Monday, January 21, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Neuralgia Oksipital

Neuralgia Oksipital

Neuralgia oksipital merupakan sebuah gangguan kesehatan kronis yang termasuk dalam kasus langkah di mana kondisi ini dialami oleh seseorang saat muncul rasa sakit di area oksipital. Saraf oksipital sendiri merupakan saraf yang ada dari atas sumsum tulang belakang sampai pada bagian kulit kepala dan rasa sakit yang muncul tersebut bahkan dapat menyebar lewat saraf ini.

Apakah neuralgia oksipital ini sejenis atau sama seperti sakit kepala biasa maupun migrain? Berbeda dari kedua kondisi tersebut, neuralgia oksipital pada dasarnya mampu dipicu dengan sangat cepat walau misalnya kita hanya menyisir rambut di mana ini adalah aktivitas sederhana. Jenis kondisi ini mampu menciptakan serangan singkat dengan ketajaman rasa sakit tingkat tinggi.

Rasa sakit yang timbul tersebut memang sangat tajam sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi penderitanya, namun rasa sakit itu biasanya hanya terjadi beberapa detik atau menit saja. Bahkan sakit kepala sebelah alias migrain serangannya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan rasa nyeri yang disebabkan neuralgia oksipital ini.

Penyebab

Faktor utama yang mampu menyebabkan neuralgia oksipital terjadi adalah ketika adanya saraf terjepit pada akar leher seseorang di mana pemicu dari saraf terjepit ini biasanya adalah ketegangan otot. Tanpa disadari terkadang otot seseorang pada bagian leher bisa sangat kencang yang berkemungkinan besar bisa saja karena adanya tekanan pekerjaan.

Pada sejumlah kasus, saraf terjepit juga mampu dipicu oleh cedera yang terjadi pada bagian leher atau kepala sehingga menjadikan neuralgia oksipital bisa dengan mudah timbul atau menyerang. Waspadai pula akan ketegangan leher kronis di mana keadaan ini pun bisa saja menjadi penyebab umum lain dari serangan rasa nyeri beberapa detik hingga menit di bagian kepala.

Otot kencang mampu menjerat bagian saraf seseorang, khususnya saraf oksipital dan bahkan luka maupun iritasi serta tekanan juga bisa membuat saraf oksipital terpengaruh. Pembengkakan pada bagian itu juga bisa saja membuat risiko neuralgia oksipital makin tinggi. Hanya saja, ada pula beberapa faktor risiko lainnya untuk diwaspadai.

  • Infeksi
  • Tumor pada bagian leher
  • Osteoartritis
  • Pembengkakan pembuluh darah
  • Diabetes
  • Encok
  • Trauma di bagian belakang kepala
  • Peradangan pembuluh darah

Sebaiknya jangan anggap enteng kondisi neuralgia oksipital ini bila melihat dari faktor-faktor yang menyebabkannya. Bahkan serangan episodenya pun bisa terjadi secara tiba-tiba maupun hanya dengan sentuhan sederhana seperti rutinitas menyisir rambut tadi.

Gejala

Setelah mengetahui segala faktor risiko dari neuralgia oksipital, penting pula untuk mengenali satu per satu gejala dari kondisi ini agar mampu mewaspadainya. Gejala utama yang paling umum terjadi adalah munculnya rasa nyeri intens yang tajam dan memberikan sensasi seperti ditusuk-tusuk yang benar-benar hanya sebentar namun sangat mengagetkan dan tak nyaman.

Selain seperti sengatan tajam, rasa sakit yang timbul juga terkadang digambarkan seperti terkena serangan listrik, khususnya pada bagian belakah leher dan kepala. Hanya dalam hitungan detik atau menit memang rasa sakit kemudian menghilang, namun nyeri pada area saraf yang terserang bisa saja berlanjut setelahnya yang cukup mengganggu kegiatan kita nantinya.

Ada beberapa kondisi gejala lainnya yang kita semua perlu tahu agar dapat lebih cepat bertindak untuk memeriksakan dan mengobatinya.

  • Dari pangkal kepala sampai dengan kulit kepala timbul rasa nyeri, sensasi terbakar sambil juga disertai dengan denyutan hebat.
  • Kulit kepala lebih lembut dari biasanya.
  • Sensitivitas terhadap cahaya meningkat.
  • Rasa sakit di bagian belakang mata.
  • Rasa sakit dapat dialami oleh kedua sisi kepala atau bisa hanya salah satunya saja.
  • Leher akan terasa sangat sakit saat kita menggerakkannya.

Yang menyamakan neuralgia oksipital dengan migrain adalah bagaimana rasa sakit dapat timbul jauh lebih banyak hanya pada satu area kepala dibandingkan sisi-sisi lainnya. Tak seperti sakit kepala tegang pada umumnya, kondisi neuralgia oksipital akan membuat penderitanya merasakan nyeri seperti ditusuk-tusuk benda tajam dan bukan denyutan-denyutan yang biasa dialami saat tengah pusing.

Walau dokter kemungkinan akan merasa sulit menemukan penyebab pasti dari sakit kepala jenis neuralgia oksipital ini, tetap saja penanganan dokter akan lebih membantu daripada membiarkan gejala mereda dengan sendirinya.

Bagaimana cara pemeriksaan neuralgia oksipital?

Setelah gejala dirasa cukup mengganggu, Anda perlu segera ke dokter untuk memastikan kondisi yang dialami berikut mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Metode diagnosa yang pertama kali dilakukan oleh dokter biasanya adalah menanyakan lebih dulu tentang riwayat kondisi medis pasien dan juga sudah berapa lama gejala yang dialami.

