Carboprost – Obat Apa – Cara Penggunaan – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

532

Carboprost merupakan salah satu jenis obat yang diresepkan oleh dokter pada keadaan medis tertentu. Umumnya banyak yang belum tahu apakah komposisi obat tersebut, serta dosis dan cara pemakaiannya. Apalagi efek samping obat serta bahaya over dosis obat tersebut. Karena itu berikut ini diberikan keterangan yang jelas sebagai bahan informasi mengenai obat tersebut agar lebih jelas bagi para pemakainya.

Obat Apa

Obat carboprost umumnya merupakan salah satu jenis obat prostaglandin atau suatu zat berupa efek kelebihan dan kekurangan hormon yang normal pada tubuh seseorang. Namun dalam prakteknya zat ini ditambahkan untuk membantu mengontrol tekanan darah serta kerja otot dalam melakukan kontraksi agar lebih optimal. Oleh sebab itu obat ini paling banyak diresepkan untuk mengatasi pendarahan yang tergolong berat setelah selesai melahirkan. Pada kasus yang lain obat ini juga diresepkan dokter untuk melakukan aborsi karena penyebab medis sehingga janis terpaksa digugurkan dan kehamilan membahayakan nyawa ibu dan bayi.

Yang paling tepat yaitu meresepkan obat pada minggu ke – 13 kehamilan atau saat usia janis 3 bulan supaya proses aborsi jauh lebih optimal. Biasanya obat ini juga digunakan untuk membersihkan sisa aborsi atau kuret yang belum bersih secara sempurna. Karena obat ini akan bekerja maksimal mengosongkan rahim pada komplikasi kehamilan akibat janin yang tidak berkembang.

Cara Penggunaan

Untuk memperoleh manfaat dari jenis pengobatan ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam penggunaannya. Supaya cara penggunaan tepat dan efektif, maka perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini.

  1. Pastikan untuk menerima injeksi obat ini bersama tenaga medis yang kompeten, karena umumnya obat diberikan sebagai injeksi yang disuntikkan ke dalam otot;
  2. Untuk mencegah efek samping obat yang bekerja langsung sebaiknya minum obat pereda mual dan muntah yang diresepkan dokter bersamaan dengan penerimaan injeksi obat;
  3. Sebagai langkah untuk melihat efektifitas obat biasanya mulut rahim akan diperiksa, oleh sebab itu jangan langsung meninggalkan rumah sakit setelah injeksi. Tetap berada dalam pengawasan tenaga medis untuk menerima perawatan yang tepat setelah proses injeksi;
  4. Jika aborsi atau kuretase tidak berjalan optimal bisa jadi akan diberikan lengobatan ulang. Namun pastikan supaya dosisnya cukup aman bagi tubuh dan tidak timbul over dosis karena pemakaian obat beberapa kali. Biasanya dokter akan menunggu jeda waktu yang tepat sebelum prosedur injeksi berikutnya;
  5. Jangan menggunakan obat sendiri tanpa pengawasan medis karena efek samping yang terjadi cukup berat dan dapat memperparah kondisi pendarahan pada rahim;Jangan menggunakan obat bersama dengan obat yang lain, terutama obat-obatan yang diberikan pada penderita alergi, asma, darah tinggi maupun penyakit jantung;

Dosis

Berikut ini dosis yang umumnya diberikan dokter pada kasus kuretase maupun aborsi:

  • Dosis awal diberikan langsung sebanyak 250 mcg  atau 1 mL melalui injeksi yang menggunakan jarum suntik tuberkulin.
  • Dosis berikutnya yaitu sejumlah sama 250 mcg yang diberikan pada interval 1 hingga 3 jam yang disesuaikan kondisi kontraksi pada rahim.
  • Adapun dosis dapat dinaikkan dua kali lipat jika dinilai tidak terjadi kontraksi yang diinginkan. Namun untuk penggandaan dosis harus memastikan bahwa kondisi pasien mampu menerima dosis ganda.
  • Untuk maksimum dosis total yang boleh diberikan yaitu 12mg dengan maksimal pemberian selama dua hati berturut-turut.
  • Apabila diberikan pada kasus pendarahan setelah melahirkan hanya boleh diberikan maksimal sebesar 2mg atau hanya 8 dosis selama maksimal dua hati berturut-turut.

