Sunday, January 20, 2019
Home Kulit dan Kelamin Tinea Kruris

Tinea Kruris

Penyakit Trinea cruris merupakan sebuah penyakit dimana disebabkan oleh suatu infeksi jamur atau fungi. Penyakit ini mempunyai nama lain jock itch. Penyakit trinea cruris biasanya menjangkit pada kulit manusia pada bagian paha dalam, sekitar kelamin dan pada bagian bokong. Infeksi jamur ini bisa saja menyebar melewati pemakaian handuk ataupuun pakaian dimana handuk atau pakaian tersebut sudah terkontaminasi oleh jamur tersebut ataupun juga melalui konak langsung pada penderita penyakit trinea cruris.

Penyakit trinea cruris juga sering dikenal oleh sebagian orang dengan nama penyakit kurap dimana penyakit kurap ini terjadi pada area selakangan. Trinea cruris bisa dikenal juga sebagai jock itch karena penyakit trinea cruris sering sekali dialami atau dijangkit oleh seseoang yang mengalami atau memiliki keringat yang berlebih. Seseorang yang memliki kepribadian kurang bersih atau jorrok dan seseorang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas memiliki potensi yang lebih banyak untuk terjangkit penyakit trinea cruris ini hal ini dikarenakan pada kondisi tersebut pertumbuhan kurap yang terjadi pada selakangan akan menjadi lebih subur. Walaupun penyakit trinea cruris bukan termasuk penyakit kulit yang berbahaya namun jika dibiarkan tentu akan menyebabkan rasa yang amat sangat tidak nyaman dan tent sangat menganggu aktifitas pada penderita tersebut.

Gejala

Dalam mengetahui bahwa seseorang terjangkit atau terkena suatu penyakit seseorang akan merasakan sebuah anda-tanda yang menandakan suatu jenis penyakit yang diderita, begitu pula degan penyakit trine cruris ini, seseorang yang terjangkit penyakit trinea cruris akan mengalami suatu gejala.

1. Kulit berwarna merah.

Seseorang yang terjangkit penyakit trinea cruris ini akan mengalami sebuah gejala awal yaitu perubahan warna kulit menjadi kemerahan diimana berbentuk setengah lingkaran yang menyebar dari lipatan pangkal paha hingga paha pada bagian atas. Kondisi kemerahan pada kulit ini biasanya akan diikuti dengan sedikit rasa gatal pada penderita. Walauupun kondisi ini terbilang masih umum ataupun biasa namun penderita sebaiknya idak mengabaikan kondisi ini artinya penderita harus harus segera menangani kondisi tersebut dengan meminta obat kepada dokter agar kondisi tersebut tidaklah semakin memburuk.

baca juga : penyebab kulit gatalmacam macam penyakit kulitpenyebab bintik merah di kulit

2. Lepuhan-lepuhan kecil.

Kondisi melepuh pada kulit khususnya terjadi pada piinggiran lesi yang sring kali selau diikuti dengan rasa gatal dan hampir selau diikuti dengan rasa terbakar pada kulit. Kondisi ini akhirnya sering menjadikan kulit menjadi bersisik ataupun kulit akan terkelupas. Bekas pada kulit yang trekelupas lama kelamaan akan mengering dan membentuk sebuah kerak lalu lama kelamaan akan memunculkan sebuah rua merah yang akan berubah menjadi cokelat dan akhirnya akan menghitam, kemudian setelah beberapa lama akan timbul kerutan-kerutan kulit yang terjadi pada area kulit yang pernah terinfeksi oleh jamur atau fungi ini.

Dalam kondisi trinea cruris yyang cukup parah biasanya penderiita tidak hanya mengalami epuhan lepuhan kecil namun sering kali juga mengalami lepuhan-leuhan yang cukup besar dan lepuhan tersebut biasanya berisi sebuah cairan, dimana cairan tersebut akan berbau busuk dan amis yang tentunya akan menimbulkan bau yang cukup tidak sedap. Tidak hanya menimbulkan bau busuk cairan ini ternyata juga bisa menimbulkan noda pada pakaian dalam yang terkena oleh pecahan lepuhan tersebut.

