Diduga Karena Serangan Jantung, Dokter Justru Curiga Rokok Penyebab Bocah Ini Meninggal

377

Diduga Karena Serangan Jantung, Dokter Justru Curiga Rokok Penyebab Bocah Ini MeninggalSeorang bocah yang usianya masih 9 tahun dan duduk di kelas 2 SD dari Dusun Sumberjo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Blitar tutup usia tepat pada hari Senin (25/2) yang menurut laporan disebabkan oleh rasa kaget akibat suara sound system hajatan milik tetangga. Menurut lansiran dari laman Detik Health, diduga pula bahwa sang anak memiliki riwayat penyakit serangan jantung.

Ketika bocah laki-laki ini ditemukan meninggal, ia sedang ada di tengah acara hajatan milik tetangganya di mana saat kejadian sound system sedang aktif demi membuat suasana lebih meriah. Menurut Kapolsek Garum AKP Rusmin, ada dugaan bahwa meninggalnya bocah ini disebabkan serangan jantung di mana suara keras sound system-lah yang menjadi pemicunya.

Tubuhnya telah tak bernyawa saat dibawa ke dalam rumah dan menurut penjelasan tambahan Rusmin, korban tak hanya diduga terkena serangan jantung, tapi juga memiliki penyakit dalam jika dilihat dari hasil visum luarnya. Rusmin pun mengatakan bahwa diketahui bahwa anak ini pun merupakan seorang perokok berat.

Menurut pengakuan keluarga, bocah ini bahkan setiap harinya bisa menghabiskan sebungkus rokok. Uang yang ia punya untuk membeli rokok adalah hasil meminta dari sang ibu dengan cara memaksa. Dokter ahli jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, Dr dr Anwar Santoso, SpJP, FIHA, PHD menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa anak tersebut telah punya penyakit jantung bawaan.

Karena kebiasaan merokoknya cukup parah saking aktifnya setiap hari satu bungkus, kondisi penyakit jantung bawaannya dapat memburuk yang bisa dengan mudah terpicu serangan jantung. Bahkan ada pula kemungkinan bahwa karena kebiasaan merokoknya, paru-paru sang bocah juga bermasalah dan berisiko memiliki bronkitis.

Meski belum jelas penyebab pasti kematian sang anak, pihak keluarga sudah ikhlas dan tak ingin jenazah diautopsi. Mereka telah menganggap bahwa kejadian meninggalnya sang anak sebagai musibah dan tak ingin memperpanjangnya. Oleh sebab itu, keluarga harus membuat surat pernyataan bermaterai tepat di depan perangkat desa dan petugas kepolisian dengan inti tak akan mengajukan gugatan kepada pihak manapun terkait meninggalnya korban.