Thursday, July 18, 2019

Eritromelalgia

Eritromelalgia merupakan kondisi kesehatan yang tergolong langka di mana para peneliti dan dokter menyimpulkan bahwa eritromelalgia ini masih termasuk di dalam jenis penyakit perifer neurovaskular dengan ciri-ciri tangan sakit dan meradang. Ada episode obstruksi yang dialami oleh tangan penderita tepatnya pada pembuluh darah yang disertai pula dengan peredaran darah yang meningkat.

Jenis dan Gejala

Pada kondisi eritromelalgia, ada 2 jenis keadaan yang perlu kita telaah, yakni eritromelalgia primer dan sekunder. Penting untuk mengetahui apa perbedaan kedua jenis kondisi tersebut.

  • Eritromelalgia primer – Terjadinya kondisi eritromelalgia primer ini adalah karena mutasi genetik. Perubahan suhu, konsumsi alkohol, olahraga yang berlebihan, jadwal kegiatan yang padat, serta cuaca yang panas mampu memicu gejala.
  • Eritromelalgia sekunder – Terjadinya kondisi eritromelalgia sekunder pada umumnya adalah karena gangguan autoimun. Namun berbagai faktor lainnya seperti hiperkolesterolemia, keracunan jamur, keracunan merkuri, serta trombositosis pun dapat menjadi pemicu gejala selain dari gangguan autoimun.

Selain dari jenis eritromelalgia yang perlu untuk dikenali, gejala-gejalanya pun patut kita pahami agar ketika muncul dapat segera kita atasi dengan tepat. Berikut adalah gejala kondisi eritromelalgia yang paling umum dialami oleh penderitanya:

  • Kaki dan/atau tangan terasa sakit.
  • Kaki dan/atau tangan mengalami episode kemerahan.
  • Kaki dan/atau tangan mengalami peradangan.
  • Sulit berjalan.
  • Sulit beraktivitas seperti biasa.
  • Kaki dan/atau tangan mengalami kelemahan.
  • Perubahan warna kulit akut.
  • Kaki dan/atau tangan mengalami kesemutan.
  • Kaki dan/atau tangan mengalami gatal-gatal.

Gejala dan juga intensitas antara satu penderita dengan penderita lainnya tentu tidaklah sama. Ada gejala yang dialami oleh satu penderita namun pada penderita lainnya tidaklah terjadi. Gejala umumnya terpicu oleh timbulnya gesekan maupun suhu tertentu. Pada kasus yang terlampau jarang, sensasi terbakar dan kemerahan bisa saja terjadi tak hanya di bagian kaki maupun tangan, tapi juga kulit kepala dan telinga.

Penyebab

Penyebab pasti dari eritromelalgia ini belumlah diketahui dan bahkan belum dapat teridentifikasi. Hanya saja, tetaplah ada sejumlah faktor yang berada di belakang terjadinya eritromelalgia pada seseorang seperti berikut ini.

  • Faktor Keturunan

Bagi penderita eritromelalgia yang masuh muda, ada kemungkinan kondisi gejala terjadi karena faktor genetik atau keturunan walau memang termasuk keadaan yang jarang. Bila salah satu dari orang tua merupakan yang membawa mutasi genetik dan menderita eritromelalgia sebelumnya, tentu hal ini bisa diturunkan kepada anaknya.

  • Faktor Usia

Menurut hasil penelitian, eritromelalgia idiopatik adalah suatu kondisi yang banyak dijumpai justru pada orang-orang yang sudah berusia 60 tahun ke atas. Para lansia akan memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami eritromelalgia dan gejala pun juga jauh lebih buruk karena faktor usia ini.

  • Efek Samping Obat Tertentu

Eritromelalgia dapat terjadi sebagai akibat dari penggunaan obat tertentu. Dengan kata lain, gejala eritromelalgia muncul sebagai efek samping dari pemakaian obat-obatan seperti Bromocriptine, Verapamil Pergolide, dan Nifedipine. Sebaiknya sebelum mengonsumsi atau menggunakan obat-obatan tersebut, konsultasikan lebih dulu dengan dokter akan kemungkinan-kemungkinan efek sampingnya.

  • Gangguan Neurologis

Ada pula dugaan bahwa eritromelalgia merupakan sebuah kondisi yang dipicu oleh kondisi neurologis yang sudah dialami lebih dulu oleh penderita. Contoh jenis penyakit neurologis yang dimaksud di sini adalah multiple sclerosis.

