Remaja Ini Kena Stroke dan Meninggal Diduga Menoleh Terlalu Cepat

Jika penyakit stroke kerap dikaitkan dengan usia yang sudah cukup tua, kini mungkin tak lagi demikian mengingat betapa banyaknya orang usia muda yang terkena stroke hingga meninggal. Salah satunya adalah Ben Littlewood, seorang remaja berusia 17 tahun asal Inggris yang menurut laporan diduga kena stroke dan meninggal karena gerakan leher yang menoleh terlalu cepat.

Melansir dari laman Mirror, 3 April lalu Ben ditemukan oleh ibunya sendiri tergeletak di lantai dapur rumah mereka. Vicki Brocklehurst, sang ibunda mengatakan bahwa Ben tak memberikan respon apapun dan sesekali tubuhnya pun nampak kejang sehingga ia langsung memanggil bantuan medis. Ambulans datang dan segera membawa Ben ke rumah sakit setelah sebelumnya pihak medis menemukan luka dan benjolan pada kening Ben.

Dokter di Tameside Hospital yang menangani Ben segera memeriksanya di mana Ben harus melalui lebih dulu CT scan. Hasil pemindaian tak menunjukkan kejanggalan apapun pada otak remaja ini sampai akhirnya 7 April lalu dilakukan oleh pihak medis pemeriksaan yang kedua. Hasil pemeriksaan kedua kalinya inilah stroke iskemik ditemukan.

Jadi, Ben mengalami basilar artery thrombosis yang masih termasuk stroke iskemik. Seorang ahli saraf, dr Christopher Douglas dari Salford Royal Hospital mengatakan bahwa kasus Ben ini tergolong langka. Bahkan pasien dengan usia lanjut pun jarang menderita kondisi ini.

Stroke iskemik sendiri merupakan jenis stroke di mana hal ini dapat terjadi saat suplai darah menuju otak mengalami gangguan yang diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Penggumpalan darah dapat menjadi sebab utamanya atau bahkan gara-gara penumpukan plak. Hanya saja, ada pula beberapa faktor risiko lain dibalik terjadinya stroke iskemik ini, yakni:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar LDL tinggi, HDL rendah
  • Pola makan tidak sehat dengan banyaknya asupan gula, kolesterol, lemak jenuh, lemak trans, gula dan natrium.
  • Diabetes
  • Faktor usia (umumnya seseorang berusia 55 tahun ke atas berisiko lebih tinggi terserang stroke iskemik)
  • Merokok
  • Tubuh jarang aktif bergerak
  • Obesitas
  • Memiliki riwayat serangan stroke ringan

Menurut dr Christopher, pembuluh vena dapat mengalami kerusakan yang disebabkan oleh postur tubuh, seperti menengok dengan memutar kepala di saat berusaha memundurkan/memarkir mobil maupun gerakan menengadahkan kepala. Dokter ini pun mengatakan bahwa aktivitas memutar kepala pun dapat memicu hal yang sama pada pembuluh arteri.

Pada umumnya, pengobatan stroke iskemik adalah berupa obat-obatan khusus pelarut gumpalan darah sehingga melancarkan lagi aliran darah menuju otak. Jika diperlukan, dokter pun kemungkinan menyarankan prosedur endarterektomi karotid usai aliran darah stabil kembali. Tujuan prosedur bedah ini adalah supaya lemak yang menumpuk pada arteri karotid bisa diangkat.