Codecon – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

626

Codeco merupakan sebuah obat yang banyak dimanfaatkan untuk membantu mencegah serta mengobati berbagai macam penyakit yang ada kaitannya dengan batuk seperti misalnya batuk kering atau batuk tidak berdahak. Selain itu, Codecon juga bisa digunakan untuk membantu mengobati hidung tersumbat yang disebabkan karena penyakit flu atau influenza.

Seperti yang kita tahu bersama bahwa bahwa pada dasarnya terdapat dua jenis batuk yang terkenal, yakni batuk kering yang juga disebut sebagai batuk tidak berdahak dan juga batuk basah atau yang disebut dengan batuk berdahak.

Batuk kering merupakan suatu kondisi dimana seseorang yang menderita batuk kering maka ia tidak akan mengeluarkan lendir ketika batuk, berbeda dengan batuk basah dimana orang tersebut ketika batuk maka juga akan disertai dengan keluarnya lendir.

Batuk bisa disebabkan oleh berbagai macam, salah satunya yakni disebabkan oleh alergi atau iritasi seperti misalnya disebabkan karena alergi serbuk bunga atau juga disebabkan karena orang tersebut mengalami iritasi akibat sinusitis.

Maka dari itu, Codecon diciptakan sebagai solusi untuk anda semuanya karena kemampuannya untuk membantu mengobati batuk kering dan juga hidung tersumbat yang anda alami. Di dalam Codecon mengandung suatu zat aktif yang disebut dengan Dextromethorphan Hbr,  Phenylpropanolamine Hydrochloride. dan juga  Guaifenesin yang mana ketiga zat tersebut memang sangat ampuh digunakan untuk membantu mengobati batuk dan juga hidung tersumbat akibat serangan influenza.

Sebelum anda mengkonsusmi Codecon, kami akan memberikan beberapa hal yang harus anda ketahui dan anda perhatikan ketika anda ingin mengkonsumsi Codecon maupun obat lain dengan kandungan zat yang sama.

Kandungan Codeco

Di dalam Codeco mengandung beberapa zat aktif beserta takarannya, yaitu:

  • Dextromethorphan HBr sebanyak 5 mg
  • Guaiphenesin 33.33 sebanyak mg
  • Phenylpropanolamine sebanyak 7.5 mg

Indikasi Codeco

  1. Codeco merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati batuk kering atau batuk non produktif
  2. Codeco juga bisa digunakan untuk membantu mencegah serta mengatasi hidung tersumbat yang disebabkan oleh flu atau influenza

Kontraindikasi Codeco

  • Kami sarankan agar anda tidak sembarangan untuk memberikan Codeco kepada seseorang yang memilki riwayat gangguan hipersensitifitas.
  • Anda juga tidak dianjurkan untuk memberikan Codeco kepada seseorang yang memiliki alergi terhadap kandungan yang ada pada Codeco, kecuali jika memang dokter memberikan instruksi lainnya. Hal ini bertujuan agar supaya Codeco tidak mengalami kontraindikasi yang lebih parah. 
  • Dan juga, jika anda memberikan obat ini untuk ibu hamil dan juga ibu menyusui, mungkin kami sarankan agar anda tidak memberikannya. Namun, untuk memperoleh jawaban yang lebih pasti, maka anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter karena kemungkinan efek kontraindikasi yang dialami berbeda antara orang satu dengan orang lainnya.

Golongan 

Anda harus ingat bahwa Codeco termasuk ke dalam golongan obat yang bisa anda dapatkan di toko obat meskipun sebelumnya anda tidak mendapatkan resep dokter. Meskipun begitu, untuk penggunaannya kami sarankan agar anda bertanya kepada dokter agar supaya mendapatkan informasi yang lebh lengkap mengenai penggunaannya.

Perhatian dan Peringatan

  • Kami tidak menganjurkan bagi anda yang ingin mengkonsusmi Codeco bersamaan dengan terapi MOI.
  • Anda juga kami sarankan agar tidak mengkonsumsi Codeco pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit ginjal.
  • Hal ini juga berlaku kepada seseorang yang pernah memiliki riwayat nefropati. Sekedar informasi bahwa nefropati merupakan sebuah kondisi dimana seseorang tersebut mengalami kerusakan pada ginjal.
  • Bagi orang yang merokok maupun yang mengkonsumsi alkohol, anda disarankan untuk berhenti sementara dari merokok dan juga meminum alkohol jika anda ingin mengkonsumsi Codeco. Namun, jika anda tetap memaksa untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut maka besar kemungkinan efek buruk akan anda alami sebagai akibat dari mengkonsumsi Codeco bersama alkohol dan merokok.

