Monday, May 27, 2019

Zoophobia

Phobia merupakan sebuah rasa takut yang dirasakan secara berlebihan terhadap suatu benda atau fenomena yang dapat berpengaruh pada emosi seseorang yang mengalaminya. Bahkan manusia pun diketahui mempunyai predisposisi genetik untuk takut terhadap hewan tertentu yang bisa kita sebut dengan zoophobia. Sifat dan penampilan hewan tertentu bukanlah penyebab utama, namun ada kaitannya dengan faktor yang mampu membangkitkan rasa takut itu sendiri.

Penyebab

Zoophobia tentunya tidak terjadi begitu saja, ada beberapa faktor yang memiliki peran yang menjadikan risiko zoophobia menjadi lebih besar. Berikut di bawah ini adalah sejumlah faktor yang perlu diketahui.

  • Pengalaman Traumatis – Penyebab yang menjadikan seseorang dapat mengalami ketakutan terhadap hewan tertentu adalah trauma yang sempat ia alami sebelumnya di mana tentunya berhubungan erat dengan hewan, khususnya saat orang tersebut masih berusia kanak-kanak. Kemungkinan trauma tersebut muncul karena dulu pernah diserang atau dilukai oleh hewan tertentu tersebut. Bahkan walau hanya melihat seseorang diserang karena hewan pun bisa saja meninggalkan trauma pada diri seseorang yang akhirnya mengembangkan zoophobia.
  • Evolusi Manusia – Faktor yang dianggap menjadi faktor utama akan terjadinya perkembangan zoophobia pada seorang manusia adalah evolusi manusia di mana hewan sendiri juga sejak peradaban yang paling awal telah dianggap berbahaya. Ada kaitan erat hal ini dengan mekanisme pertahanan alami yang para manusia kembangkan sebagai kelangsungan hidup mereka dalam melawan hewan. Beberapa hewan tertentu mendapatkan sebuah tempat di beberapa keluarga manusia, namun kebanyakan tidak. Namun ada beberapa orang yang memiliki ketakutan di mana rasa takut ini ada hubungannya dengan gen kita sendiri yang bisa menjadi berlebihan dan menjadi pengembang risiko zoophobia.

Apakah zoophobia termasuk kondisi umum?

Jenis phobia satu ini tergolong umum karena zoophobia sendiri merupakan rasa takut berlebihan pada hewan dan bukan spesifik terhadap hewan tertentu. Menurut sebuah studi hasil penelitan, wanita lebih banyak mengalami zoophobia dengan persentase 12,1 persen, sedangkan pria hanya memiliki persentase setinggi 3,3 persen. Dibandingkan dengan orang dewasa atau orang tua, usia yang lebih mudah malah justru lebih berisiko tinggi mengalami ketakutan berlebih terhadap hewan.

Phobia terhadap hewan apa saja yang paling banyak dialami oleh orang-orang? Menurut hasil data studi, berikut ini merupakan daftar dari zoophobia yang paling umum diderita oleh orang-orang.

  • Phobia laba-laba atau ketakutan berlebih terhadap hewan laba-laba, disebut dengan istilah arachnophobia – 34%
  • Phobia ular atau ketakutan berlebih terhadap hewan ular, disebut juga dengan ophidiophobia – 22%
  • Phobia tikus atau ketakutan berlebih terhadap tikus, disebut juga dengan musophobia – 15%
  • Phobia serangga atau ketakutan berlebih terhadap serangga, disebut dengan istilah entomophobias – 11%

Meski telah diketahui penyebab pastinya, ada beberapa faktor juga yang diketahui dapat turut memperbesar risiko zoophobia. Seperti sudah disebutkan sepintas sebelumnya, zoophobia lebih sering dan banyak dialami oleh wanita serta anak-anak walau memang ada kemungkinan untuk kondisi ini terjadi pada segala umur. Phobia dapat makin menjadi-jadi dan makin buruk apabila penderita zoophobia memiliki riwayat gangguan kecemasan atau adanya gangguan kesehatan mental lainnya.

Gejala

Setelah menyimak sedikit akan apa yang menjadi penyebab dari zoophobia, penting juga untuk mengetahui serta mengenali apa saja yang menjadi gejala pada penderita zoophobia. Berikut ini merupakan beberapa gejala umum zoophobia yang patut diwaspadai.

  • Ada rasa ketakutan yang intens dan persisten ketika melihat hewan tertentu. Bahkan sebuah gambar pun mampu memicu rasa cemas dan takut berlebihan pada beberapa kasus.
  • Menghindari sebisa mungkin tempat-tempat yang dapat dijumpai hewan yang membuat kita takut, seperti halnya kebun binatang.
  • Menyadari bahwa ketakutan yang dialami adalah suatu hal irasional, terkecuali pada anak-anak.
  • Nafas menjadi lebih cepat atau menderu.
  • Berteriak adalah suatu reaksi langsung ketika melihat hewan tertentu, bahkan disertai dengan menangis serta sambil berusaha lari atau kabur.
  • Beberapa kasus, penderita bakal hanya berdiri atau diam mematung saat melihat hewan yang ditakuti.
  • Terkena serangan panik yang ditandai dengan susah bernapas, berkeringat, mual, gemetaran, perut tak enak, pusing, detak jantung berdebar kencang, muntah, bahkan bisa sampai pingsan.
  • Terus muncul pikiran atau bayangan bahwa hewan yang dijumpai akan menyerang.

