Betaclav – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

612

Betaclav adalah obat antibiotik yang termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Betaclav memiliki 2 kekuatan sediaan, yaitu:.

  • Setiap tablet Betaclav 250 mg mengandung: amoksisilin 250 mg dan asam klavulanat 125 mg
  • Setiap tablet Betaclav 500 mg mengandung: amoksisilin 500 mg dan asam klavulanat 125 mg

Indikasi

Betaclav diindikasikan untuk pengobatan berbagai infeksi karena bakteri, seperti infeksi saluran napas bawah, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), infeksi pada luka akibat gigitan hewan, dan pielonefritis (infeksi saluran kencing). Selain infeksi-infeksi tersebut, Betaclav juga bisa digunakan pada infeksi lainnya sesuai dengan pertimbangan dokter.

Mekanisme Kerja Obat

Setiap harinya, tubuh kita diserang oleh berbagai macam bakteri, namun sistem imun tubuh kita selalu siap melindungi tubuh dari infeksi sehingga seranagn bakteri ini tidak selalu menyebabkan timbulnya penyakit pada tubuh. Namun ada kalanya saat sistem imun sedang menurun, dapat terjadi infeksi akibat bakteri pada tubuh kita. Pada saat seperti inilah, tubuh memerlukan bantuan antibiotik untuk melawan bakteri tersebut.

Bakteri memiliki dinding sel yang fungsinya sama seperti kulit pada manusia, yaitu melindungi bagian dalam tubuhnya. Dinding sel ini merupakan bagian tubuh yang sangat penting bagi kelangsungan hidup bakteri, oleh karena itu penghancuran dinding sel bakteri sering kali dijadikan strategi untuk membunuh bakteri.

Amoksisilin merupakan salah satu antibiotik yang menjadikan dinding sel bakteri sebagai target kerjanya. Saat amoksisilin berikatan dengan salah satu reseptor di dinding bakteri, maka akan terjadi penghambatan pembentukan dinding sel bakteri dan pelepasan enzim proteolitik (enzim proteolitik adalah enzim yang dapat menghancurkan protein, salah satu komponen utama dinding sel bakteri adalah protein). Dengan demikian, bakteri tidak dapat membentuk dinding sel dan lama kelamaan akan mati.

Amoksisilin termasuk ke dalam golongan antibiotik betalaktam, yaitu antibiotik yang memiliki struktur kimia yang khas yang disebut cincin betalaktam, cincin betalaktam ini merupakan struktur kimia yang berperan penting dalam aktivitas antibiotik golongan betalaktam. Namun seiring berjalannya waktu, banyak bakteri yang sudah mengembangkan resistensi (kekebalan) terhadap antibiotik betalaktam dengan membuat enzim betalaktamase, yaitu enzim yang dapat merusak cincin betalaktam pada antibiotik. Jika cincin ini dirusak oleh enzim betalaktamse, maka antibiotik akan kehilangan aktivitas antibakterinya. Untuk itu, saat ini amoksisilin sering kali dikombinasikan dengan asam klavulanat. Asam klavulanat tidak bekerja sebagai antibakteri, namun asam klavulanat dapat melindungi amoksisilin dengan cara menghambat kerja enzim betalaktamase.

Dosis dan Cara Pemberian

  1. Dosis Betaclav untuk infeksi saluran napas bawah ringan hingga menengah: 500 mg amoksisilin-125 mg asam klavulanat setiap 12 jam selama 10 hari
  2. Dosis Betaclav untuk infeksi saluran napas bawah berat: 500 mg amoksisilin-125 mg asam klavulanat setiap 8 jam selama 7-10 hari
  3. Dosis Betaclav untuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK): 500 mg amoksisilin-125 mg asam klavulanat setiap 8 jam
  4. Dosis Betaclav untuk infeksi pada luka akibat gigitan hewan: 500 mg amoksisilin-125 mg asam klavulanat setiap 8 jam selama 3-5 hari 
  5. Dosis Betaclav untuk pielonefritis (infeksi saluran kencing): 500 mg amoksisilin-125 mg asam klavulanat setiap 8 jam
  6. Sebaiknya Betaclav dikonsumsi setelah makan, minumlah tablet dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan dikunyah, digerus atau dihancurkan)

