Otak Dipenuhi Cacing Pita, Nyawa Remaja Ini Tak Tertolong

400

Seorang remaja diketahui harus dilarikan ke rumah sakit segera setelah mengalami kejang-kejang yang tak terkontrol. Remaja di Faridabad, India ini akhirnya dibawa langsung ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RS ESIC Medical College. Pemeriksaan MRI pun dilakukan pada remaja berusia 18 tahun ini dan hasilnya pun menunjukkan adanya sisi misterius pada otaknya.

Dokter menemukan bintik putih di otak pasien di mana jumlahnya cukup banyak dan belum jelas diketahui apa bintik putih itu sebenarnya meski sudah di-MRI. Menurut laporan dari drs. Nishanth Dev dan S. Zafar Abbas pada jurnal NEJM, saat tiba di rumah sakit mata remaja ini pun pada sisi kirinya terjadi pembengkakan.

Setelah kejang-kejang yang tidak terkendali pun, remaja ini kehilangan kesadarannya. Hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter akhirnya bisa mendeteksi bahwa bintik putih misterius tadi rupanya merupakan kista dari cacing pita Taenia solium. Telur cacing pita bisa saja masuk ke dalam tubuh akibat mengonsumsi daging mentah atau setengah matang.

Larva cacing tadi pun mampu menetas di dalam usus lalu berkembang di sana sampai dewasa, hanya saja ternyata tetap ada risiko penyebaran larva ke bagian tubuh lain. Pada bagian luar otak besar remaja ini sampai bagian otak kecil dalam dokter menjumpai kista cacing yang sangat banyak. Tak hanya di otak, pada testis serta mata kiri pun juga ada.

Mengutip dari laporan CNN, seharusnya pengobatan antiparasit perlu dilakukan namun dokter memilih untuk tak melakukan pengobatan tersebut karena jumlah kista cacingnya sudah terlalu banyak. Bila benar-benar mengobati dengan antiparasit, maka dikhawatirkan kondisi sang remaja bisa bertambah parah, khususnya radang dan perdarahannya.

Dokter pun akhirnya memutuskan melakukan pemberian obat steroid pada pasiennya tersebut. Sayangnya, nyawa remaja ini akhirnya tak bisa diselamatkan walau sudah sekitar 2 minggu berada di rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis. Selain infeksi cacing pita seperti pada kasus remaja tadi, memakan daging mentah atau setengah matang juga berbahaya karena risiko kandungan merkuri.