Carbenicillin – Obat Apa – Cara Penggunaan – Dosis – Fungsi

Beberapa penyakit tidak dapat sembuh dengan terapi biasa. Jika hanya demam ringan tentu tidak perlu bingung mengobatinya. Cukup berikan parasetamol dan minum air putih yang banyak. Maka demam naik turun akan sembuh dengan sendirinya. Namun lain halnya saat mengalami penyakit tertentu yang membutuhkan pengobatan spesifik. Contohnya dengan pengobatan carbenicilin. Tentu ini adalah obat yang tidak dijual bebas di pasaran dan harus dibeli dengan menggunakan resep dokter. Bagi yang belum pernah mendengar tentang obat ini, berikut penjelasan mengenai obat carbenicilin, termasuk dosis dan kegunaan obat.

Obat Apa

Obat ini tergolong sebagai obat-obatan keras yang tidak dapat diperoleh tanpa resep dokter. Obat ini berfungsi sebagai obat antibiotik pada beberapa penyakit yaitu sebagai berikut:

  1. Infeksi saluran kemih
  2. Infeksi gejala demam tifoid
  3. Infeksi paru-paru untuk pneumonia
  4. Infeksi radang tenggorokan
  5. Infeksi bakteri streptokokus
  6. Infeksi demam rematik
  7. Infeksi radang usus
  8. Serta bermacam-macam penyakit yang disebabkan infeksi lainnya

Obat carbenicilin merupakan satu golongan dengan penicillin. Mekanisme kerjanya yaitu menghambat laju pertumbuhan bakteri atau virus yang menginfeksi tubuh. Sehinga bakteri sedikit demi sedikit menghilang dan berkurang, akibatnya maka penyakit dapat disembuhkan. Karena mekanisme cara kerja obat yang cukup keras,oleh sebab itu sebaiknya digunakan sesuai dengan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi berbahaya. Jangan sembarangan memakai obat tanpa petunjuk dokter atau tenaga medis.

Fungsi

Seperti yang telah disebutkan di atas, obat ini memiliki fungsi utama sebagai obat antibiotik yang dapat mengobati berbagai jenis infeksi baik oleh karena virus maupun bakteri. Fungsi obat ini dapat digunakan sebagai terapi pengobatan bermacam-macam infeksi. Fungsinya untuk menekan pertumbuhan bakteri dalam tubuh sehingga penyakit dapat cepat pulih. Fungsi ini mirip dengan obat-obat antibiotik sejenis lainnya, termasuk obat penicillin.

Cara Penggunaan

Berikut ini cara penggunaan dan pemakaian obat carbenicilin. Sebaiknya jika mengkonsumsi obat perhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Selalu gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter. Karena kondisi tiap pasien akan berbeda satu dengan yang lain. Oleh sebab itu jangan minum obat dengan takaran sendiri. Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
  2. Jangan meminum obat menggunakan alkohol karena dapat bereaksi dan menimbulkan efek samping yang kurang baik. Terutama dapat menyebabkan reaksi pada tubuh dan menyebabkan reaksi pada syaraf otak.
  3. Jangan minum obat menggunakan minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh. Karena efek bahaya kafein bagi tubuh yaitu termasuk dapat bereaksi dengan obat dan menimbulkan efek samping yang kurang baik.
  4. Jangan mengendarai mobil atau alat berat saat mengkonsumsi obat ini karena dapat menimbulkan kantuk. Karena cara kerja obat yaitu memaksa penderita untuk lebih banyak istirahat dan menghindari aktifitas fisik berlebihan.
  5. Jangan minum obat melebihi dosis yang ditentukan untuk menghindari terjadinya over dosis. Sehingga jika ada dosis yang terlewat sebaiknya jangan menggandakan dosis dan minum obat di dosis berikutnya seperti biasa.
  6. Obat ini umumnya bereaksi dengan pengobatan yang lain. Oleh sebab itu usahakan untuk tidak meminum jenis antibiotik yang lain jika sedang mengkonsumsi obat ini. Selalu konsultasikan keadaan kesehatan pada dokter sebelum diresepkan obat ini. Terutama pada penderita penyakit jantung serta darah tinggi.

