Alista – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Alista atau biasa disebut dengan Alista tablet 50 mg adalah salah satu obat yang digunakan untuk membantu mengurangi adanya gejala klaudikasio intermiten atau rasa nyeri yang timbul setelah berolahraga. Alista mengandung Cilostazol yang merupakan salah satu turunan dari obat quinolinone yang mampu bekerja dengan cara melakukan penghamatan terhadap fosfodiesterase-III. Obat ini merupakan salah satu obat yang diproduksi oleh Novell pharma.

Untuk dapat mengonsumsi obat ini, penderita harus mendapatkannya melalui resep dokter yang sudah diberikan pada pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan. Karena obat ini termasuk obat resep yang tidak bisa didapatkan secara sembarangan tanpa resep dan anjuran dokter.

Kandungan Alista

Alista mengandung obat bernama cilostazol yang biasanya digunakan untuk membantu mengurangi gejala kaludikasio intermiten pada individu tertentu dengan penyakit vaskuler perifer. Cilostazol sendiri adalah quinolinone derivative yang mampu bekerja dengan cepat dalam melakukan penghambatan fosfodiesterase-III atau PDE-III sehingga mampu menekan degradasi siklik adenosis monofosfat atau cAMP.

Diketahui dengan meningkatnya cAMP  dapat menyebabkan pembentukan protein kinase A atau PKA aktif yang juga semakin tinggi. PKA Aktif sendiri memiliki hubungan langsung dengan penghambaran agregasi trombosit. Selain itu, PKa juga mampu mencegah aktivasi enzim dengan bernama myosin light-chain kinase yang sangat pentng dalam kontraksi sel otot polos sehingga akan terjadi efek vasodilatasi.

Fungsi Alista

Alista tablet memiliki fungsi untuk mengurangi macam gejala yang berkaitan dengan kladikasio intermiten yang merupakan salah satu gejala nyeri otot yang terjadi akibat melakukan aktivitas ringan seperti muncul rasa nyeri, mati rasa, kram atau rasa lelah. Kladikasio ini biasanya terjadi di area otot betis dan terjadi saat penderitanya melakukan olagraga seperti berjalan kaki, namun penyakit ini mampu hilang dengan sendirinya dalam waktu istirahat singkat.

Klaudikasio intermiten umumnya memiliki keterkaitan dengan peyakit arteri perifer tahap awal dan jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik maka akan berlanjut ke iskemia ekstremitas kritis. Alista juga sering digunakan dalam pengobatan jenis iskemik termasuk pengobatan ulserasi yaitu nyeri dan gangguan ekstremitas pada area oklusi arteri kronis. Selain itu, Alista juga bisa digunakan sebagai tindakan pencegahan kekambuhan infark serebral namun tidak termasuk emboli kardiogenik serebral.

Dosis Penggunaan Alista

Dalam mengonsumsi Alista tablet, terdapat beberapa macam dosis yang dapat ditetapkan diantaranya:

  • Dosis untuk penderita Intermittent claudication
    • Untuk penderita dewasa, dapat mengonsumsi sebanyak 100mg 2 kali sehari dan dapat dihentikan pengobatan ini jika tidak ada perbaikan klinis selama 3 bulan setelahnya
    • Diberikan penyesuaian dosis untuk pengguna obat inhibitor CYP3A4 atau CYP2C19 degan mengonsumsi sebanyak 50mg 2 kali sehari.
    • Harus dikonsumsi setidaknya satu setengah jam sebelum makan atau bisa juga dua jam setelah makan.

Efek Samping Alista

Terdapat beberapa macam efek samping yang mungkin dialami penggunanya baik salah satu atau beberapa secara seklaigus. Efek samping tersebut diantaranya:

  • Penderita akan mengalami pusing atau sakit kepala ringan
  • Penderita dimungkinkan mengalami gangguan saluran pencernaan seperti diare atau bentuk tinja yang tidak normal.
  • Penderita dapat mengalami takiaritmia atau hipotensi atau biasa disebut dengan darah rendah
  • Penderita dapat dimungkinkan mengalami palpitasi dan takikardia.
  • Bagi penderita yang memiliki riwayat penyakit jantung iskemik dapat beresiko terkena eksaserbasi angina pektoris (angin duduk) atau infark miokard.
  • Akan muncul efek samping hematolog seperti trombositopenia atau leukopenia yang kemudia dapat berkembang menjadi agranulositosis juga kadang terjadi. Namun, efek samping ini bersifat lebih reversibel dan akan berhenti jika penggunaan Alista tersebut dihentikan.

Jika anda mengalami efek samping diatas baik salah satu atau beberapa sekaligus dan tidak kunjung sembuh, anda harus segera menghubungi dokter anda untuk mendapatkan penanganan pertama yang tepat dan dapat menggantinya dengan obat lain yang lebih aman untuk anda.

