Thursday, March 21, 2019

Trikinosis

Trikinosis merupakan sebuah keadaan di mana seseorang terkena infeksi parasit berupa cacing yang bernama Trichinella spiralis. Cacing parasit ini bertahan hidup pada umumnya di dalam tubuh babi, khususnya di dalam ususnya. Bukan hanya babi, beberapa hewan lainnya pun diketahui berkemungkinan besar mengandung parasit cacing ini di dalam tubuh mereka, hanya saja kebanyakan dijumpai pada usus babi atau daging beruang.

Siapapun dapat terkena penyakit ini terlepas dari berapapun usianya dan apa jenis kelaminnya. Ketika seseorang mengonsumsi daging hewan yang di dalam tubuh hewan tersebut terdapat cacing parasit Trichinella spiralis dan daging pun tak dimasak hingga matang, akan besar kemungkinan terkena serangan infeksi.

Gejala

Dari sejak pertama seseorang terinfeksi, pada beberapa kasus gejala bisa langsung nampak, namun di sejumlah kasus lainnya justru tak ada gejala sama sekali. Hanya saja, kita perlu tetap waspada sebab dalam waktu seminggu sedari infeksi awal, cacing parasit dapat masuk pada jaringan otot kita dan dari situlah gejala menjadi jelas apa yang dikeluhkan.

Berikut di bawah ini merupakan gejala yang muncul pada fase di mana larva masih ada di dalam usus sehingga bila mengalami keluhan-keluhan berikut, segeralah untuk bertindak cepat memeriksakannya ke dokter.

Selain dari gejala-gejala yang sudah disebutkan, masih ada gejala lanjutan di mana tanda-tanda di bawah ini kemungkinan dialami oleh penderita sewaktu larva telah masuk ke jaringan otot seperti yang sebelumnya telah dibahas. Gejala yang dimaksud berhubungan erat dengan kondisi otot walau ada pula keluhan lainnya seperti:

  • Sakit kepala
  • Nyeri pada otot
  • Sendi pegal-pegal
  • Batuk
  • Ruam yang muncul tanpa alasan
  • Sensitivitas terhadap cahaya meningkat
  • Wajah membengkak
  • Area mata bengkak
  • Demam tinggi
  • Tubuh panas dingin
  • Mata memerah
  • Gangguan koordinasi tubuh
  • Gangguan pada paru-paru
  • Rasa haus yang berlebihan atau dehidrasi
  • Infeksi mata persisten
  • Tubuh menggigil

Gejala-gejala yang sudah disebutkan ini dapat dialami penderita selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan tergantung dari tingkat keparahan kondisi penderita. Sementara itu, tingkat keparahan gejala ditentukan oleh banyaknya larva yang masuk ke dalam tubuh serta tingkat kecepatan penyebaran serta perkembangannya selama ada di dalam tubuh kita.

Jangan sekali-kali membiarkan gejala yang menandakan bahwa larva sudah masuk ke dalam jaringan otot karena bila infeksi bertambah serius, kematian adalah akibatnya. Segeralah ke dokter apabila memang sudah merasakan gangguan pencernaan yang disertai dengan pembengkakan wajah serta area mata berikut juga otot yang nyeri pasca mengonsumsi daging babi maupun daging hewan lainnya.

Penyebab dan Diagnosa

Cacing parasit Trichinella spiralis adalah penyebab utama dari terjadinya trikinosis di dalam tubuh manusia dan memang pembawa parasit ini kebanyakan adalah babi serta hewan-hewan liar lainnya, seperti babi hutan, rubah, dan beruang. Hewan sendiri dapat terkena infeksi parasit tersebut ketika mereka memangsa atau memakan hewan lain yang sudah terinfeksi. Atau, hewan tersebut memakan sampah yang telah mengandung sisa daging yang sudah terkena infeksi.

Trikinosis dapat terjadi pada manusia yang memakan daging mentah dari hewan yang sudah terkena infeksi parasit. Makanan yang pengolahannya kurang matang bisa sangat berbahaya bagi tubuh pengonsumsinya dan ketika parasit ikut tertelan, peluang larva menuju usus terbuka lebar. Di sanalah larva menjadi dewasa dan bereproduksi.

Cacing-cacing betina lalu akan melepas larva mereka pada peredaran darah sehingga inilah yang menjadi jalan bagi para cacing untuk bermigrasi lewat pembuluh darah. Dari pembuluh darah tersebut mereka akan bisa memasuki jaringan otot dan menimbulkan gejala-gejala lebih serius seperti yang telah disebutkan. Cacing yang sudah ada di jaringan otot biasanya mampu bertahan hidup dalam waktu lama.

