Home Featured 8 Efek Stres Saat Hamil Para Bumil Perlu Waspadai

8 Efek Stres Saat Hamil Para Bumil Perlu Waspadai

by Erlita

Meski mengetahui diri kita hamil itu membahagiakan, masa kehamilan itu sendiri tak luput dari yang namanya stres. Ketika tak terjadi keseimbangan antara pola pikir, pola makan, olahraga, jam istirahat dan hal lainnya, hal ini dapat memengaruhi pikiran dan mental sang bumil. Kenali apa saja efek stres saat hamil yang perlu diwaspadai para ibu hamil.

  1. Membuat IQ Janin Lebih Rendah

Saat para ibu hamil merasakan stres, nyatanya perkembangan otak janin turut terpengaruh, termasuk pertumbuhan otaknya selama di dalam kandungan. Suatu hasil penelitian yang melakukan pengukuran IQ di atas 100 pada bayi dan balita menjumpai dan telah membuktikan kalau bumil yang stres cenderung memiliki anak dengan IQ rendah daripada para bumil yang jarang stres.

  1. Risiko Gangguan Perilaku

Para bumil dengan kondisi yang sering stres selama mengandung tak hanya memengaruhi tingkat IQ anaknya nanti saat lahir. Dari masih janin, ada kemungkinan stres yang dirasakan oleh sang ibu berpengaruh pada perilaku anak ketika sudah besar nanti. Gangguan perilaku dan kecemasan berlebihan adalah beberapa kondisi yang bisa dialami oleh anak sewaktu sudah lahir dan bertumbuh dewasa.

  1. Preeklampsia

University College Cork di Irlandia melakukan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara preeklampsia dengan bumil yang bekerja daripada bumil yang tak bekerja. Bumil yang bekerja lebih rentan mengalami stres serta tekanan di pekerjaan yang akhirnya berdampak pada kondisi janin.

Preeklampsia sendiri merupakan suatu kondisi terlalu besarnya pertumbuhan janin dan menjadi suatu masalah serius yang juga berkaitan dengan hipertensi. Tanda preeklampsia yang perlu diwaspadai adalah seperti sakit kepala, pembengkakan, penglihatan memburam, serta urine mengandung terlalu banyak protein.

  1. Bayi Lahir tapi Berat Badan Rendah

Selagi hamil, para calon ibu perlu untuk menjaga diri agar tak gampang stres, sebab risiko bagi janin salah satunya adalah bayi bisa lahir tapi dengan berat badan yang rendah. Ini karena aliran darah menuju tali pusat menurun akibat dari hormon kortisol, norepinefrin, dan epinefrin dipengaruhi stres malah memicu penyempitan pembuluh darah. Janin jadinya merasa sulit untuk memperoleh pasokan nutrisi sehingga berat lahirnya rendah.

  1. Bayi Lahir Prematur

Bayi lahir prematur dapat pula difaktori oleh sang ibu yang sering stres di saat hamil di mana sebuah penelitian pun pernah membuktikan adanya kaitan signifikan diantara keduanya. Stres tingkat tinggi menjadi salah satu faktor pemicu kelahiran prematur di mana bayi lahir prematur juga berisiko tinggi mengalami masalah pernapasan, perkembangan yang terlambat, hingga cerebral palsy.

  1. Infeksi pada Saluran Reproduksi

Tubuh bumil dapat lebih rentan mengalami infeksi ketika stres. Saat hormon stres meningkat, sistem daya tahan tubuh otomatis akan menurun sehingga berbagai faktor penyebab infeksi dapat menyerang, seperti halnya virus dan bakteri.

  1. Kontraksi dan Keguguran

Ketika bumil merasakan kekhawatiran berlebihan, rasa gelisah, takut hingga depresi, maka rahim akan mudah mengalami kontraksi. Ketika kontraksi terjadi secara hebat, ketahanan rahim akan terpengaruh, begitu juga dengan kekuatan janin itu sendiri. Saat janin berkembang dengan tidak baik, risiko keguguran jauh lebih besar jadinya.

  1. Bayi Mudah Sakit sesudah Lahir

Ketika bumil stres, tak hanya kekebalan tubuh sang ibu yang menurun, sebab kekebalan tubuh bayi yang ada di dalam kandungan juga ikut jadi lemah. Saat sistem kekebalan tubuh bayi dalam kandungan rendah, ketika ia lahir maka ini akan menjadikannya lebih mudah sakit.

Itulah beberapa efek stres saat hamil yang para bumil perlu ketahui dan waspadai agar tidak kemudian membahayakan kondisi kesehatan diri sendiri maupun perkembangan janin dalam kandungan. Segera cari cara mengatasi stres sesuai dengan kebutuhan diri agar tidak telanjur memengaruhi kesehatan.

You may also like