Home Featured Jangan Heran Jika Merasa Lelah Anda Cenderung “Ngemil” Dibanding Mengonsumsi Makanan Sehat, Ini Alasannya

Jangan Heran Jika Merasa Lelah Anda Cenderung “Ngemil” Dibanding Mengonsumsi Makanan Sehat, Ini Alasannya

by Syara

Apakah ada diantara Anda yang ketika merasa lelah namun tetap harus terjaga (begadang) selalu merasakan keinginan untuk makan makanan yang manis atau ngemil ? Jika Ya, Anda sebaiknya membaca artikel ini untuk mencari tahu apa alasan dibalik hal tersebut.

Pada dasarnya saat otak dan tubuh Anda cenderung lebih memilih makanan tidak sehat untuk dikonsumsi saat kelelahan karena kurang tidur bukan dikarenakan kemampuan mengendalikan diri yang kurang namun kenyataannya bahwa saat seseorang kurang tidur hal ini akan berdampak pada kemampuannya mengambil keputusan.

Kondisi kelelahan akibat kurang tidur yang mendera seseorang akan berdampak pada kemampuannya saat mengambil keputusan yang berujung pada berkurangnya semangat dan lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang instan dan kaya akan gula.

Bahkan menurut sebuah studi di tahun 2019 ini yang dimuat dalam Journal of Neuroscience mengungkap fakta bahwa seseorang yang kelelahan tidak hanya cenderung memilih mengonsumsi makanan tidak sehat namun juga lebih memilih menghamburkan uang untuk membeli camilan (ngemil).

Makanan tidak sehat disini tidak sebatas makanan yang kaya akan gula, namun juga makanan yang kaya akan lemak, lemak jenuh dan sodium. Otak yang kelelahan cenderung memilih untuk mengonsumsi jenis makanan ini dibandingkan makanan yang jelas – jelas sehat.

Namun begitu hal ini lebih sering terjadi pada orang – orang yang pekerjaannya sering kali melakukan satu kegiatan yang sama terus – menerus dalam jangka waktu lama. Untuk beberapa orang lainnya kondisi ini bisa dikatakan hanya terjadi sesekali ketika dalam kondisi terpaksa.

Sekelompok tim peneliti dari Stanford melakukan sebuah penelitian dengan menganalisa sebuah survey yang dilakukan pada 245 peneliti dari Stanford di bulan Maret 2016. Dari survey ini diketahui para peneliti tersebut mengonsumsi makanan yang dibagi dalam tiga kategori yakni makanan tinggi protein, makanan kaya akan gula dan lemak jenuh serta makanan sehat sesuai pilihan.

Hasil penelitiannya dapat diprediksi. Para peneliti yang mengonsumsi makanan kaya gula dan lemak jenuh skor SRI-nya (sleep-related impairment – gangguan tidur) meningkat. Sementara yang mengonsumsi makanan sehat skornya rendah dan tidak ditemukan kaitan sama sekali antara skor SRI dengan yang mengonsumsi makanan kaya akan protein.

Dari sini terlihat jelas bahwa memilih untuk mengonsumsi sayur – sayuran dan mengurangi makanan kaya akan gula dan lemak jenuh akan membantu mengatasi seseorang yang mengalami kelelahan baik otak maupun tubuh.

Disarankan untuk menyediakan makanan seperti buah – buahan, sayuran, smoothies, atau protein bars di sekitar Anda jika Anda berniat mengerjakan sesuatu yang membutuhkan rentang waktu yang panjang. Setidaknya pilihan makanan sehat tersebut dan berada di sekitar Anda akan menjadi pilihan terbaik dibandingkan makanan kaya gula dan camilan lainnya saat Anda kelelahan akibat kerja.

You may also like