Sunday, January 20, 2019

Kolesteatoma

Telinga dengan gangguan pendengaran bisa saja disebabkan oleh kolesteatoma yang bahkan kondisi ini bisa menjadikan telinga tuli. Kolesteatoma sendiri sebenarnya kurang begitu umum karena di dalam telinga seseorang terdapat kista yang tumbuh. Pada sejumlah kasus kolesteatoma ini justru merupakan kondisi cacat bawaan atau cacat lahir di mana hal ini terjadi sebagai efek dari kondisi kronisnya infeksi telinga.

Gejala

Gejala awal dari kolesteatoma pada umumnya terjadi secara ringan, namun juga jangan lengah karena kista dapat bertumbuh menjadi lebih besar yang kemudian menjadi penyebab dari tingkat keparahan gejala yang meningkat. Karena pertumbuhan kista yang makin besar, otomatis masalah atau gangguan di dalam telinga akan ikut bertambah.

Secara umum, gejala-gejala dari kondisi kolesteatoma hanya dialami pada satu bagian telinga saja dan berikut ini adalah sejumlah gejala penting yang patut diwaspadai:

  • Tinnitus atau telinga berdengung secara konstan.
  • Infeksi telinga.
  • Telinga terasa penuh.
  • Setengah bagian dari wajah mengalami kelemahan.
  • Salah satu sisi telinga mengalami gangguan pendengaran.
  • Keluar cairan dari telinga yang berbau tak sedap.
  • Sakit kepala biasa.
  • Sakit telinga.
  • Vertigo
  • Kepala serasa melayang.

Saat gejala-gejala umum tersebut sudah pernah Anda rasakan namun dibiarkan begitu lama tanpa menanganinya, hati-hati karena ini sama saja dengan Anda membiarkan kolesteatoma mengalami pertumbuhan pada bagian dalam telinga. Bahkan bila menjadi jauh lebih serius, infeksi dapat terjadi di bagian otak yang berawal dari bagian dalam telinga walau kasus seperti ini sangat jarang.

Penyebab

Infeksi berulang adalah penyebab utama dari terjadinya kolesteatoma, namun ketika tabung eustachius tak bekerja dengan sempurna atau mengalami gangguan, maka kolesteatoma juga bisa terjadi karenanya. Tabung tersebut yang menjadi penghubung antara bagian belakang hidung menuju telinga bagian tengah manusia.

Fungsi utama dari tabung tersebut adalah membuat aliran udara melalui telinga berjalan dengan lancar serta sekaligus membuat tekanan kedua telinga sama. Hanya saja, tabung bisa saja bekerja kurang maksimal dan memicu timbulnya kolesteatoma pada telinga bagian dalam karena salah satu atau beberapa faktor ini:

  • Alergi
  • Pilek
  • Sinusitis
  • Infeksi telinga tahap kronis.
  • Infeksi atau cedera bagian dalam telinga setelah operasi.

Selain dari beberapa faktor yang sudah dijelaskan tersebut, penting untuk mengetahui bahwa ada dua jenis kolesteatoma yang mampu timbul pada seseorang. Kolesteatoma akuital adalah yang pertama di mana jenis ini merupakan sebuah gangguan yang biasanya dialami seorang wanita sehabis persalinan.

Sementara itu, jenis lainnya yang kedua adalah kolesteatoma kongenital di mana pertumbuhannya terjadi tepat di membran timpani atau bagian belakang gendang telinga dan inilah yang termasuk golongan gangguan bawaan atau cacat lahir. Jadi, itulah dua jenis kolesteatoma menurut penyebabnya yang berbeda dan patut untuk kita kenali juga.

Diagnosa dan Pengobatan

Saat gejala menyerang, maka perlu untuk segera pergi ke dokter dan memeriksakannya. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan khusus di telinga bagian dalam supaya benar-benar dapat memastikan apakah pasien menderita kolesteatoma. Untuk memeriksa lokasi tersebut, penggunaan otoskop pun sangat penting dalam hal ini.

Dengan otoskop, dokter mampu melihat adanya ciri atau tanda pertumbuhan kista pada lokasi tersebut dan melalui otoskop itu jugalah dokter akan dapat mendeteksi penumpukan sel-sel kulit atau pembuluh darah yang berkumpul di bagian telinga. CT scan tampaknya adalah pemeriksaan lanjutan bila tak dijumpai gejala di kolesteatoma secara pasti dan dengan metode ini kemungkinan penyebab gejala lain dapat tersingkir.