Adapun obat ini tidak boleh dipergunakan pada anak-anak. Jika terjadi kasus pendarahan rahim pada anak yang tidak biasanya, konsultasikan dahulu pada dokter untuk dosis dan pemakaian yang sesuai kondisi serta berat badan pasien.

Kegunaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa obat ini tersedia dalam bentuk injeksi yang berguna pada kasus perdarahan setelah melahirkan dan untuk tindakan medis berupa kuretase atau aborsi katena kondisi medis yang membahayakan ibu dan bayi. Untuk menggunakan obat ini perhatikan jika misalnya terdapat kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan oleh dokter. Contohnya jika mengalami Penyakit ISPA, radang panggul, gejala ginjal, hipertensi, darah tinggi maupun gangguan fungsi hati. Karena obat dapat bereaksi dengan kondisi tersebut dan memperparah keadaan penyakit.

Injeksi carboprost juga dapat berinteraksi dengan obat lain. Karena itu perhatikan jika akan menerima injeksi namjn sedang dalam terapi obat berupa dinoprostone, mifepristone, misoprosol, oksitosin, dan obat antibiotik lainnya pada masalah infeksi. Sehingga sebaiknya jangan meminum obat apapun sebelum proses injeksi. Hindati juga konsumsi kafein atau alkohol karena dapat menimbulkan efek jantung berdebar setelah proses injeksi.

Cara Penyimpanan

Supaya obat tetap terjaga komposisinya dan tidak tusak, maka sebaiknya simpan obat dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Sebaiknya simpan obat pada suhu ruang yang tidak terlalu dingin namun juga tidak terlalu panas.
  2. Hindari menyimpan obat pada daerah yang terkena sinar matahari langsung.
  3. Jangan menyimpan obat di tempat yang lembap seperti misalnya di kamar mandi yang mengundang timbul bakteri atau jamur dalam obat.
  4. Jangan membekukan obat karena akan merusak komposisi obat.
  5. Perhatikan intruksi pada kemasan sebelum menggunakannya.
  6. Ingatlah untuk selalu memakai jarum suntikmyang baru untuk menghindari penularan penyakit berbahaya.
  7. Jangan membuang obat ataupun jarum suntik di sembarang tempat karena dapat berbahaya.
  8. Jauhkan obat dan jarum suntik dari jangkauan anak maupun hewan peliharaan supaya tidak terjadi akibat yang fatal.
  9. Perhatikan masa kadaluarsa obat dan buang jika obat sudah rusak atau lewat masa berlakunya.
  10. Perhatikan cara membuang obat serta jarum suntik yang tepat supaya tidak berbahaya bagi orang yang menemukan maupun tidak mencemari lingkungan sekitar.

Efek Samping

Pemberian obat ini dapat menimbulkan efek samping, oleh sebab itu sebaiknya perhatikan dengan baik contoh efek samping yang mungkin terjadi sebagai berikut:

  1. Timbul reaksi ciri-ciri alergi seperti: gatal-gatal; sulit bernafas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  2. Terjadi penyakit berupa nyeri panggul, kram atau perdarahanrahim yang lebih berat.
  3. Dapat menimbulkan penyebab demam menggigil dan kejang demam saat suhu tubuh terlalu tinggi.
  4. Merasa pusing, kebingungan serta kehilangan kesadaran karena rasa pusing tersebut.
  5. Terasa tidak nyaman dimperut sehingga mudah merasa mual dan ingin muntah setelah injeksi.
  6. Nafas tiba-tiba terasa sesak serta denyut nadi melemah.
  7. Pandangan berkunang-kunang akibat kemungkinan gejala anemia.
  8. Terasa nyeri di dada dan matinrasa.
  9. Rasa kesemutan yang sangat di tubuh terutama area rahim setelah proses injeksi.
  10. Timbul gejala mirip menstruasi seperti kram perut, payudara yang sakit, nyeri pinggang, nyeri haid.
  11. Dapat terjadi diare sesudahnya.
  12. Rasa jantung berdebar kencang terus menerus.

Demikian beberapa penjelasan yang lebih detail mengenai obat carboprost. Dengan informasi tersebut maka dapat diambil tindakan yang sesuai untuk mengatasi efek sampingnya. Serta dapat lebih memperhatikan cara penggunaan obat yang tepat untuk kesembuhan pasien.