10 Gejala Cikungunya Pada Anak Kenali Sebelum Terlambat

Demam berdarah adalah penyakit yang sering kita dengar muncul akibat virus yang disebarkan oleh nyamuk. Penyakit ini dapat meyerang siapapun dan dimanapun. Penyebab demam berdarah yaitu nyamuk dapat bersarang disekitar kita tanpa disadari, seperti di tumpukan baju, vas bunga maupun penampungan air. Inilah mengapa demam berdarah sering menjangkit tanpa disadari oleh penderitanya.

Ternyata selain demam berdarah, nyamuk juga bisa menularkan penyakit lain yaitu cikungunya. Cikungunya adalah penyakit yang dapat menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara organisme yang membwa virus cikungunya didalam tubuh tanpa terjangkit. Sayangnya, cikungunya ini sering didiagnosis secara keliru sebagai penyakit damam berdarah.

Nyamuk Aedes (Ae) Albopictus banyak hidup di daerah dengan temperatur sedang sampai dingin. Berbeda dengan Ae. Aegypti yang justru banyak hidup di daerah tropis dan sub tropis. Inilah mengapa cikungunya dan demam berdarah banyak ditemukan di negara-negara tropis seperti Indonesia dan di beberapa negara Eropa, Amerika dan Afrika. Kedua nyamuk ini sering muncul ketika pagi hari dan sore hari.

Cikungunya Pada Anak

Hampir sama dengan cikungunya yang menyerang orang dewasa, cikungunya pada anak-anak juga memiliki spesifikasi penyebab yang sama. Anak-anak yang sering bermain ditempat-tempat yang berair akan memiliki peluang terserang penyakit ini. Cikungunya pada anak akan lebih banyak menimbulkan ruam atau bintik-bintik merah pada kulit. Nyeri yang muncul juga lebih jarang namun juga bisa lebih kuat. Hal baiknya, cikungunya tidak sampai menyebabkan kematian jika menyerang anak-anak.

Penyebab Cikungunya

Walaupun cikungunya memiliki akibat yang merugikan bagi kesehatan, namun cikungunya tidak menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Penyebab cikungunya menyebar melalui virus dan gigitan dari nyamuk Ae Albopictus. Virus cikungunya termasuk dalam kelompok gen alfavirus dari family Togaviridae  yang banyak ditemukan di negara-negara tropis. Lebih besar kemungkinan nyamuk menyerang di luar ruangan, namun tidak menutup kemungkinan akan menyerang di dalam ruangan juga.

Nyamuk Ae. Lebih banyak hidup dan berkembang biak ditempat yang dekat dengan manusia seperti di dalam ruangan atau di tempat penyimpanan. Nyamuk Ae. Albopictus memiliki tempat perkembangbiakan yang lebih beragam dari pada Ae. Aegypti. Selain beberapa tempat di dalam rumah yang sering kontak langsung dengan manusia, genangan air bekas ban kendaraan, kolam kotor, pot tanaman yang terbengkalai bahkan tempurung kelapa bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Gejala Cikungunya Pada Anak

Gejala cikungunya pada anak kurang lebih sama dengan yang dialami oleh orang dewasa. Gejala ini akan mulai terasa pada hari ke 4-8. Namun ada juga yang muncul 2-12 hari setelah gigitan. Gejala cikungunya pada anak meyerupai gejala flu.

  1. Demam

Demam yang muncul biasanya mencapai 390C  sampai 400C yang berlangsung selama 3 hari sampai dengan 1 minggu. Demam bisa terjadi dalam dua fase yaitu fase pertama demam ringan akan muncul kemudian menghilang dan dilanjutkan dengan demam di fase kedua yang jauh lebih tinggi dari demam sebelumnya. Selama fase ini virus berakumulasi dalam aliran darah dan menyebar ke bagian tubuh yang berbeda.


  1. Nyeri sendi (artritis)

Biasanya nyeri muncul pada persendian kecil seperti tangan, pergelangan tangan dan sendi-sendi yang lebih lebih besar seperti nyeri sendir lutut dan nyeri sendi bahu. Nyeri ini juga mulai terasa dari sendi yang satu ke sendi yang lain setelah sebelumnya terasa lebih baik. Rasa nyeri tersebut akan terasa pada pagi hari namun akan terasa membaik dengan olahraga ringan. Persendian akan membengkak dan terasa kenyal dengan disertai peradangan di tendon (tenosinovitisz). Nyeri akan sembuh 1-3 minggu dengan nyeri yang membaik setelah minggu pertama.

