Tak Sadar, Pria Ini Selama 6 Tahun Siksa Anaknya Karena Rokok

144

Richard Maradona seorang pria berusia 37 tahun ini tak sadar bahwa dirinya sudah menyiksa anaknya karena rokok 6 tahun lamanya. Richard sendiri diketahui sejak SMP merupakan seorang perokok berat yang sampai-sampai menyebabkan paru-paru kanannya kolaps 3 tahun yang lalu. Karena paru-paru kanannya terganggu, ia harus menempuh pembedahan untuk itu lalu juga harus berhenti merokok.

Anaknya yang masih berusia 6 tahun sempat alami pula batuk parah di tahun 2016 lalu yang ia dan istrinya kira adalah suatu kondisi bahwa sang anak tak bisa mengonsumsi makanan mengandung MSG maupun makanan yang digoreng. Richard sempat mengira bahwa anaknya sensitif terhadap gorengan dan keripik karena mengonsumsinya sedikit saja, sang anak bakal batuk berhari-hari hingga demam pula.

Kejanggalan pun terjadi, yakni ketika Richard dirawat inap dan harus menempuh operasi untuk mengobati pneumothorax akibat kebiasaannya merokok dalam jangka lama. Saat anaknya harus dititipkan ke orangtua Richard, justru anak tersebut tidak lagi batuk-batuk.

Ketika sang anak memakan makanan yang digoreng pun ternyata malah baik-baik saja, padahal awalnya Richard mengira gorengan itulah yang jadi pemicu batuk parah si anak. Richard tak lama kemudian mengonsultasikan hal ini dengan dokter dan dokter barulah memberikan penjelasan bahwa kemungkinan anaknya justru alergi terhadap zat berbahaya dari rokok dan bukan alergi makanan.

Richard yang merasa selama ini tak pernah merokok di depan sang anak, tak mengira bahwa anaknya bisa sampai seperti itu. Dokter pun mengatakan bahwa racun rokok dapat menempel di tubuh dan bahkan tak bisa hilang bahkan usai beberapa jam di mana hal ini tanpa disadari memicu reaksi alergi sang anak saat bercengkerama dengan ayahnya.

Banyak yang tak menyadari bahwa bahkan sebagai perokok pasif pun berbahaya bagi kesehatan. Sekalipun hanya menghirup asapnya atau bahkan terkena paparan zat kimia berbahaya yang berasal dari rokok secara tak langsung, jika terjadi terus-menerus pun dapat mengancam jiwa perokok pasif lho, seperti meningkatkan risiko:

  • Sesak nafas
  • Alergi
  • Batuk berkepanjangan
  • Penyakit asma yang lebih buruk
  • Pertumbuhan paru-paru anak
  • Asma pada anak
  • Radang saluran nafas pada anak
  • Pneumonia
  • Infeksi telinga
  • Sindrom mati mendadak pada bayi atau balita
  • Kanker paru-paru
  • Penyakit jantung
  • Meningitis
  • Kematian dini

Seperti kasus Richard, ia merasakan rasa bersalah yang begitu besar setelah mengetahui faktanya. Namun kabar baiknya, ia benar-benar sudah berhenti merokok dan memberi pesan kepada para perokok aktif supaya tak egois dan mulai memerhatikan sekaligus memrioritaskan kondisi kesehatan orang terkasih yang ada di dekat kita. Nyatanya, ada banyak kasus perokok pasif yang kondisi kesehatannya jauh lebih buruk daripada perokok aktif sehingga sebaiknya para perokok aktif tidak mementingkan diri sendiri.