5 MPASI yang Mengandung Kalsium untuk Pertumbuhan Sempurna Tulang dan Gigi Anak

236

Salah satu jenis mineral yang tak boleh dilewatkan oleh tubuh karena berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang tentu saja adalah kalsium. Selain bisa didapat dari susu, bayi yang sudah saatnya memperoleh MPASI atau makanan pendamping ASI, perlu mengonsumsi sumber makanan yang mengandung kalsium tinggi lainnya supaya perkembangan tulang serta giginya sempurna.

Kebutuhan kalsium bayi adalah 250 gram setiap harinya dan kalau sampai asupannya kurang maka ini menjadi pemicu terhambatnya pertumbuhan bayi. Saat usia bayi sudah 6 bulan dan ASI tak lagi cukup, MPASI pun diperlukan, termasuk MPASI yang mengandung kalsium tinggi. Selain susu, apa sih yang aman diberikan sebagai MPASI?

  1. Yogurt

Di dalam yogurt tak hanya ada kalsium karena merupakan produk olahan susu, tapi juga menawarkan lemak, probiotik, vitamin, dan protein yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Hanya saja, yogurt lebih tepat kalau diberikan saat usia bayi adalah 8 bulan di mana usia bayi 8-12 bulan takaran yogurt yang dianjurkan adalah ¼ atau ½ cangkir, sementara lebih dari ½ cangkir boleh diberikan kalau usia bayi sudah 12-24 bulan.

Hanya saja, yogurtnya yang yogurt asli ya karena jauh lebih aman untuk kesehatan si kecil. Jangan pilih yogurt dengan kandungan pewarna buatan, pemanis buatan, bahan pengental dan sirup jagung fruktosa. Lebih dianjurkan untuk mengecek label kemasan yogurt sebelum membeli apakah ada kandungan probiotiknya.

  1. Brokoli

Penunjang pertumbuhan si kecil lainnya adalah brokoli yang siap menjadi cara meningkatkan daya tahan tubuh bayi, mencegah alergi karena ada kandungan anti-inflamasi di dalamnya, menjaga kesehatan tulang bayi, hingga menjaga kesehatan pencernaannya. Jangan lupa, pilih brokoli segar ya dan rendam dulu di dalam air garam sebelum mengolahnya dan setelah memotong-motongnya.

Cuci dulu 1 bonggol atau 50 gram brokoli yang kemudian bisa dikukus sampai melunak teksturnya. Haluskan secara manual atau bahkan bisa pakai blender agar cepat dan maksimal, beri susu formula atau ASI secukupnya sebagai campuran. Puree brokoli yang sudah dituang ke dalam mangkok akhirnya siap dikonsumsi oleh si kecil.

  1. Kol

Jenis sayuran ini juga merupakan sumber kalsium yang bisa diberikan sebagai menu MPASI. Puree kol bisa dibuat seperti saat mengolah puree brokoli yang nantinya dicampurkan dengan susu formula ataupun ASI secukupnya. Bahkan dapat pula mencampurkan 50 gram brokoli dan 50 gram kol serta susu untuk dinikmati si kecil.

  1. Tahu

Maksimal pemberian tahu kepada si kecil sebagai MPASI adalah 100 gram saja ya, jangan sampai berlebihan. Bahkan 100 gram ini pun masih perlu dibagi menjadi 3 porsi agar si kecil tidak merasa bosan. Buatlah puree tahu untuk bayi yang baru memasuki usia 6 bulan, namun jika sudah lewat usia 8 bulan, olahan tahu yang lebih padat bisa diberikan, seperti halnya mencampur tahu yang sudah dihaluskan dengan kocokan telur dadar untuk membuat omelet tahu.

  1. Ikan Teri

Untuk pertumbuhan bayi dan kecukupan asupan kalsiumnya, ikan teri boleh juga dimasukkan ke dalam menu MPASI-nya. Selain kalsium, ada pula mineral fosfor yang siap jadi pendukung pertumbuhan sempurna tulang dan giginya. Untuk bayi yang baru masuk 6 bulan usianya, tekstur MPASI jangan yang terlalu padat dulu, maka puree tahu yang dicampur teri medan boleh juga lho.

Biasanya, bahan-bahan MPASI bisa dikukus lebih dulu selama 15-20 menit dan ikan terinya biasanya bisa 10 menitan saja. Jika ingin tambahkan wortel dan kentang boleh juga, setelah dikukus bahan-bahan ini bisa disaring dulu; sementara untuk terinya sebelum disaring tambah dulu dengan air hangat sedikit. Untuk terinya, 2 biji saja cukup kok bersama dengan ¼ potong wortel dan kentang yang sudah diparut serta tahu putih ½ buah yang sudah dihaluskan.

Jadi selain susu, MPASI yang mengandung kalsium tinggi bisa didapat dari bahan-bahan tersebut. Maka kini para orangtua khususnya para bunda tak perlu khawatir lagi soal menu yang bisa mendukung pertumbuhan tulang dan gigi si kecil agar maksimal. Tetap seimbangkan nutrisi lainnya untuk asupan si kecil ya, agar pertumbuhan anak makin optimal.