Dosis Codeco

Di bawah ini merupakan beberapa takaran dosis dari Codeco yang harus anda perhatikan:

  • Dosis yang diberikan kepada orang dewasa, maka harus diberikan sebanyak 2 sendok takar.
  • Sementara untuk dosis yang diberikan kepada anak – anak yang berusia antara 6 sampai dengan 12 tahun, maka takaran dosis yang diberikan adalah sebanyak 1 sendok takar.
  • Untuk jangka waktu pemberian dosis tersebut ialah sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari.

Kami sarankan agar anda menggunakan takaran dosis yang sesuai dengan respon tubuh anda karena hal ini akan sangat menentukan perihal kesembuhan yang akan anda dapatkan. Maka dari itu, anda bisa bertanya kepada dokter mengenai takaran dosis yang tepat yang sesuai dengan respon tubuh anda.

Efek Samping Codeco

Berikut ini akan kami berikan tentang efek samping yang ditimbulkan dari mengkonsumsi Codeco yang harus anda perhatikan:

  1. Codeco merupakan obat yang bisa menyebabkan anda mengalami gangguan pencernaan seperti mual tanpa muntah, perut kembung, dan bahkan bisa menyebabkan anda mengalami diare.
  2. Efek samping lain yang masih berkaitan dengan gangguan pencernaan yang akan anda rasakan adalah seperti sembelit atau konstipasi meskipun memang efek samping tersebut tergolong jarang terjadi.
  3. Efek samping selanjutnya yang akan anda terima sebagai akibat dari mengkonsumsi Codeco adalah palpitasi. Palpitasi merupakan sebuah kondisi dimana detak jantung anda menjadi tidak beraturan atau terlalu cepat.
  4. Diketahui juga bahwa Codeco bisa menyebabkan pasien atau orang yang mengkonsusminya akan menderita retensi urin.
  5. Perlu anda tahu bahwa Codeco bisa mengakibatkan kantuk. Hal inilah yang menyebabkan dokter akan menyuruh anda untuk tidak mengendarai kendaraan, mengoperasikan alat – alat berat, atau juga melakukan beberapa aktivitas yang bisa menguras tenaga serta konsentrasi anda.

Itulah beberapa efek samping yang kemungkinan bisa anda alami. Sebenarnya efek samping yang anda alami kemungkinan besar akan berbeda dengan efek samping yang dialami oleh orang lain. Untuk itu, anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai apa saja efek samping yang kemungkinan besar bisa dialami oleh anda.

Interaksi Codeco

Pada kesempatan sebelumnya kami telah memberikan penjelasan bahwa ada beberapa jenis obat yang boleh atau malah disarankan untuk dikonsumsi secara bersama – sama, akan tetapi ada juga beberapa jenis obat yang malah dilarang untuk dikonsusmi secara bersamaan.

Selain itu, interaksi dari Codeco diketahui akan menyebabkan Codeco menjadi tidak bisa bekerja secara optimal. Salah satu hal yang akan diakibatkan oleh interaksi obat adalah bisa mengakibatkan meningkatkan depresan pada SSP lain.

Cara Penyimpanan Codeco

  1. Anda harus selalu menyimpan Codeco pada tempat yang memiliki suhu ruangan.
  2. Jangan pernah membekukan Codeco maupun juga obat lainnya, apalagi jika anda menyimpannya di dalam kamar mandi.
  3. Anda harus selalu mengecek tentang batas akhir pemakaian Codeco sebelum anda mengkonsusminya.
  4. Jangan simpan Codeco di tempat yang mudah dijangkau anak – anak maupun juga hewan peliharaan anda.
  5. Jauhkan Codeco dari terkena sinar matahari secara langsung karena hal ini hanya akan merusak kualitas dari obat Codeco.
  6. Dan juga yang tidak kalah penting adalah anda tidak boleh menyimpan Codeco di tempat yang dekat dengan tempat makan.
  7. Kami sarankan agar anda tidak meletakkan Codeco bersamaan dengan obat lainnya di dalam satu wadah karena hal ini untuk menjaga agar supaya Codeco tidak sampai terkontaminasi.

Semoga informasi ini bermanfaat. Untuk menambah wawasan anda, kami menyarankan agar anda membaca informasi lainnya yaitu Claneksi dan Clamixin.