Home Featured Polusi Udara Salah Satu Penyebab Kerontokan Rambut

Polusi Udara Salah Satu Penyebab Kerontokan Rambut

by Syara

Sebagian besar dari kita tentunya tidak asing lagi dengan istilah polusi udara atau pencemaran udara. Beberapa waktu lalu bahkan ramai dibahas salah satu contoh polusi udara yakni kebakaran hutan. Ya, kebakaran hutan merupakan satu dari beberapa penyebab adanya polusi udara.

Penyebab lainnya dapat bersumber dari aktivitas manusia, sumber alami dan lainnya. Aktivitas manusia diantaranya yang berhubungan dengan transportasi. Dimana media transportasi yang digunakan tentu saja menghasilkan gas buang yang menjadi salah satu penyumbang polusi udara.

Selain sumbernya, kita juga pasti sadar akan efek atau dampak yang ditimbulkan polusi udara. Salah satu yang akrab dengan di sekitar kita adalah dampak kesehatan berupa gangguan pernapasan. Gangguan pernapasan ini dapat berupa asma dan bronkitis.

Namun mungkin masih banyak yang belum tahu jika efek polusi udara bagi kesehatan tidak melulu pada hal yang berkaitan dengan pernapasan. Penelitian baru – baru ini menemukan jika polusi udara ternyata berdampak pada kesehatan rambut.

Melansir dari medicalnewstoday.com, penelitian yang dilakukan oleh Future Science Research Centre menemukan fakta bahwa polusi udara berkaitan dengan kerontokan rambut.  Penelitian ini telah dipresentasekan di kongres ke-28 European Academy of Dermatology and Venereology (EADV) yang digelar pada 9 – 13 Oktober di Madrid, Spanyol.

Tim yang dipimpin oleh Hyuk Chul Kwon melakukan berbagai analisa guna memeriksa kadar beberapa jenis protein setelah terpapar partikel. Analisa tersebut memperlihatkan bahwa paparan partikel debu dan disel menurunkan kadar protein yang dinamakan beta-catenin yang berperan dalam pertumbuhan rambut.

Penelitian ini juga mengungkap fakta bahwa partikel disel dan debu berpengaruh pada penurunan kadar protein lainnya yang berfungsi dalam pertumbuhan dan retensi rambut. Protein yang dimaksud adalah cyclin D1, CDK2 dan cyclin E.

“Keterkaitan antara polusi udara dan penyakit serius seperti kanker, penyakit paru obstruktif kronik, dan penyakit kardiovaskular telah diketahui, masih sedikit penelitian mengenai dampak paparan partikel pada kulit dan rambut manusia,” ujar Hyuk Chul Kwon.

“Penelitian kami mengamati apa yang terjadi ketika sel – sel yang ditemukan di pangkal folikel rambut terpapar polusi udara,” kata Hyuk Chul Kwon seperti dikutip dari The Independent.

“Penelitian ini dilakukan di laboratorium dan penelitian selanjutnya masih perlu dilakukan untuk memahami seberapa cepat hal ini mempengaruhi seseorang yang terpapar polutan secara teratur dalam kehidupan sehari – hari mereka,” tambah Kwon.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 4,2 juta manusia meninggal tiap tahunnya akibat polusi udara luar ruangan. WHO juga memperkirakan sekitar 90 persen populasi dunia menetap di area yang terpapar polusi berlebihan.

Polusi udara juga dihubungkan dengan kondisi kesehatan berupa serangan jantung, asma yang memburuk, detak jantung yang tak beraturan serta fungsi paru – paru yang memburuk.

You may also like