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Betaclav:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap amoksisilin atau penisilin
  • Memiliki riwayat gangguan hati setelah menggunakan obat yang mengandung amoksisilin-asam klavulanat

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Amoksisilin-asam klavulanat termasuk ke dalam kategori B, yaitu obat yang cukup aman untuk digunakan oleh ibu hamil (penelitian pada hewan dan/atau manusia menunjukkan risiko minor atau tidak menunjukkan risiko negatif terhadap janin)
  • Amoksisilin-asam klavulanat didistribusikan oleh tubuh ke dalam ASI, konsultasikan dengan dokter jika Anda akan menggunakan Betaclav selagi dalam masa menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi setelah penggunaan Betaclav:

  1. Ruam pada kulit
  2. Diare
  3. Kandidiasis
  4. Mycosis
  5. Vaginitis
  6. Mual dan muntah
  7. Kenaikan SGPT dan SGOT (enzim hati yang biasa digunakan sebagai parameter fungsi hati), biasanya bersifat sementara

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Betaclav. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah mengkkonsumsi Betaclav, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Betaclav:

  1. Amoksisilin merupakan antibiotik sehingga dapat menurunkan efek vaksin yang mengandung bakteri yang dilemahkan seperti vaksin BCG, kolera, dan tifoid
  2. Efek amoksisilin dapat menurun jika digunakan bersamaan dengan obat-obat berikut: demeklosiklin, doksisiklin, minosiklin, tetrasiklin
  3. Amoksisilin dan obat-obat berikut dapat saling meningkatkan efek jika digunakan secara bersamaan karena keduanya saling menghambat ekskresi melalui ginjal sehingga kedua obat tersebut lebih lama berada di dalam tubuh: asiklovir, aspirin / asam asetil salisilat, sulfasalazin
  4. Amoksisilin dapat menurunkan efek obat kontrasepsi oral seperti estradiol, etinilestradiol, mestranol namun kemungkinan terjadinya kegagalan kontrasepsi (terjadinya kehamilan) cukup rendah sehingga tidak perlu digunakan alat kontrasepsi tambahan
  5. Efek warfarin dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan amoksisilin

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Betaclav tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Betaclav, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Betaclav dengan pemberian obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Betaclav tanpa menggunakan resep dokter
  2. Jangan mengubah dosis Betaclav yang telah diresepkan oleh dokter
  3. Habiskan Betaclav yang telah diresepkan untuk Anda. Jika Anda tidak menghabiskannya, dikhawatirkan dapat terjadi resistensi bakteri (bakteri mengembangkan kekebalan terhadap antibiotik dan akubatnya bakteri tidak terbasmi secara tuntas). Saat sistem kekebalan tubuh Anda sedang menurun, bakteri tersebut bisa kembali menginfeksi Anda, namun kali ini bakteri tersebut sudah kebal terhadap amoksisilin dan Anda akan membutuhkan antibiotik yang lebih kuat daripada amoksisilin untuk membasminya
  4. Betaclav adalah antibiotik, yaitu obat yang digunakan untuk infeksi bakteri dan tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus seperti influenza
  5. Usahakan untuk meminum Betaclav pada waktu yang sama setiap harinya sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan oleh dokter untuk memaksimalkan efeknya
  6. Jika Anda lupa mengkonsumsi Betaclav, segeralah mengkonsumsinya jika jadwal minum obat berikutnya tidak terlalu dekat. Jika jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, lewatkan dosis yang terlewat dan minumlah Betaclav pada waktu minum obat berikutnya dengan dosis normal (jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewat)
  7. Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah menghabiskan Betaclav yang telah diresepkan, segeralah kembali memeriksakan diri ke dokter
  8. Sebelum mengkonsumsi Betaclav atau obat apapun, selalu perhatikan kondisi obatnya, jika Anda melihat ada perubahan warna (misalnya terdapat bercak-bercak warna pada tablet) atau perubahan bentuk obat, jangan gunakan obat tersebut dan segera tanyakan kepada apoteker mengenai apa yang harus Anda lakukan
  9. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Betaclav atau obat apapun yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsanya
  10. Simpanlah Betaclav pada suhu kamar di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak