Badan Meriang Pinggang Sakit Tanda Penyakit Berbahayakah?

800

Gejala sakit pinggang atau lumbago merupakan nyeri yang terjadi di sekitar lumbar, antara cakram, jaringan, jaringan, otot serta saraf tulang punggung sampai organ tubuh di sekitar panggul perut. Sakit pinggang umumnya terjadi pada sekitar 80% orang dewasa antara usia 30 hingga 50 tahun dengan intensitas nyeri ringan sampai kronis. Beberapa penyebab sakit pinggang bisa terjadi karena gaya hidup yang menuntut seseorang duduk terlalu lama dan tidak diikuti dengan olaharaga, sering mengangkat beban terlalu berat, kecelakaan di sekitar pinggang dan lain sebagainya.

Sakit pinggang juga bisa terjadi karena otot, ginjal, tulang belakang dan saraf yang bisa menyebar dan akhirnya menimbulkan nyeri serta meradang sehingga badan meriang. Lalu, apa saja sebenarnya yang menyebabkan badan meriang pinggang sakit dan bagaimana cara mengatasinya?, simak artikel kali ini untuk mengetahui jawaban selengkapnya.

  1. Infeksi Saluran Kemih

Badan meriang disertai dengan sakit pinggang bisa terjadi karena penyakit infeksi saluran kemih atau ISK. Penyakit ISK yang membuat penderita mengalami gangguan pada sistem ekskresi seperti sering buang air kecil sedikit, terus menerus dan terjadi perubahan warna pada air seni menjadi kemerahan bisa menyebabkan gejala seperti sakit di area pinggang, badan meriang, nyeri perut, mual dan muntah dan juga sakit saat berkemih.

Cara Mengatasi :

Cara untuk mengatasi badan meriang disertai dengan sakit pinggang ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan asupan cairan seperti minum air putih sekitar 2 liter per hari sekaligus tidak menahan buang air kecil. Meningkatkan asupan cairan ini bertujuan untuk membilas kuman  pada saluran kemih penyebab badan meriang dan sakit pinggang tersebut dan juga bisa diatasi dengan minum antibiotik untuk infeksi saluran kemih.

  1. Batu Saluran Kemih

Batu saluran kemih, batu ginjal atau nefroliatisis adalah material keras seperti batu yang terbentuk pada ginjal berasal dari sisa zat limbah dalam darah yang disaring ginjal dan kemudian mengendap sekaligus mengkristal dari waktu ke waktu yang bisa terjadi karena mengkonsumsi makanan penyebab batu ginjal. Gejala batu ginjal yang paling umum terjadi adalah nyeri di area perut bagian samping, punggung bawah, pinggang selangkangan dan bahkan testis pada pria yang diikuti juga dengan meriang karena infeksi ketika batu ginjal melewati saluran kemih dan mengiritasi saluran tersebut.

Cara Mengatasi :

Untuk mengatasi batu saluran kemih ini bisa dilakukan dengan minum air putih jika ukuran batu ginjal masih kecil. Namun jika sudah terlalu besar, maka dibutuhkan penanganan medis lebih lanjut seperti:

  • Extracorporeal shock wave lithotripsy: Penghancuran batu ginjal memakai gelombang suara frekuensi tinggi.
  • Ureteroskopi: Pengangkatan batu ginjal memakai alat ureteroskop lewat uretra kemudian dihancurkan memakai laser sekaligus juga menjauhi pantangan kencing batu.
  • Bedah terbuka: Membuat sayatan di permukaan kulit punggung untuk mencairkan dan memecah batu ginjal.
  1. Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal atau pielonefritis yang merupakan salah satu jenis penyakit ginjal bisa terjadi karena bakteri yang berpindah dari kandung kemih menuju ginjal sehingga menimbulkan sensasi tidak nyaman, nyeri pinggang disertai dengan meriang karena infeksi tersebut. Infeksi ginjal sendiri umumnya terjadi karena komplikasi infeksi saluran kemih dimana wanita lebih berisiko terkena infeksi ginjal karena uretra wanita lebih pendek jika dibandingkan dengan pria.

Cara Mengatasi :

Untuk mengatasi infeksi ginjal ini, umumnya dokter akan memberikan beberapa jenis obat untuk mengatasi gejala dari infeksi ginjal seperti meriang dan sakit pinggang yakni:

  • Antibiotik oral: Seperti amoxicillin dan ciprofloxacin untuk mengurangi gejala infeksi.
  • Obat pereda nyeri: Untuk meredakan sakit, meriang dan sakit pinggang serta gejala lain akibat infeksi ginjal seperti paracetamol untuk mengatasi ciri ciri sakit pinggang karena ginjal.
  1. Fibromialgia

Fibromialgia merupakan penyakit kronis dimana penderita akan merasakan sakit di seluruh tubuh, otot kaku, gejala sakit pinggang, sakit kepala, meriang, kram perut yang bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak anak meski umumnya dialami seseorang berusia 30 sampai 50 tahun. Penyakit ini juga lebih sering dialami wanita jika dibandingkan dengan pria dimana tingkat keparahannya bervariasi antara satu penderita dengan penderita lain.

Cara Mengatasi :

Untuk mengatasi firbomialgia penyebab badan meriang disertai sakit pinggang ini bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti penggunaan beberapa jenis obat seperti obat pereda sakit tramadol atau paracetamol, antidepresan seperti venlafaxine dan duloxetine dan juga antikonvulsan seperti gabapentin.

  1. Gastritis

Gastritis merupakan lapisan lambung yang teriritasi, mengalami peradangan atau terkikis yang nantinya bisa menimbulkan berbagai gejala seperti meriang dan sakit pinggang. Selain itu, gastritis juga bisa menyebabkan banyak gejala lain seperti mual dan muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, kembung, gangguan pencernaan dan lain sebagainya. Jika tidak segera diatasi, maka beberapa komplikasi juga bisa terjadi seperti pendarahan lambung, tukak lambung dan juga kanker lambung.

Cara Mengatasi :

Gejala dari gastritis seperti sakit pinggang dan meriang bisa diatasi dengan beberapa obat yang biasanya diresepkan dokter untuk penanganan gastritis maag kronis seperti:

  • Penghambat histamin 2: Untuk meredakan gejala gastritis dengan cara menurunkan produksi asam lambung.
  • Penghambat pompa proton: Memiliki manfaat seperti obat penghambat histamin 2 namun terbilang lebih efektif.
  • Obat antasida: Untuk meredakan gejala gastritis khususnya sakit pinggang secara cepat dengan cara menetralisir asam lambung.

Badan meriang pinggang sakit bisa terjadi karena banyak faktor mulai dari kebiasaan buruk yang sering dilakukan, hingga sebagai beberapa gejala dari penyakit ringan maupun kronis. Mengingat ada begitu banyak hal yang bisa menyebabkan gejala ini, maka sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter untuk diagnosis dan pengobatan lebih tepat.