Kontraindikasi Alista

Dalam mengonsumsi Alista, terdapat beberapa kontraindikasi yang harus dimengerti dan diwaspadai baik sebelum atau saat mengonsumsi Alista. Berikut ini kontraindikasi Alista:

  • Alista memiliki kontraindikasi terhadap penderita yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap obat yang mengandung Cilostazol
  • Cilostazol dan beberapa metabolitnya yang lain adalah penghambat fosfodiesterase III. Beberaapa obat lain dengan efek farmakologis ini dapat menyebabkan penurunan kelangsungan hidup dibandingkan dengan obat plasebo pada pasien dengan diagnosa penyakit jantung seperti gagal jantung kelas 3-4.
  • Alista memiliki kontraindikasi terhadap penderita yang mengalami perpanjangan internal VT, predisposisi perdarahan seperti retinopati diabetes proliferatif, ulserasi peptik aktif dan stroke hemoragik.
  • Alista memiliki kontraindikasi terhadap penderita yang memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik, angina pektoris yang tidak stabil dan penderita yang sedang menjalani intervensi infark miokardinal dalam waktu 6 bulan terakhir.
  • Dalam menggunakannya bersama 2 obat anti platelet atau obat anti koagulan tambahan lainnya, penggunaan Alista perlu diperhatikan dengan baik.
  • Penderita yang memiliki riwayat penyakit fibrilasi ventrikel, takikardia ventrikel, ektopik ventrikel multifokal dan takiaritmia parah perlu diperhatikan secara benar dalam menggunakan Alista.
  • Pemberian Alista pada penderita dengan gangguan hati sedang atau berat atau pengguna dengan kerusakan berat dengan CrCl ≤ 25 mL per menit.

Hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam mengonsumsi Alista, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik, diantaranya:

  • Jenis obat yang mengandung Cilostazol berbahaya bagi pengguna yang menderita gagan jantung berat. Karena itu, bagi penderita gagal jantung berat, tidak diperkenankan menggunakan obat ini.
  • Diharapkan untuk selalu memantau jumlah sel darah putih dan trombosit secara periodik.
  • Penderita pendarahan patologis aktif harus menghindari penggunaan Alista.
  • Ketika sedang mengalami menstruasi, penggunaan Alista harus dilakukan secara hati-hati karena memiliki kecenderungan akan penrdarahan atau diastesis hemoragik, kerusakan ginjal akut atau kerusakan hati.
  • Untuk mengonsumsi obat yang termasuk ke golongan  inhibitor CYP3A4 atau CYP2C19 misalnya Omeprazole, harus dikonsultasikan dengan dokter
  • Dalam penggunaannya, dimungkinkan efek dari obat ini akan dirasakan setelah menjalani 2-4 minggu bahkan sampai 12 minggu. Jika dalam menggunakan obat ini tidak membaik dalam waktu 3 bulan, hentikan segera penggunaan Alista.
  • Dengan mengonsumsi jus grapefruit, konsentrasi plasma Alista akan meningkat dan mampu menimbulkan banyak efek samping.
  • Tidak disarankan untuk melakukan kegiatan atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperi mengemudi atau mengoperasikan mesin karena mampu menyebabkan kantuk dan pusing.
  • Jauhkan Alista dari jangkauan anak-anak
  • Simpan di dalam tempat yang sejuk atau berada di dalam suhu ruangan
  • Tidak diperkenankan untuk terkena paparan sinar matahari secara langsung.
  • Tidak diperkenankan untuk membeli obat ini secara bebas di apotik tanpa menunjukkan resep dokter karena tindakan tersebut disebut tindakan ilegal dan melanggar hukum.
  • Tidak diperkenankan untuk mengganti dosis baik mengurangi atau menambah dosis penggunaan obat tanpa sepengetahuan dan tanpa anjuran dokter.
  • Jika terlambat mengonsumsi obat, tidak diperkenankan untuk menggandakan dosis di pemakaian waktu selanjutnya. Sebaiknya tetap konsumsi obat sesuai dengan jadwal dan dosis yang sudah ditentukan tanpa menggandakan dosis dengant ujuan untuk mengganti dosis terlambat sebelumnya.

Alista Untuk Wanita Hamil

Badan pengawas obat dan makanan dari Amerika Serikat melakukan penelitian dalam penggunaan Alista untuk  hewan dan memberikan hasil berupa pemberian Alista pada hewan dalam keadaan hamil memiliki resiko sangat besar dan menyatakan bahwa sejauh ini belum ada penelitian atau bukti lain yang menyebutkan bahwa pemberian Alista pada wanita hamil dan menyusui dinilai aman dan diperbolehkan dalam batasan atau dosis yang bebas karena memiliki kemungkinan akan membahayakan janin dan ibu hamil tersebut sendiri.

Jika benar-benar ingin mengonsumsi Alista, penderita harus melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk membicarakan keberhasilan obat, efek samping hingga dosis yang memungkinkan untuk dikonsumsi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn