Monday, September 23, 2019

Fluorosis

Pada dasarnya, fluorosis bukanlah sebuah penyakit karena ini merupakan kondisi yang berpengaruh pada tampilan gigi seseorang yang dipicu oleh paparan berlebihan terhadap fluoride pada jangka panjang. Ketika gigi seseorang terkena paparan fluoride pada 8 tahun pertama di mana saat itulah pembentukan gigi paling permanen, terjadilah fluorosis ini.

Pada kasus-kasus umum yang terjadi, fluorosis tidaklah berpengaruh buruk atau berbahaya bagi kesehatan gigi dengan penampakan garis putih tipisnya yang bisa dilihat di bagian enamel gigi. Efek dari kondisi fluorosis ini pun terbilang ringan, namun hanya para ahli saja yang mampu menyadari keadaan fluorosis ini sewaktu dilakukan pemeriksaan pada pasien.

Fluorosis sendiri mulai muncul kira-kira di awal abad ke-20 dan pada waktu itu pun keadaan ini cukup menarik perhatian banyak orang. Karena prevalensi yang dikenal dengan sebutan Colorado Brown Stain pada gigi para penduduk asli yang lahir di Colorado Springs, para periset pun banyak yang terkejut karena hal ini.

Noda yang disebut dengan istilah Colorado Brown Stain tersebut dipicu terutama oleh kadar fluoride yang tinggi pada pasokan air di wilayah tersebut. Orang-orang yang terkena noda ini biasanya akan mengalami resistansi tinggi terhadap bentuk penyakit gigi seperti gigi berlubang yang otomatis tidak akan gampang sakit gigi. Untuk lebih mengetahui apa itu fluorosis, kenali apa saja penyebab, gejala hingga cara-cara tepat untuk menanganinya.

Penyebab

Fluorosis atau noda yang menjadikan tampilan gigi kurang menarik adalah kondisi yang tak terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang dianggap sebagai penyebab dari keadaan tersebut. Berikut ini adalah beberapa ulasan singkatnya mengenai penyebab fluorisis.

  • Penggunaan produk untuk gigi tertentu. Produk-produk perawatan gigi berkandungan fluoride secara tidak tepat mampu menimbulkan fluorosis. seperti halnya obat kumur dan pasta gigi. Produk-produk untuk gigi, terutama pasta gigi khusus untuk anak biasanya memiliki rasa buah yang anak akan sukai, dan mereka pun akhirnya malah menelan pasta gigi karena ingin menikmati rasanya ketimbang meludahkannya.
  • Suplemen fluoride. Rupanya, bukan hanya faktor penggunaan pasta gigi dan juga obat kumur berfluoride yang perlu untuk dikhawatirkan sebagai penyebab fluorosis, melainkan juga suplemen fluoride dengan dosis berlebih. Ketika suplemen ini dikonsumsi sewaktu masih anak-anak dan dalam dosis lebih tinggi dari yang seharusnya, fluorosis dapat muncul karenanya.

Di dalam airlah fluoride dapat terjadi secara alami dan untuk tingkat fluorida alami yang mampu meningkatkan risiko fluorosis tahap serius adalah yang di atas kisaran yang seharusnya dianjurkan untuk air minum. Pada komunitas atau wilayah dengan tingkat fluoride alami lebih dari yang dianjurkan, orang tua lebih baik memberikan minum air kepada anak-anaknya dengan mengambil dari sumber lain.

Fluoride terlalu banyak pada masa pertumbuhan tulang dan gigi permanen bisa sangat mengkhawatirkan dan karena didorong oleh kekhawatiran inilah, pada Januari 2011 tingkat fluorida untuk air minum diturunkan. Peraturannya pun masih perlu dikaji lagi tentang batas atas kadar fluorida yang ada di dalam air minum supaya lebih aman bagi pengonsumsinya.

Gejala

Setelah menilik apa yang menjadi kemungkinan penyebab fluorosis, penting juga untuk mengetahui gejala-gejala fluorosis agar lebih mudah nantinya untuk mencari penanganannya. Untuk gejala utama yang sering dialami pada kasus fluorosis ini, antara lain adalah:

  • Muncul bintik-bintik putih yang berukuran kecil atau bisa juga seperti coretan yang tak begitu terlihat.
  • Muncul noda yang berwarna coklat tua dan akan sulit untuk dibersihkan.
  • Bandingkan dengan gigi yang sama sekali tidak terkena fluorosis karena gigi yang sehat sangat halus ketika disentuh dan juga mengkilap. Warna gigi yang tak mengalami fluorosis biasanya tampak berwarna putih pucat juga.

Kapan harus segera ke dokter untuk memeriksakan diri?

Ketika gejala fluorisis terjadi pada anak Anda, setelah nampak tanda-tanda yang disebutkan tersebut jangan ragu lagi untuk datang ke dokter gigi. Noda coklat atau garis berwarna putih sebaiknya langsung diperiksakan dan diketahui bahwa dokter gigi pun mampu menilai tingkat keparahan dari kondisi fluorosis yang dialami oleh pasien. Dari pemeriksaan ini jugalah dokter akan mampu melihat serta menilai seberapa parah fluorosis yang terjadi.

Pengobatan dan Pencegahan

Pada kasus-kasus fluorosis yang ada, sebenarnya kondisi fluorosis sendiri tergolong ringan dan oleh karena itu tak ada perawatan khusus yang dibutuhkan. Pada umumnya pun, fluorosis hanya berpengaruh pada gigi yang ada di belakang saja sehingga tak akan nampak dan mampu dilihat oleh orang lain.

