Atlet Rusia Margarita Plavunova Meninggal Saat Latihan, Apakah Serangan Jantung?

95

Margarita Plavunova, seorang atlet atletik yang berasal dari Rusia dikabarkan ambruk di tepi jalan saat sedang latihan dan kemudian meninggal dunia. Atlet lari gawang berusia 25 tahun ini dilansir dari Mirror ditemukan sudah tak bernyawa yang diduga akibat dari serangan jantung di waktu masih sesi latihan.

Jasadnya didapati berada di tepi jalan Distrik Morshansky, daerah Oblast Tamblov, Rusia Barat. Dugaan utama alasan dibalik kematiannya adalah serangan jantung mendadak. Seperti kita ketahui, beban latihan seorang atlet termasuk sangat berat sehingga hal seperti ini dapat menimpanya. Risiko kematian secara tiba-tiba juga jauh lebih berisiko terjadi pada orang yang jantung serta parunya sudah memburuk.

Para penderita jenis-jenis penyakit jantung memang tak seharusnya melakukan latihan fisik terlalu berat dan berlebihan karena jantung otomatis dipaksa untuk bekerja ekstra. Ketika dipaksakan apalagi dengan persiapan yang kurang, henti jantung atau cardiac arrest dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tanda paling umum ketika henti jantung akan terjadi adalah fenomena hit the wall, yakni ketika tubuh kehabisan cadangan energi baik itu pada glikogen hati dan glikogen otot sehingga memperberat langkah dan gerakan kita. Untuk mengatasi hit the wall ini, dr Jack Pradono Handojo, MHA dari Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia) menyarankan beberapa hal, seperti:

  • Mengonsumsi energi bar tapi yang karbonya sederhana karena produk ini adalah produk energy-dense dengan kadar kalori yang besar.
  • Saat hit the wall terjadi, alangkah baiknya tidak lanjut berlari, tapi justru berjalan kaki dulu sejenak.
  • Usai berjalan kaki sebentar, lanjutkan dengan berlari tapi menurunkan kecepatan (kecepatan dijaga tetap rendah lebih dulu), ulangi langkah ini beberapa kali.

Menurut sang dokter dilansir dari laman Detik Health, pencegahan kematian saat sedang latihan fisik sebenarnya seharusnya bisa dilakukan dan hal-hal yang tak diharapkan pun bisa dihindari. Tanda-tanda itu selalu ada, oleh karena itu berhenti olahraga dan memerhatikan gejala yang timbul sangat penting daripada melanjutkannya dan merugikan diri sendiri.

Selama aktivitas fisik dilakukan, selalu pastikan kalau tubuh tidak dehidrasi. Minumlah cukup sebelum, saat dan usai latihan ditambah pertimbangkan suhu, tingkat kelembaban lingkungan tempat latihan fisik, serta intensitas olahraga itu sendiri. Pengecekan kesehatan tentu sangat penting untuk dilakukan lebih dulu sebelum melakukan sesi latihan, begitu juga usai latihan.