  1. Ruam

Hampir 50% penderita cikungunya mengalami ruam. Ruam morbili adalah jenis ruam yang paling umum menyerang. Ruam ini ditandai dengan benjolan-benjolan kecil yang muncul 3-5 hari setelah demam mulai dan akan hilang dalam 3-4 hari. Kemunculan ruam dimulai dari lengan hingga ke bahu diikuti dengan wajah dan torso. Jika anda ingin memastikan sendiri, lihatlah tubuh anda, apakah ada benjolan merah besar diikuti dengan rasa gatal. Biasanya juga muncul di area punggung, belakang leher dang ketiak.

  1. Fenomena raynaud

Ini adalah kondisi penurunan aliran darah ke tangan dan kaki sebagai respon stres di dalam tubuh. Gejala ini muncul dengan ditandai ujung jari yang rasanya dingin dan berwarna gelap serta kebiruan. Gejala ini masuk dalam fase sub akut cikungunya yang terjadi tiga bulan setelah gejala-gejala sebelumnya. Selain fenomena raynaud, nyeri juga dapat muncul kembali.

  1. Myalgia (nyeri otot/punggung)

Gejala ini muncul pada fase kronis. Ditandai dengan nyeri sendi yang terus menerus. Beberapa kasus mengatakan bahwa nyeri sendi terjadi lebih dari setahun setelah infeksi awal. Hal yang dirasakan beberapa seperti demam, astenia, radang pembengkakan sendi dan peradangan tendon.

  1. Sakit kepala

Seperti yang dikatakan bahwa gejala awal cikungunya adalah menyerupai gejala flu. Penderita akan mengalami sakit kepala yang hilang datang. Sakit kepala ini dipicu oleh nyeri sendi yang terus menyerang.

  1. Sakit tenggorokan

Gejala cikungunya yang berikutnya adalah sakit tenggorokan. Sendi yang menghubungkan tenggorokan juga akan mengalami peradangan. Sakit tenggorokan ini menyerupai sakit tenggorokan yang dirasakan ketika demam.

  1. Nyeri pada tulang

Selain nyeri pada persendian, tulang juga akan mengalami nyeri yang terjadi dapat dirasakan hilang datang. Nyeri pada tulang ini juga disebut sebagai demam tulang atau flu tulang.


  1. Kejang-kejang

Pada beberapa kasus ditemukan penderita cikungunya mengalami kejang-kejang. Ini dikarenakan penderita bisa jadi tidak mampu menahan rasa sakit yang muncul diseluruh tubuhnya atau juga karena demam yang dimunculkan bersamaan dengan gejala lainnya.

10. Pembesaran getah bening

Sering dijumpai sebagai gejala kejang-kejang pada anak. Namun pada anak-anak yang lebih besar demam dan kejang-kejang tersebut akan disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening.

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk Penyebab Cikungunya

Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terinfeksi cikungunya. Pencegah cikungunya dilakukan dengan fokus pada menghindari nyamuk atau memberantas tempat perkembangbiakannya. Pemerintah juga turut serta menggalangkan program 3M-Plus untuk mencegah munculnya gejala cikungunya pada anak. 3M – plus tersebut antara lain:

  • Menguras bak mandi dan tempat penampungan air secara berkala.
  • Menutup rapat tempat penampungan air
  • Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang sekiranya dapat menciptakan genangan air seperti kaleng, tempurung kelapa dan bambu.
  • Tempatkan wadah yang tidak terpakai dalam keadaan tertelungkup
  • Memelihara ikan pemakan jentik di kolam
  • Taburkan bubuk pembunuh larva atau jentik nyamuk dalam tempat penampungan air
  • Membersihkan alat-alat rumah tangga yang tergenangi air seperti vas bunga dan tempat minum hewan peliharaan setidaknya seminggu sekali.
  • Pastikan talang air tidak menggenang air
  • Pasang kasa anti nyamuk pada ventilasi
  • Hindari menggantung baju di tempat terbuka

Walaupun penyakit cikungunya tidak menular, sebaiknya kita tetap mencanangkan program 3M-Plus agar tidak ada anggota keluarga kita yang terserang penyakit tersebut.

, ,
Post Date: Friday 29th, September 2017 / 07:17 Oleh :
Kategori : Flu Tulang