Home ReviewKesehatan 5 Bahaya Asbes Bagi Kesehatan Manusia dan Pernafasan

5 Bahaya Asbes Bagi Kesehatan Manusia dan Pernafasan

by Ana Rohma

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah menjumpai bangunan-bangunan rumah atau bangunan lainnya yang mempergunakan asbes sebagai atap bangunan. Asbes atau asbestos sebenarnya merupakan salah satu jenis barang tambang yang tersusun atas magnesium, kalsium, serta silikat yang berbentuk serat. Pertambangan asbes telah dilakukan sejah 4.000 tahun silam, akan tetapi penambangan asbes dalam skala yang besar baru dilakukan pada akhir abad ke-19.

Tahun 2009 terdapat sekitar 2 juta ton asbes telah ditambang diseluruh dunia, dengan produsen paling besar adalah Rusia yang menyumbang sekitar 50% asbes di pasaran dunia. Penggunaan asbes terus mengalami peningkatan hingga abad ke-20, yaitu sebagai atap bangunan, pelapis kabel listrik, isolasi, maupun beberapa komponen sepeda motor seperti kampas kopling, kampas rem, dan yang lainnya.  Hal ini kemungkinan besar terjadi karena beberapa sifat keunggulan yang dimiliki oleh material ini. Adapun keunggulan dari asbes antara lain adalah :

  • Lebih kuat
  • Tahan api dan panas, dan zat kimia lainnya
  • Harganya yang lebih terjangkau

Jenis-Jenis Asbes

Jika dilihat dari koposisi mineralnya, asbes dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu :

1. Serpentine

Yaitu sebuah lapisan mineral lattice yang terbentuk oleh proses alterasi hidrotermal dari mineral Ferromagnesian. Serpentine meiliki serat keriting atau bergelombang. Adapun jenis asbes yang termasuk dalam kelas ini adalah Chrysotile. Lebih dari 95% asbes jenis Chrysotile telah digunakan dalam konstruksi bangunan. Beberapa keunggulan yang dimiliki asbes jenis ini antara lain adalah lebih fleksibel jika dibandingkan dengan jenis asbes lain. Selain itu, chrisotile juga dapat ditenun menjadi kain. Adapun penggunaan asbes ini antara lain adalah : Atap bangunan, dinding, lantai, pelapis rem, penghambat api pada fusebox, isolasi pipa, ubin lantai, dan lain sebagainya.

2. Ambhipole

Jenis-jenis asbes yang masuk dalam kelas ambhipole memiliki serat yang berbentuk seperti jarum. Jenis asbes yang masuk dalam kelas ambhipole ini antara lain adalah Amosite (asbes coklat), Crocidolite (asbes biru), tremolite, anthophyllite dan actinolite. Dari kelas Ambhipole ini, jenis asbes yang paling sering digunakan adalah amosite dan crocidolite yaitu sebagai penghambat api pada produk isolasi termal, ubin langit-langit, dan lain sebagainya.

Bahaya Asbes

Dibalik keunggulan-keunggulan sifat fisik yang dimiliki oleh asbes, ternyata ada temuan yang mengejutkan yang menyatakan bahwa debu asbes memiliki efek karsiogenik yang mematikan (Kematian Mendadak). Ketika asbes mengalami kerusakan, baik itu pada saat penambangan maupun pada saat penggunaannya, hal tersebut akan membuat serat asbes (debu asbes) terlepas ke udara. Dan jika serat atau debu tersebut terhirup atau tertelan, debu-debu tersebut akan mengendap dibagian paru-paru atau bagian perut yang nantinya dapat menimbulkan iritasi. Gejala yang dialami oleh mereka yang berpotensi mengembangkan penyakit yang berhubungan dengan asbes mungkin tidak akan dirasakan langsung setelah terpapar, akan tetapi kondisi tersebut dapat terjadi dalam jangka waktu bertahun-tahun lamanya.

Paparan debu asbes bisa terjadi di mana saja seperti :

  • Di tempat kerja

Kebanyakan dari orang-orang terkena paparan debu asbes di tempat kerja mereka seperti di pertambangan, galangan kapal, lokasi konstruksi, kilang minyak, pabrik baja, pembangkit listrik, industri otomotif, dan lain sebagainya.

