Home Featured Remaja 19 Tahun Ini Alami Kebutaan, Benarkah Karena Kecanduan Game?

Remaja 19 Tahun Ini Alami Kebutaan, Benarkah Karena Kecanduan Game?

by Erlita

Penggunaan gadget apalagi aktivitas main game dari smartphone berlebihan akhir-akhir ini memang menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri karena dianggap kurang sehat bagi mata. Kali ini, remaja asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara-lah yang alami masalah pada penglihatannya dan kemudian menjadi viral. Remaja usia 19 tahun bernama Surya Utama mengaku bahwa dirinya bisa main game online 5 jam sendiri dalam sehari.

Ia mengatakan pula bahwa aktivitas main gamenya tak selalu 5 jam karena kadang bisa cukup 3 jam saja, namun seringkali bermain sampai subuh (jam 2 atau 3 pagi). Dari kebiasaan inilah ia mengeluhkan masalah penglihatan yang dimulai dari akhir Mei 2019, yakni mata kemerahan, penglihatan menjadi buram, hingga sulit melihat sepenuhnya.

Namun sebenarnya, benarkah bermain game online di ponsel terlalu sering bisa membuat seseorang kehilangan penglihatannya secara total? Dokter dari Rumah Sakit Mata, SMEC (Sumatera Eye Center) dr Pinto Pulungan selaku dokter yang menangani Surya memberikan penjelasannya. Kebutaan remaja ini bukan semata-mata disebabkan oleh kebiasaan bermain game, melainkan disebabkan glaukoma.

Bahkan kemunculan penyakit glaukoma ini bukan disebabkan atau dipicu oleh pemakaian gadget. Menurut sang dokter, pasien remajanya ini memang murni menderita glaukoma namun sayangnya terlambat memeriksakan diri. Glaukoma sebenarnya bukan tanpa gejala juga, hanya saja mungkin Surya kurang menyadari sehingga ia tahunya tiba-tiba buta.

Bola mata yang mendapatkan tekanan terus-menerus dan bahkan tekanan yang terus bertambah bisa menyebabkan glaukoma karena saraf mata telah rusak. Jadi kebutaan ini tidaklah mendadak apalagi disebabkan langsung oleh pengaruh gadget atau aktivitas main game online. Lalu, apa sih gejala glaukoma yang bisa kita kenali dan waspadai?

  • Ukuran pupil kedua mata tampak tidak sama atau mengalami kelainan
  • Pandangan kabur
  • Saat melihat ke arah cahaya terang dapat menangkap adanya lingkaran mirip pelangi
  • Kehilangan penglihatan bagian samping

Sayangnya, penderita-penderita glaukoma tak menyadari adanya gejala apapun dan itulah kenapa sebagai cara menjaga kesehatan mata, penting memeriksakan penglihatan ke dokter spesialis mata sekali setahun. Inilah kondisi-kondisi yang sebaiknya langsung diperiksakan apabila dialami:

  • Mata mulai merasakan sakit
  • Mual
  • Muntah
  • Mata merah
  • Penglihatan makin menyempit

Umumnya, glaukoma diobati dengan meredakan gejala saja entah itu melalui pemberian obat tetes mata, terapi laser hingga langkah operasi apabila memang sudah parah dan dokter merasa perlu menyarankan ini. Pada kasus Surya, dokter mengatakan tak mampu menyembuhkan kondisi degeneratif tersebut sehingga langkah perawatan bertujuan menjaga fungsi penglihatan yang masih sisa saja.

You may also like