Turunan Hidrazida : Manfaat – Cara Kerja, dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Turunan hidrazida adalah obat antibakteri yang sangat aktif untuk melawan Mycobacterium. Mycobacterium merupakan bakterisida yang sangat mengganggu metabolisme pada prrotein bakteri, asam nukleat, karbohidrat, dan juga lipid. Di kombinasikan dengan obat lain, turunan hidrazida dapat mengobati pencegahan tuberkulosis.

Fungsi Turunan Hidrazida

Turunan hidrazida jenis senyawa organik dengan kandungan ikatan kovalen nitrogen. Turunan hidrazida terkenal akan fungsinya untuk melawan antibakteri, antiinflamasi, antikanker, antiplatelet, antimalaria, analgesik dan antioksidannya. Turunan hidrazida ini juga dapat digunakan sebagai korosi logan seperti baja ringan.

Turunan hidrazida obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi mikrobakteri dengan kombinasi obat antimikrobakteri unuk mengobati tuberkulosis aktif dan laten. Obat antibakteri digunakan khusus untuk tuberkulostatik dan khusus untuk tuberkulosis.

Jenis kondisi tuberkulosis yang dapat ditangani yaitu Tuberkulosis AktifInfeksi Mycobacterium kansasiiTuberkulosis fase lanjut[4]. Sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan juga peradangan.

Senyawa yang ada pada turunan hidrazida ini dapat mencegah metabolisme dalam tubuh dengan meningkatnya pembentukan prostaglandin, peningkatan pembuluh darah, edema, hiperalgesia, pireksia, dan inflamasi.

Penyakit yang Diatasi dengan Turunan Hidrazida

Turunan hidrazida adalah obat antibiotik untuk pengobatan infeksi mikobakteri dengan obat antimikobakteri khusus untuk penyakit jenis tuberkulosis akif atau laten. Turunanan hidrazida dapat mengobati beberapa penyakit tuberkulosis sesuai dengan tingkatan keparahan.

  • Mycobacterium kansasii

Mycobacterium kansasii merupakan bakteri yang disebabkan penyakit paru (tuberkulosis) yang sangat langka terjadi. Penyakit ini menyerang pada bagian cairan tulang belakang, limfa, hati. pankreas, testis, sendi pinggul, sendi lutut, jari, pergelangan tangan, dan kelenjar getah bening.

  • Tuberkulosis, Aktif

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan mikroorganisme Mycobacterium tuberculosis dengan tingkatan penyakit tuberkulosis aktif. Obat antituberkular kedua di gunkana untuk pengobatan tuberkulosis ketika pengobatan lain gagal. Tuberkulosis aktif menyerang pada bagian paru sehingga pengobatan menggunakan turunan hidrazida.

  • Tuberkulosis, Laten

Infeksi tuberkulosis laten Mycobacterium tuberculosis yang ada di dalam tubuh tidak memiliki gejala atau tanda penyakit. Obat untuk tuberkulosis laten biasanya di kombinasikan dengan obat antimikobakteri untuk mengobati tuberkulosis aktif atau laten.

  • Tuberkulosis, Profilaksis

Tuberkulosis profilaksis berfungsi untuk mengobati infeksi Mycobacterium tuberculosis. Obat antibiotik ini digunakan untuk mengobati penyakit kompleks akibat mycobacterium avium pada pasien dengan HIV. Obat ini juga mengobati beberapa jenis penyakit yang disebabkan Mycobacterium avium, kusta.

Cara Kerja Turunan Hidrazida

Turunan hidrazida bekerja dengan membentuk kompleks enzim oxyferrous dan dapat menghambat sintesis asam mikolat. Asam mikolat merupakan komponen yang sangat penting yang ada pada dinding sel bakteri. Pada tingkat terapeutik, turunan hidrazida memiliki sifat bakteriosidal terhadap organisme Mycobacterium tuberculosis yang aktif berkembang.

Turunan hidrazida juga khusus sebagai penghambat InhA, enoyl reductase dari Mycobacterium tuberculosis. Obat ini sangat mudah diserap setelah pemberian oral dengan metabolisme pertama. Penyerapan menjadi berkurang setelah pemberian makanan dengan dimetabolismekan pada hati.