  • Di luar tempat kerja

Tidak semua paparan debu asbes terjadi di tempat kerja, beberapa kondisi bisa saja menyebabkan terjadinya paparan tersebut, seperti : mengkonsumsi air yang telah terkontaminasi oleh debu asbes, menggunakan produk-produk yang terbuat dari asbes, dan lain sebagainya

  • Paparan paraoccupational

Seseorang yang terkena paparan debu asbes baik itu di baju, sepatu, kulit, rambut, atau bagian tubuh lainnya dapat meningkatkan resiko orang lain seperti anggota keluarganya untuk ikut terkena paparan tersebut, yaitu pada saat mereka melakukan kontak dengan object-object yang terkena paparan debu asbes.

Adapun beberapa penyakit yang disebabkan oleh paparan debu asbes tersebut adalah :

  1. Kanker paru-paru

Sama halnya dengan rokok, debu asbes juga merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker paru-paru. Seperti yang telah kita ketahui bahwa asbes merupakan mineral berserat yang dapat menghasilkan debu pada kondisi tertentu seperti pada saat asbes mengalami kerusakan. Dan apabila terhirup, maka dalam jangka waktu yang panjang debu-debu tersebut akan mengalami pengendapan di bagian paru-paru. Dalam kasus ini, debu akan mengendap di bagian bronchiolus atau dinding saluran pernafasan yang nantinya pada stadium lanjut dapat menyebar ke organ tubuh yang lain.

  1. Mesothelioma

Akibat paparan dengan intensitas tinggi dan dalam jangka waktu yang cukup lama (sekitar 30 hingga 40 tahun), debu asbes bisa bermanifestasi untuk menimbulkan mesothelioma, yaitu sejenis kanker yang menyerang bagian mesothelium yang merupakan lapisan pelindung yang mengelilingi bagian perut, paru-paru, dada, dan organ internal tubuh lainnya. Debu asbes dapat merusak DNA dari mesothelium tersebut, sehingga kondisi tersebut akan mengganggu pertumbuhan sel. Jika dilihat dari organ-organ yang dipengaruhinya, mesothelioma dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

2. a. Mesothelioma pleura

Yaitu kanker langka yang mempengaruhi pelindung paru-paru dalam rongga dada. Seseorang yang didiagnosis menderita penyakit ini, dapat mengalami beberapa gejala seperti :

  • Rasa nyeri di dada di bawah tulang rusuk
  • Batuk yang menyakitkan
  • Sesak nafas
  • Timbulnya benjolan di bawah jaringan kulit bagian dada
  • Penurunan berat badan

2.b Mesothelioma peritoneal

Yaitu kanker langka yang mempengaruhi daerah rongga perut. Adapun gejala yang dialami penderita antara lain adalah :

  • Timbulnya rasa sakit pada bagian perut
  • Terjadi pembengkakan pada bagian perut
  • Timbulnya benjolan di bagian perut
  • Penurunan berat badan

2. c Mesothelioma perikardial

Yaitu kanker langka yang mempengaruhi bagian rongga jantung. Gejala yang timbul antara lain adalah :

  • Sesak nafas
  • Rasa nyeri pada bagian dada

Mesothelioma dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi, seperti :

  • Kesulitan saat bernafas
  • Timbunya rasa sakit pada bagian dada
  • Kesulitan saat menelan
  • Terjadinya pembengkakan pada leher dan wajah akibat tekanan dari vena besar dari tubuh bagian atas yang mengarah ke jantung.
  • Timbulnya rasa sakit akibat tekanan pada saraf dan sumsum tulang belakang
  • Penumpukan cairan di bagian dada yang nantinya dapat menghambat kerja paru-paru sehingga penderita akan sulit untuk bernafas.

3. Asbestosis

Ini merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat timbulnya jaringan parut di bagian paru-paru yang menyebabkan gangguan pernafasan seperti sesak nafas, serta terganggunya oksigen saat masuk ke dalam darah. Seseorang yang didiagnosis memiliki asbestosis dapat mengalami beberapa gejala seperti :

  • Sesak nafas
  • Batuk terus menerus
  • Sesak dan timbul rasa sakit pada bagian dada
  • Hilangnya nafsu makan
  • Timbulnya suara pada bagian paru-paru saat bernafas.

