Berapa Ukuran Kista yang Harus Dioperasi? Simak Penjelasannya

67

Penyakit kista dapat dialami oleh siapa saja, dan penyakit tersebut juga dapat tumbuh pada bagian tubuh manapun. Namun, penderita kista saat ini lebih didominasi oleh kaum wanita, dengan kasus tertinggi adalah kista ovarium. Kista sendiri merupakan kantung yang berisi cairan, yang seringkali muncul dikarenakan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Tumbuhnya kista sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan, bahkan dalam beberapa kasus kista dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun tidak semua kista bersifat jinak atau dapat sembuh sendiri, karena jenis-jenis kista cukup banyak dan setiap jenis memiliki dampak yang berbeda terhadap kesehatan tubuh. Kista fungsional biasanya memang tidak berbahaya, dan dalam beberapa bulan akan mengecil hingga akhirnya menghilang. Namun, untuk jenis kista organik biasanya membutuhkan tindakan operasi untuk menyembuhkannya. Dari seluruh kasus jenis kista tersebut, 5 persennya bersifat ganas dan dapat berkembang menjadi kanker.

Berapakah Ukuran Kista yang Harus Segera Dioperasi?

Kista yang berukuran kecil yaitu kurang dari 5 cm biasanya hanya akan membutuhkan observasi dan pemeriksaan rutin untuk memantau ukuran kista. Jika kista terus membesar dalam beberapa bulan hingga mencapai 5 cm atau, maka tindakan operasi akan diperlukan. Kondisi lainnya yang mengharuskan kista dioperasi yaitu sebagai berikut.

  • Ukuran kista yang terus membesar dengan cepat hingga lebih dari 5-6 cm.
  • Jumlah kista yang muncul lebih dari satu.
  • Gejala kista yang dirasakan semakin memburuk dan mengganggu aktivitas.
  • Wanita yang mengalaminya sudah masuk masa menopause. Jika tidak segera diangkat, kista dapat berpotensi menjadi kanker.

Metode Operasi Kista

Tindakan operasi untuk mengangkat kista dapat dilakukan dengan dua metode yaitu laparotomi dan laparoskopi. Laparotomi dilakukan dengan membuat sayatan besar lalu mengangkat kista kemudian sayatan ditutup dengan jahitan.Tindakan operasi ini membutuhkan masa penyembuhan yang lebih lama karena luka sayatan yang diberikan cukup besar, dan biasanya metode ini dipilih jika kista dianggap dapat berkembang menjadi kanker atau ukuran kista sudah sangat besar.

Sementara itu, laparoskopi dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk memasukkan laparoskop ke dalam perut. Laparoskop merupakan tabung yang terdapat kamera sehingga kondisi di dalam perut dapat terlihat dengan jelas. Setelah kista diangkat, maka sayatan akan ditutup dengan jahitan yang mudah larut. Tindakan operasi ini memungkinkan penyembuhan yang lebih cepat, bahkan bekas jahitan akan memudar.

Jika kista tidak dioperasi, dokter akan memberikan beberapa jenis obat-obatan seperti obat pereda nyeri, pil KB, cincin vagina atau obat-obatan untuk mencegah ovulasi sehingga diharapkan kista dapat mengecil dan menghilang. Kista yang menimbulkan gejala berat seperti mual, muntah, napas menjadi cepat, nyeri panggul hebat, sakit perut sebelah kanan bawah hingga pingsan, bisa jadi kista telah pecah dan ini dapat menyebabkan pendarahan yang cukup berat. Jika ini terjadi, penanganan harus segera dilakukan karena kista yang pecah dapat mengancam nyawa.