Tak hanya serangkaian pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dan detil gejala, dokter kemudian juga memeriksa fisik pasien. Dokter akan langsung memeriksa bagian wilayah oksipital dengan menekannya untuk melihat apakah pasien merasakan sakit di area tersebut apabila selama pemeriksaan dokter mencurigai adanya kondisi neuralgia oksipital dan bukannya migrain atau sakit kepala biasa.

Demi memastikan bahwa gejala yang dialami pasien bukan tanda-tanda dari penyakit lain, beberapa metode diagnosa tambahan kemungkinan diperlukan, seperti halnya CT scan atau juga pemeriksaan MRI. Dengan metode tersebut, dokter lebih terbantu dalam melihat bagian tulang belakang serta mencari tahu detil penyebab dari rasa sakit.

Pengobatan

Neuralgia oksipital merupakan sebuah gangguan kesehatan yang meski cukup mengganggu dan jarang terjadi tetap ada penanganan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa metode penanganan dokter maupun penanganan mandiri yang bisa dilakukan di rumah agar kondisi neuralgia oksipital bisa cepat pulih dan tak mudah kembali menyerang.

Perawatan Dokter

Saat kondisi pasien telah diketahui bahwa gejala-gejala yang dialami benar-benar merujuk pada kondisi neuralgia oksipital, berikut beberapa pengobatan yang diberikan maupun dianjurkan oleh dokter.

  • Obat-obatan

Setelah positif bahwa pasien memang mengidap neuralgia oksipital, maka dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan NSAID atau obat pereda rasa nyeri seperti ibuprofen. Bila memang diperlukan, sesuai dengan kondisi pasien, dokter juga akan memberikan resep pelemas otot hingga fisioterapi atau terapi fisik khusus bagi yang memang mengalami otot kencang sehingga mengakibatkan saraf terjepit.

Untuk meredakan gejala, dokter juga pada umumnya dapat memberikan resep antidepresan trisiklik begitu juga obat antiepilepsi di mana dapat membantu agar gejala berkurang dengan cukup cepat.

Ketika metode konservatif kurang efektif, pemberian anestesi lewat suntikan pun dapat dilakukan tepat pada area oksipital dengan tujuan supaya rasa nyeri hilang dengan segera; biasanya efek anestesi hanya bertahan 12 minggu saja.

  • Operasi

Tergantung penyebab dari neuralgia oksipital itu sendiri, ada pula kemungkinan dokter justru menyarankan pasien untuk melakukan operasi supaya tekanan pada saraf oksipital bisa berurang. Prosedur operasi ini bertujuan untuk mengurangi tekanan saraf yang diakibatkan oleh rheumatoid arthritis atau osteoarthritis yang terjadi di tulang belakang serviks.

Pengobatan Alami

Selain pengobatan medis atau yang diberikan oleh dokter, ada beberapa pengobatan alami yang layak untuk dicoba.

  • Diet

Tips diet sehat sangatlah penting untuk menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Diet vitamin B diketahui paling efektif dalam mendukung kondisi neuralgia oksipital agar jauh lebih ringan. Vitamin B12 adalah contoh nutrisi yang diperlukan penderita demi sistem saraf normal berkembang dan terjadi regenerasi saraf dengan baik.

Tak hanya itu, mengonsumsi minyak ikan pun akan menjadi pengurang rasa nyeri sekaligus menurunkan risiko peradangan pada area saraf. Bukan hanya itu, penderita juga dianjurkan lebih banyak mengonsumsi air putih demi mencegah dehidrasi, mengonsumsi makanan segar, menghindar makanan olahan, mengurangi asupan gula, serta meningkatkan asupan mineral magnesium baik melalui makanan bermagnesium tinggi atau konsumsi suplemen.

  • Pijat

Relaksasi bisa juga diperoleh penderita dan untuk bentuk yang sederhana, pijat adalah metode pengobatan alami bagi neuralgia oksipital. Bila memang disebabkan oleh ketegangan, pijatan yang dilakukan seorang ahli pijat akan membantu menguranginya yang sekaligus menghilangkan rasa sakit.

  • Meditasi

Tak hanya menjadi cara mengatasi stres, meditasi pun penting dalam masa perawatan penderita neuralgia oksipital. Dengan menggabungkan pendekatan tubuh serta pikiran, ini adalah relaksasi yang akan menguntungkan bagi fisik dan mental secara efektif. Cobalah untuk melakukannya rutin agar mampu merasakan hasilnya.

  • Yoga

Latihan fisik seperti Yoga juga tepat bila hendak menyembuhkan neuralgia oksipital yang dialami. Carilah gerakan-gerakan Yoga yang memang bisa mengurangi ketegangan pada leher dan tentunya harus dijamin aman juga. Bila Anda pemula, maka akan lebih baik bila latihan Yoga dipimpin oleh instruktur Yoga.

  • Tidur Cukup

Kurang tidur bisa menyebabkan rasa sakit menjadi-jadi, jadi jangan sampai diri Anda mengalami gangguan tidur. Bahkan posisi tidur pun sebaiknya benar-benar nyaman agar tidak menambah ketegangan serta tekanan pada bagian leher dan kepala.

Rasa sakit yang ditimbulkan neuralgia oksipital memang mengganggu dan benar-benar menyiksa walau hanya sebentar, namun kiranya dengan informasi tersebut, Anda bisa lebih dapat mengatasinya secara tepat.

No posts to display

Recommended