Beberapa faktor risiko yang wajib untuk diketahui sekaligus menjadi kewaspadaan bersama antara lain adalah:

  • Konsumsi daging hewan liar. Mengonsumsi daging yang berasal dari hewan liar jelas membuat tingkat infeksi bertambah tinggi. Seperti disebutkan sebelumnya, daging hewan liar seperti babi hutan, beruang, serta rubah adalah yang paling berbahaya walau daging hewan lainnya juga dapat membahayakan tubuh.
  • Proses pengolahan makanan yang kurang tepat. Daging setengah matang atau justru masih mentah sama sekali sebaiknya dihindari karena meningkatkan risiko terkena trikinosis.
  • Tempat tinggal ada di area pedesaan. Daripada orang-orang yang tinggal di perkotaan, orang-orang yang merupakan penduduk desa justru lebih sering mengalami trikinosis.

Apabila gejala telah dialami, maka memang sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter untuk menempuh beberapa prosedur diagnosa demi benar-benar menemukan penyebab dari trikinosis. Pada umumnya, langkah-langkah pemeriksaan inilah yang dokter akan lakukan supaya mampu memberikan penanganan terbaik bagi penderita trikinosis.

  • Memeriksa riwayat kesehatan penderita. Dokter tentunya ingin memastikan apakah memang gejala yang dialami disebabkan oleh cacing parasit Trichinella spiralis. Maka, dokter akan menanyakan tentang gejala-gejala yang dirasakan dan sudah berapa lama Anda mengalaminya.
  • Tes diagnostik. Ada kemungkinan pula bahwa dokter akan melakukan tes diagnostik tertentu dengan tujuan sebagai penentu apakah memang ada cacing parasit yang hidup di dalam jaringan tubuh pasien.
  • Tes darah. Pengambilan sampel darah juga penting dalam hal ini di mana darah yang diambil akan diuji apakah benar tubuh pasien sedang terserang trikinosis. Kadar sel darah putih serta antibodi terhadap parasit juga menjadi indikator akan adanya infeksi pada tubuh yang berasal dari cacing parasit Trichinella spiralis.
  • Biopsi otot. Apabila tes darah kurang membantu dan justru kurang meyakinkan dokter dalam membuat diagnosa, biasanya dokter bakal melakukan biopsi otot. Selama biopsi otot dilakukan, dokter bakal menganalisanya agar mampu mengetahui apakah ada cacing parasit Trichinella spiralis.

Pengobatan

Meski dilihat dari gejala pada waktu larva sudah sampai pada jaringan otot cukup menakutkan dan mengganggu penderitanya, nyatanya penyakit trikinosis tak selalu memerlukan perawatan maupun pengobatan Trichinella spiralis khusus. Infeksi parasit ini dapat pulih dan sembuh sendiri tanpa harus diobati. Namun untuk kasus seperti ini, pada umumnya butuh beberapa bulan untuk melihat kemajuan kepulihan penderita.

Ada beberapa kasus di mana trikinosis tak memerlukan pengobatan apapun dan berhasil sembuh dengan sendirinya, namun memang lebih banyak kasus seringnya diobati dengan pengobatan khusus untuk mengatasi gejala serta membuat komplikasi bisa dicegah untuk terjadi. Obat antiparasit adalah yang biasanya diresepkan oleh dokter dengan tujuan utama mengobati infeksi. Sementara itu, steroid juga dapat diresepkan sebagai pengendali inflamasi berikut juga obat pereda nyeri untuk otot yang terasa sakit.

Adakah komplikasi yang dapat terjadi?

Ya, ada beberapa kondisi risiko komplikasi yang dapat terjadi pada penderita trikinosis walau memang termasuk jarang terjadi. Ketika infeksi sudah pada tahap yang sangat parah, barulah kemungkinan komplikasi jauh lebih besar, yakni seperti:

Itulah sepintas informasi mengenai trikinosis mulai dari gejala-gejalanya yang perlu diwaspadai, penyebab dan faktor risiko untuk diketahui, serta cara mengobati sekaligus risiko komplikasi yang sepatutnya dicegah. Untuk mencegahnya, ketahui cara penularan cacing Trichinella spiralis, serta makanlah makanan yang sehat dan hindarilah konsumsi daging dalam bentuk pengolahan setengah matang atau mentah, khususnya bila daging tersebut dari hewan liar.

No posts to display

Recommended