Kemenkes Mulai Fokus Menangani Dini Hipertensi Pada Anak 10 Tahun

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kemenkes Mulai Fokus Menangani Dini Hipertensi Pada Anak 10 TahunHipertensi bukan lagi menjadi sebuah penyakit yang perlu diwaspadai hanya oleh orang dewasa berusia 45 tahun ke atas. Belakangan ini bahkan tekanan darah tinggi pun bisa menjadi penyakit yang diderita oleh anak-anak balita sekalipun, yang usianya masih 3 tahun. Peningkatan jumlah kasus hipertensi pun terjadi saat anak usia 10 tahun saja sudah menderitanya juga.

Bahkan menurut laporan data dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan), rasio penderita tekanan darah tinggi pada anak dengan rentang umur 10-14 tahun malah justru mendekati dua kali penyakit infeksi sehingga cukup menjadi hal mengerikan yang patut dipahami dan diwaspadai bersama. Ketika sudah begini, maka penanganan dini harus dimulai.

Nila Moeloek selaku Menteri Kesehatan mengungkapkan bahwa tak hanya pola hidup saja yang berubah, anak-anak yang memiliki tekanan darah tinggi harus juga minum obat yang telah dokter resepkan. Bahkan obat dokter ini wajib dikonsumsi secara rutin sesuai anjuran dokter tanpa terlewat.

Ada dua faktor risiko tinggi yang sebenarnya bisa memicu anak-anak apalagi yang usianya masih sangat muda untuk terkena hipertensi. Faktor pertama adalah pola hidup yang buruk pada masa tumbuh kembang sang anak. Sementara faktor lainnya adalah ketika semasa dalam kandungan, gizi kurang terpenuhi, khususnya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sehingga hal ini berdampak pada tekanan darah yang mudah melonjak saat anak tumbuh besar.

Menkes berupaya menangani dini masalah ini dengan mengingatkan kepada masyarakat betapa pentingnya mencegah tekanan darah tinggi baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Tak hanya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes juga adalah penyakit yang banyak diidap oleh anak-anak sehingga pencegahan dan penanganan dini turut diperlukan.

Tips diet sehat adalah rahasia untuk hidup seimbang, segar dan bugar, baik bagi anak maupun orang dewasa dan hal ini meliputi:

  • Memperbanyak makan sayur
  • Tidur cukup
  • Berolahraga teratur
  • Menghindari kebiasaan buruk dan tidak sehat seperti merokok dan minum minuman alkohol.

Untuk para ibu hamil yang hendak menurunkan risiko anak lahir dan tumbuh kembang dengan tekanan darah tinggi, maka rajin-rajinlah kontrol ke dokter. Bayi akan lahir secara sehat ketika semasa kehamilan sang ibu benar-benar memerhatikan pola hidup sekaligus rajin kontrol ke dokter. Karena hipertensi yang terjadi di usia yang sangat muda dapat merugikan kehidupan anak secara jangka panjang, maka tangani dan cegah sejak dini.

fbWhatsappTwitterLinkedIn