6 Cara Penularan Flu Burung dan Pencegahannya

Cara penularan flu burung dapat terjadi karena faktor lingkungan dan lokasi dimana unggas tinggal dalam kondisi tidak diurus dengan baik. Virus flu burung adalah virus influenza A subtipe jenis H5 N1 yang telah berada didalam kotoran hewan unggas dan menginfeksi beberapa bagian tubuh hewan itu sendiri yang dapat bermigrasi ditubuh manusia.

Gejala
Cara penularan flu burung sangat berkaitan dengan gejala awal yang mengiringinya, diantaranya :

• Mengalami demam tinggi yang dapat mencapai diatas 39 derajat celsius
• Tenggorokan terasa nyeri dan sulit untuk menelan makanan
• Muncul batuk batuk
• Seluruh atau sebagian otot tubuh menderita nyeri dan kaku
• Menderita sakit kepala
• Nafsu makan berkurang
• Muntah muntah dan menderita diare
• Menderita sakit perut yang timbul tenggelam
• Menderita iritasi dan infeksi selaput mata
• Tubuh terasa lemas seperti tak ada tenaga
• Mengalami infeksi saluran pernafasan bagian atas atau ISPA
• Mengalami kelainan paru paru yaitu munculnya pneumonia (radang paru)

Cara penularan flu burung yang perlu diwaspadai

1. Melalui Lingkungan yang kotor
Jangan membiasakan membiarkan kandang atau peternakan unggas dalam kondisi kotor berhari hari, Karena dapat mempermudah berkembang biaknya penyakit yang disebabkan oleh virus yang sering muncul adalah virus H5N1 melalui kotoran hewan yang jatuh dan melekat pada tanah atau permukaan lantai kandang.

2. Melalui Peralatan unggas
Peralatan pakan, Minum atau ember untuk membersihkan lokasi kandang sebaiknya dijaga kebersihannbya agar mencegah munculnya virus flu burung. Peralatan yang dipakai dapat mudah terkontiminasi dengan virus H5N1 dari manusia yang sebelumnya telah terinfeksi unggas dari kandang lain melalui cipratan bersin jika memang sipenderita mengalami bersin bersin atau karena ludah yang dia buang disekitar kandang.

3. Mengkonsumsi unggas dan telurnya
Pilihlah daging unggas yang dinyatakan benar brnar terbebas dari Virus H5 N1 yaitu ketika masih hidup unggasnya yang tidak mengalami diare, Jenggernya membengkak dan membiru atau ada pendarahan yang menyeluruh pada sekitar kakinya. Agar lebih aman walaupun unggas dalam keadaan sehat tetaplah untuk merebus dagingnya disuhu seratus derajat dan merebus telur diatas 70 derajat celsius selama kurang lebih 5 menit.

4. Tidak langsung membakar ungags
Jika anda menemukan ungags banyak yang mati mendadak dan berlangsung selama berhari hari,maka itu adalah tanda tanda unggas telah terserang virus H5N1. Segeralah membakarnya agar pergerakann virus H5N1 dapat diblokir dengan cepat dan tidak menginfeksi lingkungan lain.


5. Unggas yang bermigrasi
Penularan virus flu burung dapat disebabkan penyebaran virus H5N1 dari burubng burunng yang mengalami migrasi dari satu tempat ketempat yang lain, Sedangkan didalam tubuhnya telah terjangkit virus H5N1 .Kotoran dari hewan hewan yang bermigrasi cenderung berada dilokasi baru tempat mereka bermigrasi secara berkelompokj, Inilah yang rentan terjadi penyebaran virus jika manusia tanpa sengaja menyentuhnya atau tertinggal pada permukaan telapak kaki tanpa alas.

6. Transportasi
Kendaraan dalam bentuk apapun yang membawa hewan ternak dapat menjadi faktor ampuh munculnya penularan virus flu burung yaitu virus H5N1 dengan cara menempelnya atau tercecernya darah, Cairan liur dan kotoran unggas yang tidak terlihat langsung oleh mata. Jika tersentuh pada sepatuy, Sandal, Tangan atau baju manusia maka rentan akan masuk pada rongga muklut dah hidung jika tanpa sengaja anda makan sesuatu tanpa mencuci tangan terlebih dahulu atau belum mengganti pakaian dan melepaskan apapun yang melekat pada tubuh sebelum makan.

