Monday, September 16, 2019

Alkalosis

Alkalosis merupakan sebuah keadaan kandungan basa berlebih pada pH cairan tubuh, khususnya darah. Padahal tubuh manusia membutuhkan cairan dan keseimbangan pH diperlukan oleh cairan tubuh setiap manusia. Ada unsur asam dan basa yang dimiliki oleh cairan tubuh di mana kita perlu menjaganya agar selalu seimbang. Bila cairan tubuh mengalami gangguan keseimbangan, maka tubuh akan terpengaruh dan menyebabkan terjadinya komplikasi serius.

Jenis dan Penyebab

Ada jenis-jenis alkalosis yang perlu untuk kita ketahui bersama agar dapat membedakan dengan baik. Di bawah ini adalah ulasan singkat akan ke-5 jenis alkalosis berikut kemungkinan penyebab terjadinya tersebut.

1. Hypochloremic Alkalosis/Alkalosis Hipokloremia

Jenis alkalosis ini dapat dialami oleh seseorang di mana penyebab utamanya adalah dikarenakan adanya penurunan tingkat klorida di dalam darah. Ketika tingkat klorida menurun, penyebab yang paling berpotensi adalah:

  • Muntah-muntah dalam jangka panjang.
  • Berkeringat berlebih dalam waktu lama.

2. Respiratory Alkalosis/Alkalosis Pernapasan

Jenis alkalosis ini diketahui disebabkan oleh terlalu rendahnya kadar karbondioksida di dalam darah dan rendahnya karbondioksida ini terjadi sebagai akibat dari suplai oksigen yang kurang. Ketika suplai oksigen yang dibutuhkan tubuh tak memadai, ini bisa jadi disebabkan oleh tubuh yang mengalami demam atau penyakit paru-paru yang menyerang. Berikut adalah sejumlah penyebab yang mampu menjadi faktor penyebab dari alkalosis jenis ini:

  • Gangguan atau penyakit pada paru-paru.
  • Penyakit atau gangguan pada hati.
  • Berada di tempat yang tinggi.
  • Kekurangan oksigen.
  • Demam tinggi.
  • Hiperventilasi di mana biasanya dialami bersamaan dengan kegelisahan berlebihan.
  • Keracunan salisilat.

3. Compensated Alkalosis/Alkalosis Kompensasi

Untuk jenis alkalosis satu ini, diketahui bahwa penyebab utamanya adalah dari kondisi tubuh yang berupaya dalam menyeimbangkan kembali kadar basa dan asam di dalam tubuh. Namun karena karbondioksida dan bikarbonat secara berkelanjutan mengalami ketidaknormalan, akhirnya keduanya tak bisa seimbang dan menyebabkan jenis alkalosis ini. Penting untuk menjaga tubuh agar keseimbangan asam serta basa bisa terus baik, termasuk dengan cara melakukan kegiatan atau aktivitas yang bermanfaat dalam mendukung keseimbangan tersebut.

4. Metabolic Alkalosis/Alkalosis Metabolik

Saat kadar garam di dalam tubuh mengalami penurunan, seperti kadar klorida, kalium, serta natrium, maka inilah yang menjadi pertanda bahwa tubuh sedang mengalami alkalosis jenis metabolik. Alkalosis jenis ini merupakan sebuah kondisi hasil dari peningkatkan kadar bikarbonat di dalam darah dan penurunan kadar garam adalah gejala yang wajib untuk diwaspadai dengan baik. Berikut adalah beberapa kondisi yang kemungkinan besar menjadi faktor risiko akan alkalosis jenis ini.

  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Konsumsi bikarbonat yang tak disengaja yang ada pada baking soda.
  • Obat pencahar.
  • Antasida
  • Penyakit adrenal.
  • Penggunaan diuretik secara berlebihan.
  • Muntah-muntah secara berlebihan sehingga elektrolit dalam tubuh berkurang cukup banyak atau hilang.
  • Kehilangan kalium atau sodium cukup besar dalam waktu yang singkat.

5. Hypokalemic Alkalosis/Alkalosis Hipokalemia

Alkalosis jenis berikutnya adalah alkalosis hipokalemia di mana kondisi ini pada umumnya timbul karena kondisi tubuh yang mengalami penurunan kadar kalium cukup banyak. Karena kehilangan kalium yang cukup drastis, maka ginjal pun menampakkan reaksi kepada tubuh yang akhirnya menjadi faktor kemunculan alkalosis di dalam tubuh paling utama. Perlu diketahui bahwa kalium berperan besar dalam kinerja:

  • Sistem pencernaan.
  • Sistem saraf.
  • Otot dan sendi.
  • Ginjal
  • Jantung

Gejala

Untuk tanda atau gejala alkalosis, terbagi menjadi dua, yakni gejala awal serta gejala serius yang merupakan gejala lanjutan. Gejala alkalosis cukup beragam dan berikut ini adalah tanda-tanda yang sebaiknya segera diatasi.

Gejala Awal

Untuk gejala awal, seseorang dengan alkalosis dapat mengalami:

  • Mual
  • Otot berkedut
  • Tangan bergetar
  • Kejang otot yang dialami terus-menerus.
  • Mati rasa.