Perawatan Medis

Ada beberapa kasus memang di mana tampilan gigi bisa cukup membuat turun rasa percaya diri seseorang yang artinya kondisi fluorosis pada orang tersebut telah cukup parah. Untuk penanganan atau pengobatan yang diperlukan, Anda bisa coba menengok beberapa langkah ini di mana tujuannya juga hanya untuk menutupi noda.

  • Bonding – Solusi ini adalah cara agar gigi dapat dilapisi menggunakan resin keras sehingga bisa mengikat pada enamel dan memberikan perlindungan maksimal.
  • Veneer – Seperti cangkang gigi di mana veneer gigi ini merupakan custom-made sehingga kita dapat menggunakan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Dengan veneer, bagian depan gigi akan tertutup di mana hal ini memperbaiki penampilan gigi. Veneer adalah solusi yang lebih sesuai diterapkan pada kasus fluorosis yang sudah tergolong parah.
  • Memutihkan gigi – Pemutihan gigi ini juga merupakan suatu prosedur medis yang bisa dilakukan oleh orang-orang dengan fluorosis supaya noda permukaan bisa hilang. Inilah yang kita sebut dengan istilah bleaching gigi dan perlu diingat bahwa cara ini dapat memperburuk tampilan fluorosis tersebut secara sementara, jadi jangan terkejut akan hasil yang didapat pasca melakukannya.

Perawatan Alami

Selain dengan perawatan medis seperti veneer, bleaching atau bonding, ada pula perawatan alami yang juga sebaiknya dipertimbangkan. Berikut ini merupakan langkah-langkah perawatan alami yang bisa dilakukan walau sudah mendapatkan perawatan secara medis.

  • Tidak mengonsumsi air dengan tinggi fluoride. Pastikan untuk tidak meminum air yang kadar fluoride-nya tinggi. Jika khawatir bahwa Anda tak mampu menghindari air dengan kadar fluoride tinggi, pilih untuk mengonsumsi air minum botolan atau memasang filter untuk setiap keran di rumah Anda. Tak hanya itu, hindari membeli pasta gigi berfluoride dan pilihlah bahan-bahan makanan organik untuk membatasi makanan olahan. Makanan olahan yang kita sering konsumsi bisa saja dalam proses pembuatan menggunakan air berfluoride.
  • Rajin menggosok gigi. Tentu saja untuk gigi yang mengalami fluorosis, alangkah dianjurkan untuk secara teratur menyikat gigi. 2 kali sehari adalah normalnya, namun tak masalah bila ingin melakukannya 3 kali sehari apabila benar-benar dibutuhkan.
  • Mengawasi anak saat menggosok gigi. Anak seringkali menelan pasta giginya saat sedang menggosok gigi atau malah justru meminum air keran yang rupanya bisa menjadi pemicu paparan fluoride berlebihan. Maka dari itu, para orang tua wajib untuk mengawasi serta mendampingi anak-anaknya saat menggosok gigi dan memastikan bahwa mereka sudah benar dalam melakukannya.
  • Mengonsumsi makanan yang baik untuk gigi. Ada makanan-makanan tertentu yang sangat baik untuk kesehatan gigi. Ada beberapa jenis sayur dan buah tertentu yang bisa meningkatkan kesehatan gigi, seperti apel, seledri dan juga wortel. Makanan-makanan tersebut tinggi vitamin C yang akan membantu membasmi bakteri sehingga menghilangkan plak dengan alami.
  • Menghindari makanan yang memicu warna tertentu pada gigi. Ada makanan yang dianjurkan, tentu ada pula makanan yang hendaknya dibatasi dan dihindari. Makanan-makanan asam seperti jeruk, acar, saus tomat dan bahkan kecap kedelai pun bisa dihindari karena diketahui mampu memicu pewarnaan pada gigi.
  • Menggunakan hidrogen peroksida 3%. Gunakan hidrogen peroksida 3% untuk mengatasi masalah fluorosis dengan menyediakan 2 sendok teh sekaligus 2 sendok teh air yang kemudian dicampurkan pada suatu gelas atau cangkir kecil. Setelah tercampur, masukkan ke dalam mulut seluruhnya untuk sekadar didesirkan (bukan dikumurkan) selama semenit. Bila rasanya sudah berbusa, keluarkan dan buang lalu lanjutkan dengan membersihkan mulut dengan air putih biasa.
  • Menggunakan soda kue/baking soda. Terlepas dari adanya bahaya baking soda, tentunya menggunakan dengan tepat tak akan begitu mengancam kesehatan kita. Jadi, ambil saja pasta gigi tanpa fluoride 1 sendok teh yang kemudian dicampurkan dengan 1 sendok teh baking soda. Gunakan ramuan ini untuk menggosok gigi.
  • Menghindari kafein. Baik itu kopi maupun anggur merah, minuman soda berwarna gelap, maupun teh hitam semuanya perlu dihindari karena dapat menimbulkan pewarnaan pada gigi yang tak kita harapkan.

Pencegahan

Pencegahan fluorosis harus dilakukan sejak dini, yakni tentunya dengan peran orang tua yang besar. Karena anak-anaklah yang paling banyak mengalami, para orang tua perlu memerhatikan betul air minum, pasta gigi, serta apapun yang berkandungan fluoride tinggi untuk tidak dikonsumsi atau digunakan oleh anak Anda.

Fluorosis tampaknya memang tak berbahaya bila dilihat dari gejalanya. Hanya saja, orang-orang dengan fluorosis akan memiliki rasa percaya diri yang rendah mengingat tampilan gigi yang kurang begitu baik. Jadi, cegahlah selagi mampu dan atasi segera bila sudah telanjur dengan cara-cara aman dan tepat.

No posts to display

Recommended