Zoophobia merupakan suatu kondisi yang tak hanya dialami pada waktu seseorang dihadapkan pada obyek ketakutannya, namun ia akan dapat merasa ketakutan bahkan ketika hanya memikirkan hewan itu. Ketika sudah begitu, maka segerala untuk ke dokter supaya tidak makin memburuk nantinya.

Apa saja tes yang diperlukan untuk mendiagnosa zoophobia?

Tak ada pemeriksaan khusus yang perlu ditempuh oleh penderita gejala zoophobia karena segala gejala atau tanda yang nampak dari penderita sudah cukup untuk mendiagnosa sebuah kondisi phobia terhadap hewan. Karena zoophobia ini mampu memberikan pengaruh negatif terhadap kehidupan sang penderita sendiri, maka perlu untuk mengidentifikasinya dari awal agar lebih gampang untuk menanganinya.

Pengobatan

Setelah terdiagnosa dan penderita positif mengalami zoophobia, maka beberapa cara untuk menangani masalah kesehatan mental ini bisa dilakukan dengan beberapa langkah seperti berikut.

Terapi satu ini memang diketahui sebagai cara modifikasi perilaku sekaligus pikiran seseorang melalui sesi konseling dengan seorang terapis secara rutin. Dalam konteks zoophobia ini, maka terapis akan membantu penderita untuk melawan ketakutan terhadap hewan tertentu dengan mencoba memahami pemikiran dan perasaan penderita.

Terapislah yang akan memandu penderita untuk melakukan pemahaman lebih dulu dan barulah penderita diajak untuk membangun perilaku positif. Ada sesi sharing rutin yang perlu penderita ikuti supaya mampu melepaskan stres serta kegelisahannya yang berkaitan dengan hewan. Cara inilah yang pas untuk mengembangkan rasa percaya diri dalam menghadapi ketakutan terhadap hewan tertentu.

  • Terapi Eksposur dengan Metode Relaksasi

Metode ini adalah perawatan psikoterapi atau terapi psikologis untuk depresi juga yang termasuk efektif bila penggunaannya dilakukan untuk menangani masalah phobia yang spesifik. Pada terapi ini, penderita harus menahan situasi tertentu yang membuatnya takut, dalam hal ini tentunya melibatkan hewan.

Ada terapis juga yang sudah ahli dan akan membantu penderita melakukan teknik relaksasi untuk mampu mengendalikan pernapasan, meditasi, serta visualisasi mental supaya kecemasan saat menjumpai hewan yang ditakuti bisa teratasi dengan baik. Tujuan utama dari terapi ini pun supaya penderita mampu membangun toleransi terhadap ketakutan mereka sendiri.

  • Obat-obatan

Pemberian obat dilakukan ketika memang zoophobia sudah termasuk dalam kondisi parah atau serius. Obat yang diberikan bertujuan untuk mengendalikan rasa takut serta cemas yang bisa sampai berlebihan. Obat antikecemasan dan obat anti depresi adalah yang pada umumnya penderita konsumsi supaya mampu menyeimbangan serotonin. Ini karena serotonin merupakan zat kimia dalam tubuh manusia yang berperan sebagai pengendali emosi dan suasana hati seseorang.

Cara Pencegahan Zoophobia

Zoophobia pada dasarnya bisa dicegah, namun tentunya saat masih di tahap awal, yakni dengan bantuan profesional kesehatan serta kemauan diri sendiri. Penderita pun dalam hal ini perlu melakukan pemrograman ulang akan pikirannya sehingga menjadi lebih positif tentang hewan. Penderita zoophobiapun perlu menjauhi tekanan agar dapat mengatasi rasa ketakutannya.

Seorang terapis profesional akan membantu penderita dalam menangani phobia terhadap hewan dengan cara menghadapi segala kecemasan dan kekhawatiran yang melanda diri penderita. Dari situ, penderita akan belajar pula untuk menciptakan visualisasi mental serta mengambil tindakan positif. Dukungan dari orang-orang terdekat secara psikologis pun amat penting agar tekanan emosional berikut kondisi phobia itu sendiri bisa berkurang.

Zoophobia merupakan jenis phobia yang sebenarnya sama saja dengan jenis phobia lainnya, yakni ketakutan berlebihan, namun pada kasus ini adalah terhadap hewan. Dengan penanganan yang cepat dan kemauan diri untuk sembuh, maka ada jalan untuk menjadi lebih baik serta tak mudah takut lagi.

No posts to display

Recommended