Pencegahan
Penularan virus H5 N1 dapat dicegah dengan beberapa cara mudah, Diantaranya:

1. Mencuci tangan
Membiasakan diri untuk didsiplin mencuci tangan sesudah berinteraksi dengan hewan peliharaan terutama ungags seperti ayam, Bebek, Burung dan lain lain. Cucilah dengan sabun atau cara desinfektan walaupun pada kenyataannya anda telah menggunakan sarung tangan ketika berada dalam kandang kecil , Berukuran sedang atau peternakan yang luas.

2. Menggunakan masker
Memakai masker ketika melintas atau berada didalam kandang unggas sangat berguna untuk memperkecil mudahnya virus H5N1 masuk melalui udara yang tanpa sengaja terhirup.

3. perhatikan jarak antara kandang dan rumah
Jika ingin memiliki kandang unggas sebaiknya jauh dari lokasi tempat tinggal atau pemukiman padat penduduk agar jika terjadi adanya virus H5 N1 pada hewan ternak tidak mudah menyebar pada manusia. Dirikan kandang setidaknya berjarak 50 meter dari rumah atau penduduk.

4. Vaksin pada unggas
Jangan malu atau malas untuk berkomunikasi dan berkonsultasi tentang vaksin unggas untuk pencegahan munculnya virus flu burung. Vaksin akan diberikan pada unggas dengan peraturan yang telah ditetapkan dinas kesehatan setempat. Cara ini terbukti dapat menekan angka munculnya penularan virus flu burung dikalangan masyarakat.

Pencegahan
Penularan virus flu burung yaitu H5N1 dapat dicegah dengan beberapa cara mudah, Diantaranya:

1.Mencuci tangan
Membiasakan diri untuk didsiplin mencuci tangan sesudah berinteraksi dengan hewan peliharaan terutama ungags seperti ayam, Bebek, Burung dan lain lain. Cucilah dengan sabun atau cara desinfektan walaupun pada kenyataannya anda telah menggunakan sarung tangan ketika berada dalam kandang kecil , Berukuran sedang atau peternakan yang luas.

2.Menggunakan masker
Memakai masker ketika melintas atau berada didalam kandang unggas sangat berguna untuk memperkecil mudahnya virus H5N1 masuk melalui udara yang tanpa sengaja terhirup .

3. perhatikan jarak antara kandang dan rumah
Jika ingin memiliki kandang unggas sebaiknya jauh dari lokasi tempat tinggal atau pemukiman padat penduduk agar jika terjadi adanya virus H5 N1 pada hewan ternak tidak mudah menyebar pada manusia. Dirikan kandang setidaknya berjarak 50 meter dari rumah atau penduduk.

4. Vaksin pada unggas dan manusia
Jangan malu atau malas untuk berkomunikasi dan berkonsultasi tentang vaksin unggas dan untuk manusia yang tujuannya untuk pencegahan munculnya virus flu burung. Vaksin yang diberikan berupa vaksinasi influenza yang akan diberikan pada unggas dengan peraturan yang telah ditetapkan dinas kesehatan setempat. Cara ini terbukti dapat menekan angka munculnya penularan virus flu burung dikalangan masyarakat.

Rekomendasi obat yang dianjurkan
Jika seseorang telah terlanjur terinfeksi virus H5N1 maka ada 2 obat yang direkomendasikan untuk boleh dikonsumsi menurut dokter yang terkait.

1. Jenis Amantadine dan Rimantadine
jenis obat anti virus ini memiliki ion channel blocker yang mampu menghambat pergerakan virus flu burung agar tidak berkembang biak dan mencegah organ tubuh terinfeksi lebih parah lagi.

2.Neurimadase (NA) inhibitor
Jenis obat anti virus ini yaitu golongan dari zanamivir dan oseltamivir yang mempunyai kemampuan menghentikan penularan virus flu burung dan memblokir cepat perkembangbiakan virus secara bertahap namun pasti yang ada didalam sel manusia sehingga virus hanya bisa berada pada permukaan sel saja tanpa mampu masuk dalam jaringan tubuh lain, Kondisi ini dapat menekan pergerakan dan mematikan virus .

, , ,
Oleh :
Kategori : Flu Burung