Home Merk Obat A-ZMerk Obat C Cetasix – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Cetasix – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Ratih Cahyaningtyas

Cetasix adalah obat yang berguna untuk menyembuhkan penyakit diuretik. Selain itu obat ini berguna untuk mengatasi pembengkakan yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif, penyakit hati, jenis penyakit ginjal, atau kondisi medis lainnya. Cetasix juga digunakan sendiri atau bersama dengan obat-obatan lain untuk cara mengatasi darah tinggi (hipertensi). 

Kandungan senyawa atau zat aktif yang dimiliki oleh Cetasix adalah Furosemide. Obat ini berbentuk tablet. Cetasix adalah sebuah obat yang diproduksi oleh Soho. Obat ini tergolong dalam kategori obat keras, artinya obat ini dapat dikonsumsi dan didapatkan di apotek terdekat dengan meyerahkan resep dari dokter.

Komposisi Cetasix

Cetasix mengadung komposisi bernama Furosemide. Furosemide ialah obat yang bermanfaat untuk meminimalisir cairan berlebih dalam tubuh (edema) yang diakibatkan oleh situasi seperti gagal jantung, penyakit hati, dan ginjal. Obat ini juga dipakai untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Furosemide meruapakan obat diuretik yang mengakibatkan penderita menjadi lebih sering buang air kecil untuk menolong membuang air dan garam yang berlebihan dari tubuh penderita atau pasien. Obat ini pun dapat dipakai untuk menurunkan kadar kalsium yang tinggi dalam darah (hiperkalsemia).

Dosis Penggunaan Cetasix

Dosis yang paling tepat adalah dosis yang berasal dari anjuran dokter. Namun tak menutup kemungkinan pasien dapat mengikuti anjuran yang tertera dalam obat. Dosis penggunaan Cetasix sebagai berikut:

  • Khusus dewasa, minum sebanyak 10 – 20 mg sebanyak satu atau dua kali sehari
  • Khusus anak-anak, berikan sebanyak 1-2 mg sebanyak satu kali sehari.
  • Dosis dapat ditingkatkan apabila telah mendapatkan dosis awal yang disarankan dokter.
  • Cetasix dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping Cetasix

Ketika pasien meminum obat Cetasix, tubuh akan merasakan reaksi. Reaksi inilah dinamakan efek samping. Efek samping yang mungkin akan terjadi, antara lain:

  1. Telinga berdenging
  2. Kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, gejala penyakit kuning (kulit atau mata menguning)
  3. Perut merasakan nyeri dan menyebar ke punggung
  4. Gangguan pencernaan seperti mual dan muntah
  5. Mengalami masalah pernapasan seperti: nyeri dada, batuk yang kemudian memburuk disertai demam.
  6. Kulit pucat, memar, pendarahan yang tidak biasa, denyut jantung cepat, susah konsentrasi
  7. Bahaya kekurangan kalsium (rasa geli di dekat mulut, otot kencang atau kontraksi, refleks berlebihan)

Efek samping yang telah disebutkanbelum tentu akan dirasakan seluruhnya oleh penderita yang mengonsumsi Cetasix. Konsultasikan kondisi pengguna obat apabila ada efek samping yang dirasakan namun tidak tertera di dalam artikel.

Kontraindikasi Cetasix

Obat Cetasix tidak dianjurkan bagi penderita yang memiliki kriteria di bawah ini, sebagai berikut:

  • Orang yang hipersensitif terhadap kandungan obat Cetasix
  • Orang yang menderita gagal ginjal akut dengan anuria
  • Orang yang mengalami glomerulonefritis akut dan stenosis uretra

Interaksi Cetasix dengan obat lain

Interaksi obat adalah penggabungan beberapa obat sehingga dapat menaikkan atau menurunkan efek pada tiap obat yang dikonsumsi. Interaksi Cetatrex dengan obat lainnya, antara lain:

  1. Aminoglikosida, asam ethacrynic dan cisplatin meningkatkan ototoxicity dari obat ini (terutama ketika gangguan fungsi ginjal).
  2. Kandungan obat Cetasix dapat mengurangi aktivitas relaksasi otot tubocurarine, mempotensiasi efek suksinilkolin.

Hal-hal yang perlu diperhatikan 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama akan menggunakan Cetasix, antara lain:

  1. Dilarang mengonsumsi obat Cetasix dengan dosis yang melebihi anjuran resep dokter.
  2. Wanita yang sedang hamil atau menyusui
  3. Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung

You may also like