Home Featured Minum Boba Saat Hamil, Boleh dan Aman Tidak Sih?

Minum Boba Saat Hamil, Boleh dan Aman Tidak Sih?

by Erlita

Popularitas minuman boba alias bubble tea tampaknya tak perlu diragukan lagi besarnya, rasa manis serta kenyalnya boba tak hanya menyegarkan tapi bikin ketagihan. Pasti para ibu hamil pun ada juga yang sering ngidam minuman boba, hanya saja masalahnya minum boba saat hamil apakah tidak apa-apa? Menyehatkan atau justru membahayakan bagi bumil?

Boleh dan sehat atau tidak sih ibu hamil minum boba?

Karena jumlah kalori dan gulanya yang begitu banyak hanya dalam takaran satu gelas boba, tentu saja hal ini menjadi minuman yang kurang menyehatkan meskipun bahan dasarnya adalah teh. Menjadi sehat atau ancaman bagi kondisi bumil tentu ditentukan oleh bumil sendiri seberapa banyak konsumsinya per hari.

Ngidam minuman boba memang tidak salah kok, hanya saja pemenuhannya juga perlu diperhatikan agar tidak terlalu berlebihan. Bubble tea sayangnya tak masuk dalam golongan olahan teh yang bumil bisa aman mengonsumsinya kapan saja dengan takaran berapa saja. Adanya gula, perasa buatan, hingga zat pengawet di dalamnya bukanlah asupan yang baik untuk bumil dan calon bayi.

Bumil perlu tahu bahwa batas konsumsi gula per hari yang ditentukan oleh Kemenkes RI untuk para orang dewasa adalah 4 sendok makan atau setara dengan kurang lebih 50 gram saja. Sementara itu, ada 272 kalori dan 2,5 gram gula di dalam 76 gram bola-bola tapioka pada setengah cangkir boba yang belum ditambah dengan topping, ekstra pemanis dan varian rasa.

Gula memang dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin, namun berlebihan pun bukan hal yang baik sebab jika dibiarkan asupan gula berlebihan terus-menerus maka akan memicu diabetes gestasional nantinya. Sebagai akibatnya, diabetes gestasional pada sang ibu justru berefek pada ukuran bayi yang lahirnya akan terlalu besar.

Bagi para bumil yang ngidam minuman boba, bukannya tidak boleh sama sekali kok. Namun, carilah cara konsumsi boba yang lebih aman, yakni dengan sejumlah tips ini:

  • Mengonsumsi minuman boba sebulan 1-2 kali saja dan tidak lebih dari itu.
  • Memilih ukuran gelas yang tak terlalu besar, atau lebih kecil dari umumnya.
  • Mintalah agar kadar gulanya dikurangi.
  • Tidak menggunakan susu kental manis, melainkan susu skim atau susu rendah lemak saja.
  • Memilih topping boba yang berkalori rendah. Daripada bola-bola tapioka, jika ada bisa memilih puding, jelly, ataupun lidah buaya.
  • Kalau perlu, tak usah sama sekali menambahkan topping agar minuman boba terjamin lebih sehat.
  • Memilih minuman dengan rasa buah, seperti smoothies buah misalnya apabila ingin memakai topping boba; hal ini tentunya akan membantu supaya tubuh bumil dan kondisi janin ternutrisi baik.

Karena segala sesuatu bila dikonsumsi terlalu banyak alias berlebihan itu membahayakan kesehatan, maka minum boba saat hamil perlu dibatasi demi kesehatan diri sendiri dan janin.

You may also like