  • Penyakit Tertentu

Ada sejumlah penyakit yang juga diduga mampu mendukung peningkatan risiko akan eritromelalgia, seperti halnya penyakit Fabry, keracunan jamur, keracunan merkuri, hiperkolesterolemia, penyakit myeloproliferatif, skiatika, dan juga neuropati perifer serat kecil. Seseorang dengan riwayat kesehatan tersebut mampu menderita eritromelalgia.

  • Masalah Autoimun

Penyakit lupus dan diabetes merupakan jenis penyakit autoimun yang bisa saja menjadi dasar timbulnya eritromelalgia pada seseorang. Seseorang akan mudah mengembangkan penyakit ini bila memiliki riwayat diabetes atau penyakit lupus.

Diagnosa dan Pengobatan

Karena keterbatasan akan tes diagnostik khusus, maka agak sulit dalam mendeteksi kondisi seperti eritromelalgia, terlebih juga karena penyakit ini termasuk langka. Namun, pemeriksaan fisik selalu yang paling utama dokter perlu lakukan dengan melihat gejala yang terjadi pada kaki dan tangan pasien. Bila memang selama pemeriksaan gejala tidak ada, kemungkinan dokter akan memberikan tes berupa suhu panas pada kulit pasien.

Tak hanya pemeriksaan fisik, bila memang dibutuhkan oleh dokter, pasien juga perlu menempuh beberapa pemeriksaan lanjutan. Tes darah, pemeriksaan neurologis dan juga tes pencitraan seperti CT scan dan pemeriksaan MRI akan sangat membantu dokter dalam menentukan hasil diagnosa nanti. Hanya saja, untuk mendapatkan hasil diagnosa secara tepat bisa saja memakan waktu cukup lama, beberapa minggu atau bahkan bulan.

Sesudah diketahui betul bahwa kondisi gejala memang merujuk pada eritromelalgia, dokter baru akan dapat memberikan solusi perawatan yang sesuai. Berikut merupakan beberapa pilihan pengobatan atau perawatan yang dianjurkan secara umum oleh dokter kepada pasien eritromelalgia.

  • Operasi

Tingkat keparahan gejala yang dialami oleh penderita eritromelalgia berikut juga riwayat kesehatan lainnya adalah faktor yang menentukan perawatan apa yang tepat bagi penderitanya. Untuk kasus di mana eritromelalgia sudah cukup serius dan obat tak mampu menanganinya, maka sebagai langkah pencegahan komplikasi akut, operasi perlu ditempuh oleh penderita.

Simpatektomi adalah jenis operasi bedah yang akan dianjurkan oleh dokter bila memang prosedur pengobatan melalui obat-obatan tertentu kurang efektif dan tak mampu memperbaiki kondisi. Hanya saja, risiko dari proses operasi ini juga cukup besar sehingga perlu dikonsultasikan secara detil dengan dokter.

  • Pengobatan Alami

Selain dari perawatan medis seperti pilihan operasi bedah sebagai solusi, pengobatan alami juga dapat diterapkan oleh penderita di rumah. Pemilihan menu makanan harian perlu dipertimbangkan dan direncanakan sebaik-baiknya dan biasanya pasien dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang berkandungan vitamin B tinggi, seperti produk olahan susu, gandum mentah, kacang-kacangan, sayuran hijau dan kuning, nasi merah, serta biji-bijian.

  • Perawatan Mandiri Lainnya

Selain pola makan yang perlu diperhatikan, ada pula beberapa langkah dalam mengubah gaya hidup agar menjadi lebih baik, sehat dan seimbang supaya gejala eritromelalgia dapat teratasi. Dokter kemungkinan akan memberi saran kepada pasien untuk melakukan hal-hal seperti melakukan olahraga intens dalam durasi yang panjang, berada di luar ruangan terutama saat cuaca sedang panas, mengenakan sepatu, serta merendamkan kaki dan tangan di dalam air dingin ketika gejala sedang timbul.

Demikianlah informasi seputar eritromelalgia yang patut untuk kita ketahui bersama. Kondisi langka seperti eritromelalgia ini berpotensi besar mengembangkan keadaan seperti burning feet syndrome pada penderitanya di masa mendatang dengan gejala seperti kaki berkeringat dan meradang. Jadi, kiranya dengan mengetahui langkah-langkah perawatannya, Anda bisa lebih mewaspadai gejala eritromelalgia agar tidak telanjur serius.

No posts to display

Recommended