3. Timbul garis-garis lecet yang bersisik.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa pada kondisi seseorang yang terkena penyakit trinea cruris ini akan menimbulkan rasa gatal dan rasa seperti terbakar pada penderitanya sehingga lama kelaman jika digaruk akan menyebabkan kulit yang mengelupas dan bersisik pada area yang terkena infeksi. Kondisi inilah yang kahirnya akan menimbulkan garis-garis lecet yang bersisik. Selain penyakit ini penyakit yang menimbulkan sisik lain adalah penyakit dermatis seboroik dan psoriasis.

Penyebab

Jika sebuah penyakit dikaji secara nalar ataupun logiika ada penyakit pasti ada penyebab. Begitu pula yang terjadi pada penyakit Tinea Cruris penyakit ini juga memiliki penyebab sehingga dapat diderita oleh seseorang. Penyebab utama dari penyakit tinea cruris adalah jamur dimana jamur tersebut dapat terbagai lagi yaitu Trichopyton rubrum, Epidermopython fluccosum, Trichopyton mentagrophytes, Trichopython tonsurans. Penyebab lain dari adanya penyakit tinea cruris ini kan dijelaskan sebagai berikut.

  • Jamur – Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa penyakit tinea cruris merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi suatu jamur. Seseorang yang menderita tinea cruris bisa saja tertular oleh penderita penyakit tinea cruris yang lain Penularan ini bisa saja melaui handuk atauppun sebuah pakaian yang sudah terkontaminasi oleh seseorang yang terkena penyakit tinea cruris secara langsung. Sehingga penyakit inni sering kali ditemukan terjadi oleh anak kos, karena biasanya pada anak kos sering terjadi pemakaian handuk secara bersamaan sehingga meningkatkan resiko untuk terjangkit penyakit tinea cruris ini. Perlu diketahui pula banyak penyebab jamur kulit, bahkan tidak hanya jamur pada kulit saja tetapi penyebab jamur kuku juga perlu diwaspadai, karena salah satu penyebab tinea cruris adalah karena adanya jamur yang terinfeksi.
  • Kutu air – Ternyata kutu air juga bisa menjadi sebuah faktor penyebab seseorang terkena penyakit tinea cruris. Kutu air bisa menjadi faktor penyebab tinea cruris karena dalam kutu air bisa saja terjadi infeksi yang mungkin saja infeksi tersebut akan menyebar dai kaki sampai ke pangkal paha. Banyak cara pula yang dapat dilakukan untuk cara mengatasi kutu air salah satunya dengan menggunakan obat kutu air baik itu pada kaki, tangan, paha dan bagian lainnya.
  • Tubuh yang lembab – Tubuh yang lembab bisa menjadi faktor penyebab adanya tinea cruris karena jamur sangat suka tinggal atau berkembang biak pada area tubuh yang lembab dan hangat seperti area bokong, paha bagian dalam, pangkal paha dll. Selain karena area yang lembab jamur juga suka karena lingkungan yang lembab seperti handuk yang kotor dan pakaian yang penuh dengan keringat.
  • Memakai celana dalam yang ketat. Dalam pemakaian sebuah pekaian khususnya pakaian dalam jika dipakai terlau ketat maka yang terjadi adalah kurangnya udara yang masuk dalam area tersebut sehingga pada area tersebut akan menjadi lembab dan akan mengakibatkan munculnya berbagai jamur yang bjisa saja akan manjadi infeksi dan mengakibatkan tinea cruris.
  • Menggunakan kamar mandi umum. Penggunaan suatu fasilitas umum apalagi kamar mandi umum akan meningkatkan resiko untuk seseorang terkena sebuah penyakit khususnya penyakit tinea cruris. Penggunaan kamar mandi umum akan meningkatkan resiko penularan penyakit karena bisa saja dalam kamar mandi umum juga dpakai oleh seseorang yang mempunyai penyakit tinea cruris ini.
  • Mengidap penyakit kulit lain – Hampir sebagian besar penyakit kulit pasti disebabkan oleh suatu jamur namun adapula yang disebabkan oleh bakteri. Adanya bakteri atau jamur lain ini juga bisa memicu sebuah infeksi apalagi jika terjadi pada area selakangan yang kahirnya akan menyebabkan penyakit tinea cruris. Hal ini akan lebih parah jika diikuti dengan kondisi tubuh yang lemah.
  • Berkelamin pria – Walaupun wanita juga mudah terjangkit namun resiko lebih besar bisa terjadi oleh pria hal ini mungkin dipicu oleh pola hidup seorang pria yang cenderung lebih jorok dibanding wanita yanglebih mengedepankan kebersihan.
  • Kelebihan berat badan – Kelebihan berat badan atau yang sering dikenal dengan obesttias juga bisa memicu addanya penyakit tie cruris kaena dalam kondisi kelebihan berat badan seseorang kan menjadi lebih meningkat dalam memproduksi keringat sehingga kulit seseorang tersebut kan menjadi lebih lembab dimana kondisi lebab tersebut jamur kana lebih senang untuk hidupa atau berkembang biak.