Cara Penyimpanan


Supaya komposisi obat tetap terjaga, perhatikan cara penyimpanan obat yang benar sebagai berikut:

  1. Jangan disimpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung, letakkan pada suhu ruang.
  2. Jangan pula disimpan di kamar mandi yang lembab, karena besar kemungkinan komposisi obat akan berubah saat kelembapan obat terganggu.
  3. Jauhkan dari jangkauan anak-anak karena dapat berbahaya jika tertelan, terutama dapat menimbulkan efek overdosis berupa kejang maupun mual muntah.
  4. Jangan membekukan obat di dalam freezer karena dapat berubah komposisinya.
  5. Jangan membuang obat sembarangan terutama di tempat-tempat umum. Karena besar kemungkinan obat akan bereaksi dengan lingkungan dan menimbulkan polusi atau pencemaran yang kurang baik bagi lingkungan.
  6. Selalu perhatikan masa kadaluarsa obat. Sebaiknya hindarkan meminum obat yang sudah kadaluarsa serta segera buang di tempat yang tepat.

Komposisi

Adapun carbenicilin memiliki komposisi dan rumus molekul C17H18N2O6S. Obat ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet dan berupa unsur penuh pada obat generik. Pada obat-obatan dengan merek paten lainnya dapat mengandung unsur-unsur kimia obat yang lain. Umumnya obat tersedia dalam dua dosis yaitu 250mg dan 500mg serta tersedia pula dalam bentuk injeksi. Bentuk injeksi biasanya hanya digunakan pada keadaan medis gawat dalam penanganan teratur di rumah sakit oleh dokter atau perawat.

Dosis

Pemberian dosis pada setiap penderita penyakit bisa jadi berbeda. Oleh sebab itu dosis yang paling baik yaitu menurut petunjuk dokter. Karena umumnya dosis juga tergantung pada berat badan pasien. Apabila tidak ada keterangan lengkap, maka dosis umum berikut dapat digunakan sebagai acuan:

Dosis pada orang dewasa:

  • Untuk dosis 250 mg (1 tablet) diberikan 4 kali sehari selama 3 sampai 7 hari untuk infeksi ringan.
  • Untuk dosis 500 mg (1 atau 2 tablet) diberikan 4 kali sehari selama 3 sampai 7 hari terutama untuk infeksi yang lebih berat.

Dosis pada anak-anak hingga saat ini belum ditentukan efektifitasnya. Oleh sebab itu apabila terpaksa diresepkan untuk anak-anak sebaiknya tanyakan pada dokter yang meresepkan.

Efek Samping

Sama halnya dengan kebanyakan obat yang ada di pasaran, obat ini juga mengandung beberapa efek samping. Oleh sebab itu jika mengkonsumsi obat sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini. Jika terjadi gejala seperti di bawah ini segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut:

  1. Terjadi ciri-ciri alergi seperti misalnya terjadi ruam di sekujur tubuh, terjadi bengkak di mulut ataupun wajah, terasa gatal dan bentol di wajah maupun badan, atau bahkan rasa mual berlebih dan ingin muntah. Ini berarti terjadi reaksi alergi terhadap penggunaan obat.
  2. Hentikan pula penggunaan obat apabila timbul rasa pusing berlebih atau kebingungan serta jantung berdebar. Terutama bagi penderita dengan riwayat ciri penyakit otot jantung maupun tekanan darah tinggi.
  3. Obat ini dapat menembus plasenta sehingga dapat menimbulkan efek samping yang baik berupa cacat fisik maupun reaksi kelainan genetik yang lain pada bayi. Oleh sebab itu sebaiknya ibu hamil maupun menyusui tidak minum obat ini. Jika terpaksa tanyakan terlebih dahulu pada dokter.
  4. Dapat menimbulkan palpitasi atau rasa haus berlebih yang dapat menimbulkan kencing menjadi berkurang jumlahnya.
  5. Hentikan pemakaian obat apabila disertai gejala kejang-kejang dan mulut berbusa. Segera bawa pasien dengan kondisi tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian beberapa penjelasan lengkap tentang obat carbenicilin. Sehingga apabila kelak mendapatkan resep berupa obat tersebut, maka dapat memahami cara pakai dan efek sampingnya pada tubuh. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Serta supaya penyakit yang sedang diderita dapat cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala.

, , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Obat C