Cyclogynon – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

2604

Cyclogynon merupakan salah satu jenis obat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh pengguna wanita yang ingin mengontrol kehamilannya dengan baik. Obat yang di produksi oleh Tunggal Idaman Abdi ini berbentuk tablet yang mudah dikonsumsi. Untuk bisa menggunakan oabt ini, pengguna harus membelinya di apotik dengan resep resmi dari dokter.

Kandungan Cyclogynon

Cyclogynon mengandung zat aktif dengan nama berikut dibawah ini:

  • Levonorgestrel 150 mcg
  • Ethinyl estradiol 30 mcg
  • Plus 7 tablet plasebo.

Fungsi Cyclogynon

Cyclogynon mampu meringankan dan menyembuhkan beberapa jenis penyakit dan kondisi seperti contohnya:

  1. Digunakan sebagai kontrasepsi
  2. Digunakan untuk menunda dan mencegah kehamilan
  3. Mampu membantu dalam mengontrol kehamilan

Dosis Penggunaan Cyclogynon

Agar mampu dengan cepat dan tepat dalam pengobatan an penyembuhan penyakit yang sudah disebutkan diatas, Cyclogynon dapat disesuaikan dosisnya untuk diberikan kepada penggunanya. Dosis yang dapat digunakan oleh pengguna adalah sebagai berikut:

  • Pengguna harus mengonsumsi 1 tablet obat selama 21 hari terhitung hari pertama pengguna mengalami menstruasi
  • Dilanjutkan dengan mengonsumsi 1 table placebo selama 7 hari setelahnya.

Efek Samping Cyclogynon

Seperti jenis obat lainnya, Cyclogynon juga bisa memberikan salah satu atau beberapa efek sampingnya sekaligus pada penggunanya. Untuk dapat mengantisipasinya, berikut macam efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Cyclogynon:

  • Pengguna dimungkinkan mengalami infark miokard
  • Pengguna dapat mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Pengguna dapat merasa mual dan muntah
  • Pengguna akan mengalami penyakit hati berat seperti sirosis hati
  • Pengguna mungkin merasa kram perut
  • Penguna akan merasa migrain
  • Pengguna dapat mengalami ruam kulit
  • Pengguna cenderung akan merasa sakit kepala
  • Pengguna dapat merasa pusing
  • Pengguna dimungkinkan mengalami gangguan fungsi ginjal
  • Pengguna dapat mengalami wajah berjerawat
  • Pengguna dimungkinkan mengalami Tromboflebitis, tromboemboli arterial, emboli pulmoner, perdarahan serebral, trombosis serebral dan penyakit kantung empedu
  • Pengguna akan mengalami tumor ganas pada hati
  • Pengguna dapat mengalami Trombosis mesenteric dan trombosis retinal
  • Pengguna dimungkinkan mengalami kataral
  • Pengguna mengalami ruam merah pada kulit

Kontraindikasi Cyclogynon

Meskipun mampu mengobati beberapa jenis penyakit, Cyclogynon harus dijauhkan dari beberapa jenis kondisi yang mampu menimbulkan kontraindikasi. Hal tersebut diantaranya:

  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna yang memiliki alergi terhadap Cyclogynon atau bahan penyusunnya
  • Pengguna yang memiliki riwayat gangguan tromboebolik dan tromboflebitis tidak boleh menggunakan Cyclogynon
  • Pengguna yang mengalami kanker payudara atau kanker endometrium tidak boleh mengonsumsi Cyclogynon
  • Pengguna yang mengalami anemia sel sabit tidak boleh mengonsumsi Cyclogynon
  • Pengguna yang sedang memiliki riwayat penyakit herpes tidak disarankan untuk menggunakan Cyclogynon
  • Pengguna yang mengalami diabetes mellitus dengan disertai gangguan vaskuler tidak boleh menggunakan Cyclogynon

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam penggunaannya, terdapat beberapa macam hal yang harus diperhatikan dengan baik dan benar. Hal tersebut adalah:

  1. Simpan Cyclogynon jauh dari jangkauan hewan peliharaan
  2. Jauhkan Cyclogynon dari anak kecil
  3. Jauhkan Cyclogynon dari paparan sinar matahari langsung
  4. Simpan Cyclogynon di tempat yang sejuk dengan suhu antara 5 hingga 30 derajat Celsius
  5. Tidak disarankan untuk menyimpan Cyclogynon di kamar mandi
  6. Tidak boleh megonsumsi alkohol selama sedang menggunakan Cyclogynon
  7. Tidak disarankan untuk menggandaka atau mengurangi dosis penggunaan Cyclogynon tanpa adanya perintah dari dokter.

Cyclogynon Untuk Wanita Hamil

Terdapat pernyataan yang secara resmi menyatakan dan melarang keras pemberian Cyclogynon untuk pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui. Hal ini didukung dengan adanya bukti dari penelitian yang mampu menunjukkan bahwa pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui akan mendapatkan efek yang berbahaya. Tak hanya pengguna, efek berbahaya ini juga mampu terjadi pada janin dalam kandungan dan juga pada bayi yang sedang menyusui.