Contoh Obat Turunan Hidrazida

Isoniazid adalah antibiotik yang ada pada turunan hidrazida untuk pengobatan infeksi mikobakteri yang sering digunakan dengan obat lain (antimikobakteri) untuk mengobati tuberkulosis aktif dan laten. Obat antibakteri juga digunakan untuk tuberkulostatik.

Isoniazid yang merupakan obat bakterisida aktif berfungsi melawan organimse Mycobacterium, khususnya M. tuberculosis , M. bovis dan M. kansasii. Obat ini termasuk obat yang sangat manjur tetapi tidak dapat melawan mikroorganisme lain. Isoniazid memiliki sifat bakterisida jika terdapat mikobakteri tumbuh dengan cepat. Akan tetapi, akan bersifat bakteriotatik jika tumbuh dengan sangat lambat.

Dalam pengobatan tuberkulosis, turunan hidrazida yaitu isoniazid dapat dikombinasikan dengan obat antibiotik lain seperti ethambutol, pyrazinamide, atau rifampicin. Isoniazid juga digunakan untuk pengobatan infeksi tuberkulosis laten yang belum berkembanga. Kondisi penyakit ini biasanya terjadi bagi mereka yang memiliki riwayat tuberkulosis aktif, penderita HIV/AIDS, dan fibrosis paru.

Obat dengan kandungan rifampisin dan isoniazid digunakan untuk mengobati tuberkulosis paru. Obat ini untuk pengobatan fase perawatan awal dan lanjutan. Untuk pengobatan awal bagi tuberkulosis aktif, yang sangat rentang terhadap obat selama 2 bulan dan pengobatan lanjutan selama 4 bulan sampai dengan 7 bulan.

Durasi pengobatan kisaran 6 sampai 9 bulan tergantung dengan dosis yang diberikan sesuai dengan jumlah total dosis oada durasi terapi. Pengobatan yang lebih lama dengan kurun waktu 12-24 bulan disebabkan M. tuberculosis dengan resisten terhadap obat.

Pasien pengobatan M. tuberculosis yang resisten terhadap obat isoniazid dan rifampisin TB yang resisten terhadap obat diwajibkan untuk terlebih dahulu berkonsultasi kepada dengan dokter ahli pengobatan tuberkulosis[14].

Efek Samping Turunan Hidrazida

Turunan hidrazida dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak di inginkan. Beberapa efek samping umum dari turunan hidrazida termasuk.

  • Ruam
  • Tes fungsi hati abnormal
  • Hepatitis
  • Neuropati perifer
  • Efek ringan pada sistem saraf pusat (SSP)
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Lemas
  • Tidak nafsu makan
  • Diare

Keamanan dalam penggunaan turunan hidrazida (isonaizid) selama kehamilan masih belum di ketahui. Dan untuk ibu menyusui, penggunaan obat ini sangat aman. Untuk mengkonsumsinya yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Penggunaan turunan hidrazida dalam bentuk sirup dengan menggunakan sendok takar khusus untuk obat. Jangan menggunakan sendok lain karena dosisnya yang kurang tepat. Minum obat ini dengan jarak waktu yang di tentukan antara dosis satu dengan dosis berikutnya.

Turunan hidrazida jika di konsumsi harian, minum pada jam yang sama untuk setiap harinya. Jika di konsumsi mingguan, konsumsi obat ini pada hari yang sama.

Sebelum menggunakan turunan hidrazida, lakukan pemeriksaan fungsi hati dengan rutin. Dengan begitu, dokter akan mengetahui terlebih dahulu bila ada masalah dalam gangguan fungsi hati. Dokter juga menyarankan untuk mengkonsumsi vitamin B6 selama menggunakan obat ini.

Untuk penyimpanan obat ini dapat disimpan pada suhu ruangan dan di dalam wadah yang tertutup untuk menghindari paparan sinar matahari.

fbWhatsappTwitterLinkedIn