13 Penyebab Demensia : Penyakit dan Kondisi Lain               

3299

Vergesslicher MannDemensia menjadi penyakit yang benar-benar menakutkan, terutama untuk orang lanjut usia. Demensia sebenarnya bukanlah penyakit yang menyerang tubuh itu sendiri. Penyakit demensia termasuk semua jenis penyakit yang mempengaruhi kualitas memori secara umum dan mengurangi kemampuan berpikir atau mengingat untuk penderitanya. Sebenarnya semua orang baik usia muda maupun tua bisa berkena demensia. Berbagai kondisi bisa berpengaruh untuk kekuatan memori dalam otak.

Demensia atau kondisi pikun yang dihadapi oleh penderitanya bisa terjadi karena akumulasi dari gangguan terhadap sistem dalam otak. Awalnya penderita akan mengalami beberapa tanda seperti sulit mengingat, gangguan untuk bisa berkomunikasi dengan baik serta perbedaan penilaian terhadap sebuah subjek. Berikut ini adalah beberapa penyebab demensia yang sudah dikenal dalam dunia medis.

  1. Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit yang sering menyebabkan demensia untuk orang usia lanjut sekitar 60 tahun ke atas. Dalam kasus yang sangat kecil juga terjadi pada usia dibawah itu. Penyakit Alzheimer terjadi ketika ada masalah kerusakan otak pada bagian tertentu. Kemudian gangguan ini menyebabkan adanya penumpukan protein yang snagat tinggi pada bagian otak tertentu. Kondisi inilah yang akan membuat sel-sel otak tidak bisa bekerja dengan baik. Kerusakan ini biasanya menyerang daerah hippocampus yang memang menjadi pusat kumpulan memori dalam otak. Penyakit Alzheimer memang tidak akan langsung berkembang namun berjalan antara delapan hingga 10 tahun. Kemampuan penderita akan menurun mulai dari bahasa, komunikasi, emosi dan berbagai kemampuan lain. (baca juga : gejala Alzheimer di usia muda dan cara mencegahnya )

  1. Depresi

Tanpa disadari depresi bisa menyebabkan penyakit demensia. Para ahli membuktikan jika depresi bisa saja merupakan gejala awal demensia yang membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk berkembang menjadi demensia yang sesungguhnya. Depresi yang terus terjadi kemudian akan menyebabkan kerusakan otak yaitu ketika otak terus menerus mengeluarkan kortisol. Kortisol adalah hormon stress yang bisa berbahaya untuk otak. Selain itu depresi secara otomatis akan membuat volume otak menyusut yang kemudian menyebabkan demensia menjadi kondisi akhirnya.

  1. Efek Samping Obat Penurun Kolesterol

Demensia juga bisa disebabkan karena efek samping obat karena penggunaan obat tertentu secara terus menerus. Salah satunya adalah obat jantung yang membantu menurunkan kolesterol. Kondisi ini terjadi ketika orang yang memiliki banyak kolesterol maka mungkin saja kolesterol telah menumpuk dalam bagian otak tertentu. Bahkan kolesterol yang menumpuk dalam arteri juga bisa menyebabkan kelemahan sistem otak. Penekanan kolesterol dalam tubuh dengan menggunakan obat seperti salah satu obat jantung akan membuat kemampuan otak menurun. Kondisi ini memang tidak langsung terdeteksi namun setelah beberapa tahun. Jadi efek samping ini akan terjadi dalam waktu yang lama. (baca juga : ciri-ciri kolesterol tinggi dan cara mengatasinya )

  1. Kecanduan Alkohol

Orang yang memiliki kecanduan alkohol juga bisa terkena demensia. Alkohol akan terserap ke dalam tubuh secara langsung lewat pembuluh darah. Jika hal ini terus terjadi maka efeknya bisa menyebabkan kondisi organ terus memburuk. Jantung yang memompa darah ke semua bagian tubuh termasuk otak akan menyalurkan kadar alkohol khusus ke bagian otak. Ketika bagian otak yang berperan untuk menyimpan memori terkena dampak alkohol maka efeknya penurunan fungsi otak akan terjadi. Sama seperti efek obat maka kondisi ini membutuhkan waktu yang lama. (baca juga : efek bahaya alkohol bagi kesehatan dan dan kehidupan sosial)

  1. Gangguan Tiroid

Gangguan metabolisme tubuh yang menyebabkan kelainan sistem endokrin juga bisa menyebabkan penyakit demensia. Hal ini disebabkan karena orang yang menderita gangguan tiroid mungkin akan memiliki kadar gula yang terlalu rendah sehingga menghambat penyerapan nutrisi oleh tubuh. Kemudian orang yang mengalami gangguan tiroid juga mungkin akan memiliki kandungan natrium yang terlalu sedikit atau terlalu banyak. Tidak hanya itu saja sebab orang yang menderita gangguan tiroid juga tidak bisa menyerap vitamin B 12 dengan baik. Akibatnya sangat berpengaruh untuk sistem memori otak.