Selain CT scan, kemungkinan dokter juga akan melakukan pemindaian menggunakan metode pemeriksaan MRI. MRI scan ini dibutuhkan oleh dokter ketika dari hasil CT scan tadi menunjukkan ada sesuatu mencurigakan yang harus dilihat dari jarak dekat. MRI scan lebih membantu dalam pemeriksaan lanjutan bagi dokter.

Sayangnya, belum ditemukan obat yang benar-benar mujarab untuk menghilangkan kolesteatoma secara total dan satu-satunya jalan yang paling mungkin ditempuh adalah operasi.

  • Tympanoplasti, ini adalah suatu cara pengangkatan yang dianjurkan oleh dokter dengan tujuan memperbaiki gendang telinga yang rusak. Pada umumnya, tulang rawan akan digunakan begitu pula otot bagian lain telinga supaya lubang pada gendang telinga bisa terisi.
  • Mastoidektomi, ini adalah prosedur pembedahan atau pengangkatan kolesteatoma lainnya di mana dokter kemungkinan juga akan anjurkan. Mastoid sendiri merupakan sebuah tulang yang letaknya ada pada belakang telinga. Kista bisa diangkat dan dokter akan menghilangkannya dengan membuka tulang tersebut lebih dulu.

Sesudah operasi dijalani dan kolesteatoma sudah diangkat, masih perlu bagi pasien untuk datang dan melakukan pengecekan kesehatan telinga ke dokter yang sama. Ini karena kemungkinan risiko kolesteatoma kembali tumbuh cukup besar, khususnya bila langkah operasi kurang sepenuhnya mengangkat kista yang ada. Dalam rangka mengantisipasi, pemeriksaan rutin pasca operasi lebih disarankan.

Komplikasi

Ketika kolesteatoma yang sudah menunjukkan gejala dibiarkan begitu saja, maka ini artinya membiarkan kista tumbuh lebih besar. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, seperti halnya kondisi penyakit serius lainnya, akan ada sejumlah risiko atau bahaya komplikasi yang bisa dialami penderita. Kasus komplikasi kolesteatoma ada yang ringan sampai yang lebih serius, jadi perlu untuk diwaspadai.

Kista yang ada di bagian dalam telinga bisa terkena infeksi, mengapa demikian? Ini karena penumpukan sel di telinga adalah rumah bagi mikroorganisme-mikroorganisme tak diundang yang kemudian bukan hanya bertahan hidup tapi juga mampu berkembang di sana. Setelah infeksi terjadi, otomatis telinga bisa meradang secara berkelanjutan dan berisiko membuat tulang di sekelilingnya ikut rusak dan hancur.

Kista memang terletak di dalam telinga, namun bukan berarti hanya bagian telinga yang terancam oleh keberadaan kista dan risiko pertumbuhannya. Penyebaran kista dapat terjadi pada wajah penderitanya dan kelemahan wajah merupakan komplikasi utama yang wajib dicegah apabila kista terus-menerus mengalami pertumbuhan di sana. Sementara itu, komplikasi lain yang harus kita ketahui dan juga cegah dengan baik adalah:

  • Abses otak.
  • Meningitis
  • Kerusakan saraf wajah.
  • Kehilangan pendengaran alias tuli.
  • Telinga bagian dalam mengalami pembengkakan.
  • Telinga mengalami infeksi kronis.

Untuk kondisi kolesteatoma kongenital, akan sulit mencari cara pencegahannya karena merupakan faktor bawaan. Hanya saja, para orang tua dengan bayi yang baru lahir mengalami gejala koleseteatoma kongenital bisa langsung dikonsultasikan dengan dokter supaya lebih cepat penanganannya.

Kolesteatoma terlihat begitu mengerikan dan sangat berbahaya bukan? Namun ketika terjadi infeksi telinga dan infeksi tersebut diobati dengan benar, hal ini menjadi cara mencegah kolesteatoma yang tepat. Jadi, jangan ragu menghubungi atau langsung menemui dokter bila dirasa ada gejala infeksi telinga.

No posts to display

Recommended