Belum ada obat untuk penyaki ini. Namun, dokter akan membantu pasien untuk mengatasi gejala-gejala yang mungkin timbul, seperti terapi oksigen bagi pasien yang mengalami sesak nafas serta memiliki kadar oksigen dalam darah yang rendah.

4. Plak Pleura

Dampak berbahaya lain dari paparan asbes adalah timbulnya bercak pada lapisan paru-paru. Saat seseorang terpapar oleh debu asbes, maka akan menyebabkan timbulnya jaringan parut serta peradangan pada paru-paru. Kondisi tersebut pada akhirnya akan mengarah pada timbulnya plak pleura. Paparan asbes yang terjadi secara terus menerus akan membuat plak pleura menjadi terus berkembang dan kondisi tersebut dapat menyebabkan kapasitas paru-paru menjadi berkurang. Seorang penderita plak pleura bisa saja tidak mengalami gejala apapun, namun dalam beberapa kasus gejala yang mungkin dialami oleh penderita penyakit ini antara lain adalah :

Pada umumnya, penyakit ini timbul di pleura parietal, seperti bagian bawah dada, hemat apeks, serta kostofrenikus. Namun plak pleura juga sering ditemukan di pleura mediastinal, dan jarang terjadi di pleura visceral.

5. Efusi pleura

Ini merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh akumulasi cairan  pada rongga pleural yang terjadi secara abnormal atau berlebihan. Kondisi ini merupakan salah satu komplikasi dari penyakit mesothelioma. Rongga pleura merupakan bagian yang terletak diantara selaput yang melapisi paru-paru. Penyakit ini bisa menyebabkan terhambatnya fungsi paru-paru, sehingga pasien akan mengalami kesulitan dalam bernafas.

Dalam kebanyakan kasus, efusi pleura tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, gejala yang sering muncul dari penyekit ini adalah :

  • Sesak nafas
  • Timbulnya rasa nyeri pada bagian dada, terutama di bagian dinding dada (diatas terjadinya peradangan). Namun rasa nyeri juga bisa timbul di perut bagian atas, leher, serta bagian bahu. Rasa nyeri tersebut dapat menghilang seiring dengan bertambahnya cairan dalam rongga pleura.
  • Batuk
  • Cegukan
  • Demam
  • Pernafasan yang cepat

Pengendalian Resiko Paparan Asbes

Dari penjelasan di atas, kita bisa tahu bahwa penggunaan asbes memiliki berbagai macam resiko timbulnya penyakit berbahaya. Untuk itu, perlu adanya langkah antisipasi agar kita maupun orang-orang terdekat kita terhindar dari paparan serat asber tersebut. Adapun upaya-upata tersebut antara laun adalah :

  • Mengganti material yang mengandung asbestos dengan material yang lebih aman untuk konstruksi bangunan. Misalnya dengan kalsiboard, ardex, atau dengan seng eternit.
  • Melengkapi diri dengan alat safety seperti masker, sarung tangan, kacamata, pakaian ganti pada saat melakukan pekerjaan yang mengharuskan adanya kontak langsung dengan asbes
  • Melakukan penggantian material asbes yang telah rusak dengan yang baru
  • Untuk menghindari terjadinya pelepasan serat asbes, sebaiknya asbes dicat terlebih dahulu sebelum diaplikasikan.
  • Melakukan penyiraman material asbes pada saat dan sesudah pengerjaan.
  • Menjauhkan anak-anak dari bahan-bahan yang mengandung asbes
  • Meminimalkan kontak langsung dengan asbes
  • Memberikan ruang pembatas antara asbes dengan ruang lainnya.
  • Tidak mencampurkan limbah asbes dengan sampah lainnya
  • Hindari membakar limbah asbes atau buanglah limbah tersebut di tempat yang khusus.

Meskipun tidak semua material yang terbuat dari asbes dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan, namun ada baiknya jika kita lebih berhati-hati.

You may also like