5 Penyebab Cacar Api dan Cara Pengobatannya

64

Cacar api merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster. Virus tersebut sebenarnya merupakan virus yang sama dengan peyebab penyakit cacar air, namun gejala yang ditimbulkan pada kedua penyakit tersebut berbeda. Pada gejala cacar api, ruam yang muncul terasa sangat nyeri dan bekas yang ditimbulkan juga lebih sulit untuk dihilangkan. Hampir sebagian besar penderita cacar api pernah menderita cacar air sebelumnya, hal ini dikarenakan virus tersebut dapat bertahan lama di dalam tubuh manusia.

Virus penyebab cacar air dapat berdiam diri di dalam tubuh dengan keadaan yang tidak aktif. Jika penderita cacar air tidak diobati hingga benar-benar sembuh dan memusnahkan bakteri tersebut, maka bakteri tersebut akan terus ada di dalam tubuh hingga bertahun-tahun lamanya. Saat imunitas tubuh menurun, bakteri tersebut akan menjadi aktif kembali dan menyerang tubuh hingga muncullah gejala awal cacar api.

Penyebab dan Faktor Resiko Cacar Api

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, cacar api disebabkan oleh virus. Beberapa faktor resiko yang meningkatkan seseorang mengalami cacar api adalah sebagai berikut.

1. Berusia di Atas 50 Tahun

Orang yang sudah tua dan usianya 50 tahun ke atas biasanya memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah. Karena itu, mereka akan lebih rentan terkena cacar api, apalagi jika sebelumnya memang telah memiliki riwayat penyakit cacar air.

2. Menderita Diabetes

Tingginya gula darah dapat menyebabkan gangguan fungsi pada organ tubuh, termasuk menurunkan daya tahan tubuh. Karena itu penderita diabetes juga termasuk orang yang rentan tertular penyakit, termasuk tingginya resiko mengalami cacar api. Karena itu, mereka yang menderita diabetes harus berusaha menjaga gula darahnya agar tetap stabil sehingga daya tahan tubuhnya lebih terjaga.

3. Menderita HIV

Virus HIV dapat menyebabkan tubuh inangnya menjadi lemah, karena itu orang-orang yang terkena HIV akan menjadi rentan terkena penyakit, atau terinfeksi virus dan bakteri. Kondisi ini juga dapat meningkatkan resiko terkena cacar api, mengingat daya tahan tubuhnya tidak mampu melawan mikroorganisme yang masuk.

4. Menderita Kanker

Penyakit kanker juga dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun, apalagi saat sedang menjalani terapi pengobatan. Beberapa metode pengobatan kanker memang dapat menyebabkan tubuh melemah sementara, sehingga dalam kondisi tersebut virus cacar api lebih mudah menginfeksi tubuh.

5. Pasca Transplantasi Organ

Orang-orang yang pernah melakukan transplantasi organ kemungkinan besar akan menjadi lebih lemah daya tahan tubuhnya. Hal ini dikarenakan tubuh akan bereaksi dengan organ baru yang dicangkokkan, sehingga sistem imunitas tubuh pun menurun. Karena itu, mereka yang pernah menjalani transplantasi organ harus selalu memperhatikan kondisi kesehatannya agar tidak mudah tertular virus penyebab cacar api.

Itulah penyebab dan faktor resiko yang menyebabkan seseorang mengalami cacar api. Kita perlu mengetahui jenis cacar agar dapat mencegah dan mengatasinya dengan tepat. Penting pula untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan rutin berolahraga, menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi setiap hari sehingga penyakit tersebut dapat dicegah.