  1. Kurang Nutrisi

Kekurangan nutrisi atau kurang gizi juga bisa menyebabkan demensia. Kondisi ini sangat berhubungan dengan kebiasaan kurang minum air, kebiasaan minum alkohol yang menyebabkan gangguan nafsu makan yang buruk, tubuh mengalami kekurangan nutrisi seperti vitamin B1, B6 dan B12. Kekurangan nutrisi ini paling sering terjadi pada orang yang melakukan diet ketat namun tidak sehat. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan nutrisi. Jadi perhatikan asupan nutrisi untuk tubuh sejak masih usia muda. (baca juga : kebutuhan nutrisi manusia berdasarkan AKG resmi)

  1. Penyakit Vaskular

Semua jenis penyakit yang menyebabkan resiko untuk vaskular bisa menyebabkan demensia. Beberapa penyakit yang paling dikenal misalnya seperti stroke, infeksi pada katup jantung dan infeksi pada sistem pembuluh darah. Penyakit ini terjadi ketika adanya kerusakan otak yang menyebabkan darah tidak bisa menuju ke bagian otak secara menyeluruh termasuk untuk bagian memori. Kondisi ini paling sering terjadi pada penderita penyakit tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Pengembangan demensia bisa terjadi setelah serangan baik secara langsung ataupun bertahap.

  1. Penyakit Huntington

Ini adalah salah satu jenis penyakit yang akan menyebabkan kerusakan sel saraf otak dan juga bagian sum-sum tulang belakang. Kondisi penyakit ini memang tidak akan terjadi secara langsung melainkan muncul pada tahap usia antara 30 hingga 40 tahun. Penyakit ini akan menyebabkan penderita mengalami penurunan memori, kesulitan melakukan berbagai aktifitas termasuk gerakan dan emosi yang tidak stabil. Demensia sering menjadi akibat yang paling sering terjadi.

  1. Cedera Otak

Orang yang pernah mengalami cedera otak berulang kali juga bisa menjadi penyebab demensia. Kondisi trauma pada bagian kepala yang sering dialami oleh atlit seperti untuk pemain sepakbola memang resikonya sangat besar. Perkembangan kondisi demensia juga tidak bisa terjadi secara langsung tapi bertahap ke dalam beberapa bagian. Selain itu juga dipengaruhi sendiri oleh letak cedera pada bagian kepala. Beberapa gejala yang paling sering terjadi pada tahap awal demensia misalnya seperti murah lupa, gangguan emosi yang tidak stabil, kesemutan, sulit berbicara dan ingatan yang semakin lemah. Gejala akan berkembang setelah beberapa tahun dari cedera.

  1. Penyakit Creutzfeldt Jacob

Penyakit Creutzfeldt Jacob adalah salah satu jenis gangguan langka yang terjadi pada otak. Penyakit ini akan menyebabkan beberapa bagian otak mengalami penumpukan protein yang memang tidak normal. Penyakit ini bisa terjadi karena faktor keturunan dan penyakit tertentu yang menyerang otak dan sistem syaraf. Penyakit ini biasanya akan mengembangkan gejala pada usia lebih dari 50 tahun. Pada tahap awal gejala maka penderita mengalami penurunan memori, daya penglihatan dan sulit untuk berkomunikasi. Ketika penyakit sudah berkembang menjadi infeksi dalam otak maka kondisi tubuh akan terus memburuk.

  1. Infeksi yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh

Orang yang mengalami infeksi yang menyerang pada bagian sistem kekebalan tubuh juga bisa terkena demensia. Gejala ini awalnya memang sangat ringan seperti jenis demam biasa. Ketika tubuh Anda demam maka sebenarnya terjadi perlawanan infeksi yang sangat kuat dari tubuh itu sendiri. Kemudian dalam kondisi tertentu demam juga bisa menjadi pertanda ada infeksi yang muncul pada bagian otak. Beberapa penyakit infeksi yang paling sering menyebabkan kerusakan otak misalnya meningitis, ensefalitis, sifilis dan penyakit multiple sclerosis.

  1. Hematoma Subdural

Hematoma subdural merupakan sebuah kondisi khusus yang disebabkan karena terjadi pendarahan pada bagian otak. Karena pendarahan menyebabkan beberapa sel otak dan sistem otak mengalami kerusakan maka dalam jangka waktu tertentu bisa berkembang menjadi demensia. Jadi penyakit demensia ini akan terjadi karena kondisi lanjutan akibat kerusakan pada otak.

  1. Keracunan Logam Berat

Orang yang menderita keracunan logam berat juga bisa mengembangkan demensia. Hal ini terjadi ketika beberapa logam berat seperti timbal atau jenis pestisida untuk tanaman masuk ke dalam tubuh secara langsung. Racun yang sudah masuk ke dalam tubuh bisa terbawa ke dalam otak oleh darah. Akibatnya bisa menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian otak. Kemudian dalam waktu yang lebih lama maka penderita bisa mengalami kejang otak, kerusakan otak dan gangguan sistem memori. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang yang bekerja dengan lingkungan logam berat atau kebocoran limbah pada sebuah industri.

Demensia adalah penyakit progresif yang akan berkembang sesuai waktu. Penyakit ini pada awalnya tidak mengembangkan gejala. Namun perkembanan dari waktu ke waktu akan semakin memburuk. Hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan demensia, sehingga obat yang diberikan untuk memperlambat saja. (baca juga : makanan penambah daya ingat)