Bipolar tentunya sudah tak asing lagi di telinga kita, apalagi kalau pernah mengetahui kabar pesinetron bernama Marshanda yang mengaku bahwa ia mengidap gangguan kesehatan ini. Sebagai salah satu kondisi depresi yang menggambarkan adanya perubahan suasana atau perasaan bersifat episodik dan kronis. Itu artinya, gangguan mood bisa datang dan hilang kapan saja.
Segala gejala bipolar syndrome tentu ada penyebabnya dan kali ini kita hendak mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan bipolar. Ada 3 kemungkinan faktor penyebab bipolar yang diketahui dan akan dibahas satu per satu di bawah ini agar Anda dapat secara jelas mengenalinya. Setelah mengenali penyebab dan gejala, tentu penanganan akan jauh lebih gampang.
(Baca juga: jenis gangguan mental pada anak – ciri-ciri psikopat)
Gangguan bipolar dapat juga dikaitkan dengan gangguan kepribadian di mana ini secara umum disebabkan oleh faktor turunan. Bila salah satu orang tua ada yang menjadi penderita gangguan bipolar, tentu sang anak akan memiliki risiko lebih besar untuk menderita penyakit tersebut 15-30 persen. Peluang anak menderita bipolar akan jauh lebih besar lagi kalau kedua orang tuanya mengidap gangguan tersebut.
Bila ada saudara kembar identik, salah satu saudaranya yang mengidap gangguan bipolar dapat mempunyai risiko tinggi mengembangkan bipolar lebih dari mereka yang kembar tapi tidak identik. Sudah diteliti pula bahwa persentasenya kurang lebih 10-15 persen keluarga dari penderita bipolar yang menderita 1 episode gangguan mood atau perubahan suasana hati.
(Baca juga: faktor penyebab lemah mental)
Penyebab lainnya yang juga diduga dapat menyebabkan seseorang mengalami bipolar adalah faktor lingkungan. Faktor eksternal lingkungan sangat dipercaya mampu mengembangkan gangguan bipolar. Dari faktor eksternal itulah dapat terpicu episode baru depresi dan segala ciri-ciri bipolar disorder yang sudah ada pun dapat menjadi lebih buruk.
Contoh faktor penyebab eksternal pada seseorang pengidap bipolar adalah hubungannya dengan orang lain, seperti kematian sahabat, merasakan putus cinta atau patah hati, atau bahkan justru karena jatuh cinta. Ada juga yang mengalami bipolar dikarenakan adanya peristiwa pencapaian tujuan yang tidak sesuai dengan seperti apa yang diharapkan.
Dipecat dari pekerjaan, gagal atau tidak lulus sekolah, dan kegagalan pencapaian lainnya mampu memicu bipolar. Jangan lupa juga bahwa faktor obat-obatan, alkohol serta penyakit tertentu juga bisa menimbulkan bipolar pada seseorang. Keadaan lingkungan sekitar yang diketahui mampu menjadi pemicu munculnya bipolar pada seseorang antara lain adalah:
(Baca juga: perbedaan sakit fisik dan sakit mental – jenis-jenis penyakit sakit jiwa)
Faktor penyebab satu ini masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu sistem neurokimia dan sistem neuroendokrim. Di bawah ini bisa dilihat penjelasan secara singkatnya.
1. Sistem Neurokimia
Bipolar terjadi pada seseorang karena adanya gangguan keseimbangan akan cairan kimia utama di organ otak orang tersebut. Neurotransmitter atau saraf yang mengirimkan pesan dari otak pada area tubuh lainnya sangat diperlukan oleh otak. Ini karena otak bekerja sebagai organ pengantar rangsang sehingga mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
Jenis-jenis neurotransmitter antara lain adalah serotonin, dopamin, dan norepinephrin di mana perannya sangat vital dalam mengantar impuls saraf. Cairan kimia tersebut bila tidak sedang dalam keadaan yang seimbang bisa jadi menyebabkan gangguan bipolar.
Ada namanya fase mania pada seseorang pengidap bipolar, yakni rasa semangat, percaya diri, dan agresivitas yang tinggi dikarenakan tingginya kadar dopamin. Fase depresi berbeda lagi, yakni fase yang terjadi pada penderita saat ada penurunan pada kadar cairan kimia sampai di bawah normal. Pada fase depresi, penderita akan begitu mudah loyo dan tak bersemangat hingga memiliki keinginan bunuh diri karena saking pesimisnya.
Sistem motivasional yang sudah terganggu akan membuat seseorang mengalami gangguan bipolar. Jadi memang sangat penting untuk selalu terbuka dan tidak memendam segala beban sendirian agar tak merasakan episode depresi. Sistem motivasional itu adalah yang disebut dengan BAS atau behavioral activation system.
2. Sistem Neuroendokrin
Hipotalamus pada tubuh manusia dengan fungsinya sebagai pengendali kelenjar endokrin akan dipengaruhi oleh area limbik pada organ otak yang memang ada kaitannya dengan emosi. Kelenjar pituaritas juga terpengaruh oleh hormon yang hipolatamus produksi di mana kelenjar tersebut ada hubungannya dengan gangguan depresi.
Sejumlah penelitian sudah menyatakan bahwa tingkat kortisol pada seseorang yang menderita depresi terbilang cukup tinggi. Penyebabnya adalah karena adanya pelepasan hormon rotropin yang berasal dari hipotalamus terlalu berlebihan. Kelenjar adrenal pun ikut menjadi semakin banyak sehingga terjadi jugalah kerusakan hipoccampus di mana ini menjadikan keadaan seseorang makin serius.
(Baca juga: penyebab gangguan jiwa – akibat depresi)
Cara Menangani Bipolar
Untuk menangani bipolar, Anda perlu membantu diri Anda sendiri lebih dulu dan beberapa langkah di bawah ini kiranya bisa membantu Anda mengatasinya.
(Baca juga: perbedaan sakit jiwa dan cacat mental – cara menjaga kesehatan mental)
Itulah segenap info tentang penyebab bipolar dan juga sedikit tips untuk menangani bipolar dengan terapi diri sendiri. Ketahui dan coba sadari setiap perubahan suasana hati atau mood dalam diri Anda mulai dari saat ini demi menjauhkan diri dari gangguan bipolar atau jenis gangguan kepribadian atau mental lainnya.