Diagnosis Tinea Cruris

Dalam melakukan sebuah diagnosa kepada penderita untuk mengetahui adanya penyakit triko cruris ini dokter tidak akan menggunakan cara yag terlalu selit tidak seperti pada diagnosa yang dilakukan pada penyakit lain. Dalam penyakit tinea cruris dokter cukup menanyakan beberapa hal saja yang terkait dengan riwayat penyakit sang penderita dan menanyakan beberapa gejala yang telah dialamai atau dirasakan oleh penderita. Setelah itu dokter akan memeriksa kondisi fisik yang terlihat dari kitakhususnya pada kulit yang mengalami ifeksi kemudian dokter akan mengambil sampel tersebut pada kulit yang mengelupas dan kemudian sampel tersebut akan diperiksa oleh dokter melaui mikroskop. Dan baru setelah itu dokter akan bisa memastikan kepada pasien apakah pasien tersebut benar-benar terkena penyakit tinea cruris.

Pengobatan

Walaupun peyakit tinea cruris bukanlah penyakit yang berbahaya namun penyakit ini tentu memerlukan pengobobatan agar tidak menghasilkan kondisi yang lebihh buruk nantinya. Beruntung penyakit tinea cruris ini bisa terbilang mudah dalam pengobatannya. Pengobatan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

Dalam melakukan pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh infeksi ini kita bisa menggunkan beberapa produk yang terjual ditoko-toko obat seperti dengan bedak gatal, salep oles kulit, obat semprot, losion anti jamur.Dalam penggunaan obat oles dapat menggunakan jenis allylamine atau jenis azole dimana obat tersebut dapat lebih bisa menghentikan pertumbuhan sel jamur selain itu juga bisa menggunakan krim hidrokortison 1% yang bisa dugunakan untuk mengatasi rasa gatal pada penderita. Namun obat-obat tersebut hanyalah obat yang meredakan atau meringankan kondisi saja artinya penyakit tinea crurs bisa saja muncul kembali. Untuk menceganya agar tidak muncul kembali haruslah menggnakan pemaian obat yang lebih intensif artinya harus sering digunakan contohnya harus menggunkan 2 kali sehari selama kurun waktu 10 hari, walaupun pemakaian cara tersebut hanyalah untuk kondisi penyakit tinea cruris yang belum parah. Jika penyakit tinea cruris anada sudah parah maka anda harus segera melakukan pengobatan dengan bantuan dokter.