Gejala Lanjutan/Gejala Serius

Gejala dapat berlanjut menjadi serius apabila gejala awal tak ditangani dengan tepat atau terlambat penanganannya. Berikut adalah contoh gejala serius yang sebaiknya tak disepelekan karena penderita bahkan bisa perlu dibawa ke ruang gawat darurat ketika mengalami gejala-gejala ini.

  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Sulit bernapas
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan secara tiba-tiba.
  • Koma

Apa saja metode pemeriksaan yang diperlukan?

Karena sejumlah gejala alkalosis begitu umum dan dapat dianggap sebagai gejala penyakit lain, maka penting untuk memeriksakannya ke dokter supaya jelas, apalagi kalau gejala tak kunjung mereda dalam beberapa hari. Biasanya, dokter pun akan menanyakan lebih dulu tentang riwayat kesehatan serta apa saja keluhan yang akhir-akhir ini dirasakan. Bila dirasa perlu, dokter akan menyarankan beberapa tes atau metode pemeriksaan, seperti:

  • Tes kadar pH urine.
  • Urinalisis
  • Analisa gas darah arteri.
  • Panel metabolik dasar.

Kadar pH darah yang paling normal adalah di antara 7,35 dan 7,45 menurut American Association for Clinical Chemistry dan bila kadar diketahui berada lebih dari 7,45, inilah yang bisa dijadikan indikator adanya kondisi alkalosis pada pasien.

Tak hanya pemeriksaan yang sudah disebutkan, ada kemungkinan pula dokter bakal melakukan pengukurkan kadar karbondioksida serta oksigen di dalam darah pasien. Hal ini penting dilaksanakan agar mampu mendeteksi serta mengatasi masalah pernapasan yang kiranya dialami pasien.

Pengobatan dan Pencegahan

Setelah gejala diperiksakan dan dokter benar mendapatkan hasil bahwa tubuh pasien mengalami alkalosis, barulah solusi perawatan atau pengobatan dapat ditentukan. Perawatan yang diberikan akan berdasarkan pada penyebab serta jenis alkalosis.

  • Masker oksigen – Perawatan dengan masker oksigen kiranya diperlukan apabila dari tes yang ditempuh telah menunjukkan bahwa kadar oksigen di dalam tubuh sangat rendah. Melalui masker inilah pasien dapat menambah kadar oksigen. Dengan cara ini jugalah tingkat oksigen bisa diperbaiki.
  • Suplemen atau obat tertentu – Ketika alkalosis disebabkan oleh adanya nutrisi atau senyawa yang hilang dari dalam tubuh, seperti kalium atau klorida, maka asupan obat atau suplemen yang berhubungan dengan senyawa tersebut akan membantu menambah kadar senyawa/nutrisi tersebut.
  • Mengonsumsi banyak cairan – Bila alkalosis terjadi sebagai akibat dari elektrolit yang tak seimbang, minum banyak cairan seperti konsumsi minuman berelektrolit adalah solusi yang bisa ditempuh. Namun ketika masalah masih berlanjut, perlu untuk rawat inap di rumah sakit demi perawatan yang intensif.
  • Mengobati rasa sakit – Ketika pernapasan menjadi lebih cepat dari biasanya dan hal ini disebabkan oleh rasa sakit, otomatis hal yang perlu dilakukan adalah mengobati rasa sakit tersebut lebih dulu supaya pernapasan bisa menjadi normal kembali.
  • Mengembalikan karbondioksida pada tingkat normal – Langkah ini diperlukan apabila penderita menderita alkalosis jenis alkalosis pernapasan.
  • Bernapas dalam-dalam – Pernapasan yang dirasa terlalu cepat dapat coba diatasi dengan bernapas dalam-dalam. Cara ini adalah yang layak dilakukan apabila pernapasan menjadi lebih cepat karena kegelisahan. Lakukan dalam-dalam dan pelan-pelan agar tingkat oksigen juga menjadi lebih teratur.

Tips Pencegahan Terbaik

Risiko terkena alkalosis pada dasarnya bisa dikurangi dan itu berarti ada langkah-langkah pencegahan yang perlu kita tahu. Beberapa makanan sehat dapat dikonsumsi berikut diimbangi dengan menjaga cairan tubuh supaya menghindari dehidrasi. Berikut ini merupakan beberapa tips agar bisa membantu menjaga kadar elektrolit antara lain adalah:

  • Mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi, seperti bayam, kacang polong, susu, pisang, wortel, dan kacang polong.
  • Mengonsumsi air putih setiap harinya 8-10 gelas atau lebih demi mencegah bahaya dehidrasi.
  • Minum air putih sebelum berolahraga dan juga selama maupun sesudah melakukan latihan fisik.
  • Menghindari minuman jus dan soda dengan kadar gula tinggi karena minuman-minuman jenis inilah yang mampu memperburuk kondisi dehidrasi.
  • Membatasi asupan kafein yang ada pada kopi, teh, serta soda.
  • Mengonsumsi minuman pengganti elektrolit ketika melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Alkalosis bukanlah kondisi kesehatan yang sepele, hal ini bisa berbahaya bila tak ditangani secara tepat. Maka kiranya dengan informasi penyebab, jenis, gejala serta cara penanganannya dapat membantu kita semua dalam menghadapi gangguan kesehatan satu ini.

No posts to display

Recommended