Telur Setengah Matang Sehat Atau Tidak? Ini Manfaat Dan Bahayanya

1373

Banyak orang menggemari telur setengah matang yang diyakini lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh, namun benarkah demikian? Sebenarnya, mengonsumsi telur setengah matang sehat atau tidak? Atau justru malah berbahaya karena di dalamnya masih terdapat bakteri. Berikut adalah uraian tentang sehat tidaknya makan telur setengah matang yang patut Anda ketahui.

Sehatkah Telur Setengah Matang?

Seperti kita tahu, ada banyak nutrisi penting di dalam telur yang bisa kita dapatkan, seperti halnya selenium, zeaxanthin, lutein, kolin, riboflavin, lemak dan terlebih lagi protein. Inilah yang menjadikan telur tergolong sumber makanan sehat sehingga banyak dimasukkan ke dalam menu sarapan.

Kuning telur pun diketahui berkandungan tinggi asam amino, vitamin, mineral dan juga karbohidrat terlepas dari adanya kolesterol tinggi yang berbahaya kalau dikonsumsi oleh seseorang dengan kadar kolesterol yang sudah tinggi. Salah satu alasan mengapa orang lebih suka dengan telur setengah matang adalah ini, tidak ingin mengurangi maupun merusak kandungan-kandungan nutrisi yang ada pada telur.

Padahal, perlu diingat juga bahwa telur bebek maupun ayam sebenarnya tergolong sangat mudah terkena bakteri Salmonella. Bahkan telur-telur yang kulitnya tidak retak sekalipun, yang masih dalam kondisi bagus, bersih dan mulus juga mampu terjangkit bakteri tersebut. Bahayanya adalah ketika kita mengonsumsi telur setengah matang yang ada bakteri Salmonella-nya, sehingga cepat atau lambat ada efek-efek tertentu yang bakal muncul seperti:

Jadi, sehatkah bila mengonsumsi telur setengah matang? Antara ya dan tidak, jadi kiranya bisa dipertimbangkan untuk mengonsumsinya terus-menerus karena berisiko terkena bakteri Salmonella yang berbahaya bagi tubuh Anda. Risiko kontaminasi bakteri Salmonella akan jauh lebih tinggi ketika tempat penyimpanan telur kurang terjaga kebersihannya.

Manfaat dari Telur Setengah Matang

Memasak telur di mana dengan kondisi tak terlalu matang diyakini masih menyisakan banyak nutrisi di dalamnya, terutama bagian kuning telur, sehingga hal ini dianggap paling menyehatkan. Berikut alasan mengapa makan telur setengah matang berguna bagi kesehatan.

  • Vitamin B12 – Kandungan vitamin B12 cukup tinggi di dalam telur setengah matang di mana jumlahnya sendiri pun diketahui ¼ dari jumlah yang dibutuhkan manusia per harinya.
  • Vitamin A – Kandungan vitamin A pun rupanya tinggi di dalam telur yang tak terlalu matang sehingga menguntungkan bagi Anda, khususnya untuk mata, tulang, gigi dan kulit.
  • Karbohidrat – Karena tinggi karbohidrat, mengonsumsi telur setengah matang menjadi pilihan yang tepat.
  • Rendah kalori – Jika ingin telur setengah matang yang rendah kalori, maka Anda perlu mengonsumsi telur rebus setengah matang. Meski rendah kalori, kadar proteinnya justru jauh lebih tinggi, dan jauh lebih baik telur rebus daripada telur goreng yang lemak jenuhnya jauh lebih tinggi.

Bahaya Konsumsi Telur Setengah Matang

Selain ada manfaat besar yang bisa didapat dari konsumsi telur setengah matang, ada pula sejumlah bahaya telur setengah matang yang mengancam kesehatan, khususnya kalau dari awal telur tersebut tak disimpan di tempat yang higienis.

  • Bakteri Salmonella – Sudah diuraikan sebelumnya bahwa bakteri ini bukan hanya dapat dijumpai pada telur-telur yang kulitnya sudah retak, melainkan juga telur-telur yang bahkan tampilannya masih bersih dan bagus.
  • Zat Avidin – Di dalam telur, terutama yang setengah matang, ada zat yang berperan sebagai pelindung embrio dalam telur namun rupanya membahayakan manusia. Zat avidin diketahui mapu mengikat biotin dan menjadi penghambat dalam proses penyerapan mineral dan vitamin pada tubuh manusia.
  • Melamin – Kandungan melamin juga dijumpai pada telur yang masuknya bisa dari pakan ayam dan berisiko membahayakan tubuh manusia. Seperti kita tahu, melamin adalah bahan pembuat pupuk, cat hingga plastik, jadi kalau sampai dikonsumsi oleh manusia, penyakit ginjal adalah salah satu bahayanya. Ada pula bahaya melamin pada piring yang juga tak baik bagi kesehatan.
  • Ovomucoid – Jenis protein ini diketahui mempunyai kegiatan antitrispin yang bisa menjadi pengganggu kesehatan pernapasan maupun kulit. Sebagai keluhannya, kulit pun bisa mengalami bengkak, kemerahan, hingga gatal-gatal sementara pernapasan bisa terganggu dengan timbulnya bersin dan batuk.

Jadi, telur setengah matang sehat atau tidak? Tergantung dari berbagai faktor, seperti seberapa bersih tempat penyimpanan telur, kondisi kulit telur, serta adanya kandungan-kandungan yang terdapat di dalam telur itu sendiri. Tak dipungkiri sebagian orang sudah merasakan manfaat makan telur setengah matang, namun dianjurkan untuk mengonsumsi yang matang saja supaya mencegah berbagai kondisi kesehatan yang berbahaya.