Yang lebih berbahaya lagi jika penyakit anada teryata sudah mengalami komplikasi sehingga akhirnya anda akan mengalami radang kulit. Untuk mengatasinya anda harus meminta bantuan doter akan dilakukan pemeriksaan yang intensif sehingga dokter akan memberkan obat yang lebih cocok untuk anda seperti salep atau krim anti jamur namun lebih kuat untuk membasmi jamur tersebut dan bisa juga dengan menggunakan krim stroid namun dalam penggunaan krim ini harus mematuhi anjuran dkter karenna jika salah dalam penggunaan bisa menimbulkan efek samping serta menghambat sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan

Walaupun penyakit tinea crusis bukan penyakit yang terlalau berbahaya namun tentu lebih baik jika kita tidak mengidapnya, maka dari itu ada beberapa hal yang bisa mengurangi resiko untuk terkena penyakit tinea cruris ini.

  1. Tanggap untuk mengatasi penyakit kulit lain – Karena suatu penyakit kulit lain dapat memicu adanya penyakit ini maka pada saat anda mengetahui terkena suatu penyakit kulit anda harus segera mengobatinya agar tidak sampai ada penyakit tinea cruris ini.
  2. Jangan menggunakan pakaian tebal terlalu lama – Dikarenakan pakaian tebal bisa memicu area lembab untuk berkembang suattu jamur maka lebih baik jika dalam penggunaan pakaian tebal dilakukan secara tidak lama apalagi jika dalam kondisi cuaca yang panas.
  3. Mandi setelah mengeluarkan keringat yang berlebih – Keringat yang berlebih juga bisa memicu area lembab untuk berkembang suatu jamur maka jika anda mengeluarkan keringat yang berlebih apalagi setelah selesai berolahraga anda harus segera mandi untuk membersihkan tubuh anda. Yang paling penting adalah anda harus rajin mandi minimal 2 kali sehari agar tubuh anda selalu segar dan besih.
  4. Menggunakan barang miliki pribadi – Penggunaan barang secra massal atau bersamaan dapat memicu penularan penyakit apalagi penulran penyakit kulit maka dari itu lebih baik menggunakan perlatan pribadi saja.
  5. Menggunakan pakaian yang longgar –  Diarenakan peggunaan pakaian yang ketat apalagi selana dalam yang ketat dapat menimbulkan area yang lembab dimana area lembab merupakan tempat berkembang biak jamur maka lebih baik anda menggunakan pakaian yang longgar untuk melancarkan sirkulsi udara apalagi jika dalam aktifitas yang padat. baca juga – bahaya menggunakan celana ketat
  6. Mengeringkan tubuh setelah mandi – Pengeringan tubuh ini bertujuan untuk menghindari adanya area lembab pada tubuh sehingga jika anda setelah mandi anda harus mengeringkan tubuh dengan handuk yang bersih dan dipastikan dalam kondisi tubuh yang sudah benar-benar kering.
  7. Hindari penggunaan pakaian kotor – Penggunaan pakaian kotor atau pakaian yang berkeringat sangat berbahaya untuk rentan terkena penyakit kulit seperti tinea crusis, sehingga untuk mencegahnya anda harus rajin untuk beganti pakaian dan rajin untuk mencucui pakaian.
  8. Selalu menjaga kebersihan bagian pangkal paha – Dikarenakan penyakit tinea crusis sering terjangkit pada bagian tersebut maka anda harus lebih intesif untuk menjaga kebersihan pada area tersebut. Pastikan dalam area ini harus terjaaga kebersihannya serta kering tentunya hal ini dilakukan untuk menghindari dari penyakit tinea crusis.
  9. Meminimalisir penggunaan kamar mandi umum – Untuk mengindari adanya penuaran suatu penyakit khususnya tinea crusis anda harus meminimalisir penggunaan kamar mand umum karena bisa saja dalam kamar mandi umum juga dipakai oleh pengidap tinea crusis ini.

Sekian adalah penjelasan dari penyakit tinea crusis. Semoga kita bisa selalu menjaga pola kesehatan dan terhindar dari penyakit tersebut. agar hidup selalu sehat dan terbebas dari segala penyakit.

No posts to display

Recommended