Sakit Kepala Yang Berbahaya, Begini Gejala dan Pengobatannya dari Dokter

736

Apakah jenis – jenis sakit kepala yang perlu anda ketahui ?

Kami rangkum dari berbagai sumber berita menjelaskan tentang beberapa jenis sakit kepala yang perlu untuk diketahui oleh orang awam tersebut di bawah ini :

Sakit kepala tipe tegang adalah merasakan sakit pada kedua sisi kepala yaitu seperti tertekan / terikat tali yang sangat kuat dan tidak berdenyut. Dapat berlangsung selama 30 menit untuk 7 hari berturut – turut. Yang kedua adalah sakit kepala migrain, memiliki 4 fase umum yang terjadi yaitu fase pertama / fase prodormal umumnya dialami sekitar 40 s/d 60 % oleh si penderita, gejalanya muncul beberapa jam sebelum fase sakit kepala. Fase kedua adalah fase aura dialami sekitar 64 % oleh si penderita dimana gejalanya menular hingga saraf. Muncul secara bertahap antara 5 s/d 20 menit sebelum serangan sakit kepala utama, yang berlangsung sekitar 5 s/d 60 menit. Fase ketiga adalah fase sakit kepala yang dirasakan berulang – ulang dan berlangsung sekitar 4 s/d 72 jam. Fase keempat adalah fase postdormal yang dialami usai sakit kepala hilang yaitu berupa rasa kelelahan, gangguan konsentrasi, lekas marah, dan adanya perubahan suasana hati.

Yang ketiga adalah sakit kepala sekunder. Disebabkan oleh banyak hal. Dimana munculnya sakit kepala adalah berdekatan saat timbulnya gejala – gejala awal sakit kepala yang akan menghilang dalam jangka waktu 3 bulan / lebih cepat setelah diobati. Yang keempat adalah sakit kepala klaster. Merupakan sakit kepala akut yang terasa sakit di area bola mata, di atas mata, pelipis, atau kombinasi diantara tempat – tempat tersebut. Serangan sakit kepala disertai gejala – gejala sebagai berikut : mata merah dan berair, mata sulit dibuka, kelopak mata membengkak, hidung tersumbat dan berair disertai rasa gelisah dan wajah berkeringat.

Apakah penyebab dan gejala – gejala sakit kepala ?

Belum diketahui secara ilmiah dari munculnya sakit kepala migren, diduga adalah berhubungan dengan sistem persarafan pada pembuluh darah di otak. Faktor genetik sangat kuat mempengaruhi yaitu sekitar 70 % penderita migren mendapatkan sakit kepala ini karena riwayat keluarga dahulu adalah penderita migren. Biasanya rentan menyerang wanita sekitar 75 % yang berusia antara 10 s/d 40 tahun. Pemicunya adalah adanya perubahan hormon usai menstruasi, ketika menstruasi, kehamilan dan pengaplikasian obat – obatan kontrasepsi. Juga karena pengaruh makanan / minuman seperti anggur merah, keju, pemanis buatan, cokelat, kopi, dan MSG. Terkena stres sebagai akibat adanya rangsangan sensorik yaitu dari sinar terang dan bau / aroma menyengat, pengaruh fisik contohnya adalah kegiatan fisik yang terlalu berlebihan, adanya aktivitas seksual, dan karena kurang / kelebihan tidur, adanya perubahan lingkungan seperti perubahan cuaca, musim, dan zona waktu serta terlalu banyak merokok dan minum alkohol.

Faktor kejiwaan dan ketegangan otot – otot adalah penyebab utama anda menderita sakit kepala tipe tegang. Rentan menyerang penderita yang sedang emosional, stres, terutama pada wanita yang berusia muda. Sedangkan sakit kepala klaster muncul karena adanya gangguan dibagian otak pengatur yang memiliki fungsi mengatur gerakan pada bagian kepala dan wajah serta fungsi sensorik saraf. Serangan yang terjadi bisa mendadak dan sewaktu – waktu tanpa diketahui penyebab yang jelas. Faktor lainnya pemicu serangan adalah stres berkepanjangan, musim mengalami perubahan drastis, dan suntikan dengan mencampur obat histamine, nitroglycerin dan alergen. Yang rentan terserang adalah jenis kelamin laki – laki remaja dan usia dewasa dengan memiliki riwayat cedera pada bagian kepala hingga harus dioperasi dan yang suka mengkonsumsi alkohol dan rokok.

Sakit kepala sekunder muncul sama seperti penyebab sakit kepala di atas adalah karena beragam faktor, contohnya adalah perdarahan otak, tekanan darah tinggi, tumor otak, radang otak, radang pembuluh darah otak, mengkonsumsi obat – obatan tertentu, suka minum minuman alkohol, gangguan saraf pada bagian wajah, serta adanya kelainan mata, sendi rahang, gigi, telinga, dan leher.

Bagaimana cara pengobatan yang perlu dilakukan agar kembali sehat ?

Sekedar informasi tentang pengobatan terhadap anda yang menderita sakit kepala primer dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu pengobatan bersifat abortif adalah berfungsi untuk mengurangi atau menghentikan sakit kepala dan yang kedua adalah pengobatan preventif yaitu obat – obatan yang berfungsi sebagai obat untuk mencegah sakit kepala muncul berulang – ulang kali.

Termasuk ke dalam kelompok pengobatan abortif adalah semua obat untuk penghilang rasa nyeri, termasuk ke dalamnya adalah obat potensi rendah hingga potensi tinggi. Untuk yang terserang sakit migren perlu diberi tambahan berupa obat – obatan penghilang rasa mual. 

Sedangkan untuk pengobatan preventif bertujuan untuk meningkatkan respons pasien apakah menerima atau tidak cocok terhadap pengobatan yang diberikan, mengurangi frekuensi rasa sakit, mengetahui lama serangan, serta meningkatkan aktivitas sehari – hari dari si penderita. Pengobatan preventif adalah jenis obat yang diberikan kepada si penderita karena khusus mendapatkan serangan berulang – ulang dan sangat mengganggu aktivitas sehari – hari mereka, penderita yang terlalu sering mendapatkan sakit kepala, penderita karena gagal pengobatan dengan diberikan obat anti nyeri, dan bagi mereka yang mendapatkan efek samping karena pemakaian pengobatan abortif. Untuk anda yang menderita sakit kepala primer, sangat mudah memperoleh obat penangkal rasa sakit. Contohnya adalah obat – obatan yang berfungsi sebagai anti depresan, anti kejang, atau anti ansietas. Untuk anda yang menderita sakit kepala sekunder, pengobatan yang dipilih wajib memfokus kepada penyebab utama anda menderita sakit kepala jenis ini.

Di samping mengkonsumsi obat seperti dijelaskan di atas, hal – hal lainnya yang dapat anda lakukan guna meringankan rasa sakit kepala akut adalah mengompres dingin pada area dahi, mandi dengan air hangat, dan mendapatkan tidur yang cukup. Hindari pemicu anda mudah terserang sakit kepala serta kurangi merokok dan minuman beralkohol.