebaiknya waspada dengan penggunaan deodoran yang berlebihan.

Kesimpulan

Bahwa deodoran sering dinyatakan sebagai penyebab penyakit berbahaya tapi ternyata tidak selalu benar. Ada fakta dari penelitian yang menyebutkan bahwa penyebab penyakit berbahaya ini justru karena kandungan paraben dalam deodoran yang menjadi bahan pengawet. Tidak semua orang menerima dampak langsung dari deodoran sehingga waspada saja saat menggunakan deodoran.

Nah itulah keterangan mengenai deodoran penyebab penyakit berbahaya, fakta atau mitos? Meskipun sudah dinyatakan aman namun sebaiknya semua orang berhati-hati untuk tidak berlebihan menggunakan deodoran.