9 Cara Menstabilkan Bilirubin pada Bayi dan Orang Dewasa

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bilirubin merupakan zat yang dihasilkan dari proses pemecahan sel darah merah yang lama untuk kemudian digantikan dengan sel darah merah yang baru. Bilirubin akan dikeluarkan dari dalam tubuh setelah diuraikan oleh hati, karena itu saat hati bermasalah kadar bilirubin dalam tubuh akan meningkat dengan cepat dan menyebabkan penyakit kuning. Penyakit kuning sendiri sangat mudah dikenali cirinya, yaitu kulit dan mata yang terlihat menguning.

Tingginya kadar bilirubin dalam tubuh lebih sering dialami oleh bayi yang baru lahir, meskipun anak-anak yang lebih besar atau bahkan orang dewasa juga bisa mengalaminya. Pada bayi yang baru lahir, organ hati masih belum benar-benar matang, sehingga seringkali hati belum mampu mengeluarkan bilirubin dengan cepat sementara produksi bilirubin terus berjalan. Inilah yang mengakibatkan bayi baru lahir sering mengalami sakit kuning atau jaundice.

Sementara itu, jika terjadi pada orang dewasa, bisa jadi mengindikasikan adanya masalah tertentu pada organ hati sehingga fungsinya untuk mengeluarkan bilirubin dari dalam tubuh menjadi terganggu. Akibat kelebihan bilirubin cukup fatal jika terlambat ditangani, karena itu kita harus dapat memahami cara menstabilkan bilirubin di dalam tubuh.

Cara Menstabilkan Bilirubin

Penanganan tingginya kadar bilirubin dalam tubuh akan berbeda antara anak bayi yang baru lahir dengan orang dewasa. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menstabilkan bilirubin baik dengan tindakan medis maupun penanganan di rumah.

1. Penanganan untuk bayi baru lahir

Bayi baru lahir kondisi fisiknya masih sangat lemah, karena itu butuh perlakuan khusus untuk mengatasi hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Berikut langkah yang dapat dilakukan.

  • Pada tahap awal, baik ibu maupun petugas kesehatan harus mengenali faktor resiko dan penyebab bayi mengalami penyakit kuning. Dengan begitu langkah yang diambil untuk mengatasinya dapat lebih fokus dan tepat sasaran.
  • Berikan ASI sesering mungkin agar bayi tidak mengalami dehidrasi, untuk kasus ini setidaknya berikan 12 kali dalam sehari.
  • Bawa bayi berjemur matahari di pagi hari, namun cara lain juga dapat dilakukan dengan terapi sinar (fototerapi) dengan mata bayi ditutup agar tidak terkena sinar.
  • Selalu berkonsultasi dengan dokter atas perkembangan yang dialami bayi, dan perhatikan kondisinya setelah pengobatan dilakukan, apakah penyakit kuning tersebut kambuh kembali atau tidak.

2. Penanganan untuk orang dewasa

Tindakan yang dilakukan pada orang dewasa cenderung lebih mudah dilakukan, dengan catatan tidak ada riwayat penyakit yang berat pada organ hati. Berikut langkah yang dapat dilakukan.

  • Perhatikan kondisi fisik dan gejala penyakit lainnya yang muncul ketika kadar bilirubin dalam tubuh sedang tinggi.
  • Kenali penyebab dan faktor resiko yang memicu tingginya bilirubin dalam tubuh.
  • Konsultasikan pada dokter mengenai kondisi Anda, karena biasanya hiperbilirubin pada orang dewasa mengindikasikan penyakit serius yang harus segera diatasi.
  • Hindari konsumsi alkohol, dan beralihlah pada pola hidup yang sehat. Gaya hidup sehat bisa dimulai dari rutin mengkonsumsi sayur dan buah yang termasuk makanan penurun kadar bilirubin, juga melakukan olahraga secara teratur.
  • Jaga daya tahan tubuh dan usahakan agar Anda tidak terserang penyakit yang berbahaya pada organ hati. Jika harus mengkonsumsi obat, perhatikan dosis dan petunjuk peringatan sebelum meminumnya.

Nah, itulah cara menstabilkan bilirubin di dalam tubuh baik pada anak bayi maupun orang dewasa. Hal yang penting adalah selalu berkomunikasi dengan dokter untuk setiap gejala yang dialami, dan perubahan yang terjadi selama dan setelah proses pengobatan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn