Tes Glukagon – Manfaat – Bahaya – Prosedur

330

Hormon glukagon di produksi dalam organ pankreas, sedang insulin berfungsi untuk mengurangi kadar glukosa pada aliran darah dan glukagon ini berguna untuk mencegah kadar glukosa darah semakin rendah. Jika kadar glukosa dalam darah menurun, maka nantinya pankreas akan melepaskan glukagon tersebut dan menjadi penyebab pankreas rusak. Sesudah masuk ke aliran darah, glukagon akan merangsang kerusakan glikogen dan nantinya akan tersimpan dalam organ hati. Glikogen akan dipecah menjadi glukosa yang masuk ke dalam aliran darah dan membantu kadar glukosa darah tetap normal dan juga menjaga fungsi seluler. Dokter nantinya akan melakukan tes ini untuk mengukur seberapa banyak jumlah glukagon yang ada dalam darah pasien.

Manfaat dan Bahaya

Glukagon merupakan hormon untuk membantu kadar glukosa dalam darah. Jika seseorang mengalami peningkatan fluktuasi, maka tingkat glukosa darah akan semakin meningkat. Berikut ini adalah manfaat atau tujuan dari pelaksanaan tes serta bahayanya.

Manfaat

Tes glukagon ini juga biasanya disarankan dokter jika seseorang memiliki masalah seperti:

  • Diabetes ringan
  • Ruam pada kulit yang dikenal dengan nama eritema nekrotik
  • Menurunnya berat badan dengan alasan yang tidak jelas

Dokter umumnya tidak melakukan tes glukagon ni secara rutin namun akan dilakukan jika dokter menduga pasien memiliki masalah dengan pengaturan glukagon dalam darah.

Berbeda dengan fungsi tes urine, tes glukagon ini nantinya bisa digunakan dokter untuk identifikasi penyakit yang terjadi karena produksi glukagon terlalu berlebih. Meskipun penyakit yang disebabkan karena kadar glukagon abnormal memang jarang terjadi, akan tetapi tingkatan yang terjadi terlalu berlebihan juga bisa berpengaruh dengan masalah kesehatan yang lain.

Kadar glukagon yang meningkat bisa jadi merupakan hasil tumor pankreas yang dinamakan glukagonoma yang terjadi karena kelebihan glukagon tersebut sehingga menyebabkan diabetes. Gejala yang ditimbulkan dari glucagonoma ini diantaranya adalah penurunan berat badan tanpa alasan, eritema migran nekrotik dan juga diabetes ringan sehingga juga sering digunakan dokter untuk menyingkirkan glucagonoma penyebab sebuah penyakit.

Selain itu, dokter akan melakukan tes glukagon ini untuk mengukur kontrol glukosa dalam pasien apabila sudah terkena diabetes tipe 2 atau pada saat pasien mengalami resisten insulin. Jika pasien memiliki salah satu masalah tersebut, maka mengontrol tekanan darah secara teratur sangat penting untuk mempertahankan kadar normal dari glukagon tersebut.

Bahaya Tes Glukagon

Tes glukagon yang merupakan jenis tes darah ini bisa memberikan risiko atau bahaya yang terlalu besar dan biasanya juga terjadi pada tes darah lainnya seperti:

  • Pendarahan pada bekas tusukan jarum.
  • Jarum harus diganti beberapa kali untuk mendapatkan sampel terbaik.
  • Hematoma atau kelainan darah yakni akumulasi darah di bawah permukaan kulit tempat bekas tusukan jarum.
  • Infeksi pada bekas tusukan jarum.

Prosedur

Seperti tindakan pemeriksaan lainnya, ada yang membutuhkan persiapan sebelum pelaksanaan inti dan tak ketinggalan juga hasil tes yang perlu diketahui.

  • Persiapan

Seseorang yang ingin menjalani tes glukagon ini juga harus melakukan beberapa persiapan seperti salah satunya berpuasa tergantung dari kondisi kesehatan pasien dan juga tujuan dari tes tersebut. Puasa ini dilakukan dengan tidak mengkonsumsi apapun selama beberapa waktu antara 8 hingga 12 jam sebelum pengambilan sampel darah dilakukan.

  • Prosedur

Dokter akan melakukan tes pada sampel darah yang sudah diambil sehingga tidak membutuhkan anestesi dalam tes tersebut. Beberapa sampel darah akan diambil dan dimasukkan pada beberapa tabung lalu dikirim ke laboratorium yang nantinya akan dianalisis. Sesudah hasil didapat, maka dokter akan memberikan banyak informasi pada pasien mengenai hasil dari tes tersebut.

  • Hasil

Kisaran normal kadar glukagon adalah 50 hingga 100 pikogram / mililiter dan hasil kisaran ini biasanya juga sedikit berbeda dengan hasil 1 lab dengan lab lainnya sebab ukuran yang digunakan juga mungkin berbeda. Dokter kemudian akan mempertimbangkan hasil tes glukagon dengan hasil tes darah diagnostik lain sehingga proses diagnosis dokter bisa dilakukan dan juga menyarankan pasien untuk melakukan cara menjaga kesehatan peredaran darah sebagai tambahan.

Apabila tingkat glukagon abnormal, maka dokter akan melakukan beberapa tes atau evaluasi lainnya agar penyebab dan alasan bisa dipelajari lebih lanjut. Sesudah dokter berhasil melakukan diagnosa, maka umumnya pasien akan diberikan resep pengobatan yang paling tepat. Jika ada informasi yang masih kurang jelas, maka bisa ditanyakan pada dokter mengenai hasil diagnosis, pengobatan dan juga jangka panjang dari tes glukagon tersebut.