10 Gejala Penyakit Batu Empedu yang Patut Diwaspadai

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Batu empedu merupakan penyakit berbahaya.  Ironinya gejala penyakit batu empedu dan gejala penyakit hipotiroid tidak terlihat dengan jelas. Kecuali, kristal padat sudah menutupi saluran empedu. Akan tetapi, jika batu sudah masuk saluran empedu, berbagai gangguan tubuh akan muncul. Diantaranya nyeri perut yang luar biasa.

Biasanya, penyakit batu empedu menyerang perempuan. Sebagian besar wanita yang berusia 60 ke atas dengan persentase kasus mencapai 60%. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa akibat siklus menstruasi hingga penggunaan kontrasepsi yang tidak steril. Bahkan fluktuasi hormon seks juga menjadi pemicu utama.

Gejala Penyakit Batu Empedu

Gejala penyakit empedu penyebab tiroid mata harus dideteksi sejak dini. Untung, tanda-tanda penyakit bisa diketahui secara manual dan tidak kasat mata. Namun, untuk mendapat hasil lebih tepat, lebih baik dilakukan tes dengan CT Scan.

Berikut ini beberapa gejala batu empedu awal yang bisa dilihat jelas. Silakan disimak lalu jadikan dasar awal tindakan pengobatan, yaitu:

1. Sakit Perut

Jika saluran empedu tertutup oleh kristal padat, dengan sendirinya organ akan berkontraksi. Supaya hambatan bisa dikeluarkan. Efeknya adalah, perut terasa sakit dengan durasi per 5 menit hingga dua jam.

2. Mulas

Gejala penyakit batu empedu dan tanda tanda penyakit gondok selanjutnya adalah perut mulas. Bagi sebagian pasien, tanda-tanda ini disamakan dengan gejala maag biasa. Sehingga tidak ada penanganan penyakit yang tepat dan cepat.

Padahal, maag dengan batu empedu adalah penyakit berbeda. Perbedaannya adalah gejala mulas akibat batu empedu, durasinya lebih panjang dibandingkan mulas akibat penyakit maag.

3. Nyeri Saluran Empedu

Gejala penyakit empedu dan gejala terkena kolesterol yang kedua adalah rasa nyeri yang tajam di sekitar hati. Karena di area inilah tempat saluran empedu berada. Biasanya gejala ini muncul, jika batu sudah menutupi seluruh saluran.

Rasa nyeri akibat batu empedu serasa bergerak ke organ tubuh lain. Bahkan, sensasi nyeri terasa hingga area punggung dan bahu. Terkadang pula, gejala ini diikuti dengan mual dan muntah.

4. Air Seni Berwarna Pekat

Aktivitas bilirubin merupakan suatu keniscayaan. Metabolisme ini yang menjadikan urine berwarna kuning dan putih pucat. Akan tetapi, jika urine berwarna gelap, berarti ada masalah dengan pencernaan. Bisa jadi, saluran empedu terhambat sehingga aktivitas bilirubin tidak bekerja dengan baik. [AdSense-B]

5. Demam dan Menggigil

Jika pasien mengalami gejala demam dan menggigil secara bersamaan, bisa dipastikan, batu empedu dan gigantisme sedang menyerang. Alasannya adalah cairan empedu tersumbat yang mengakibatkan infeksi kronis di area saluran.

Jika gejala ini sudah muncul, lebih baik rujuk pasien ke rumah sakit. Supaya dilakukan penanganan yang lebih serius. Karena efeknya bisa mengancam nyawa.

6. Gangguan Pencernaan

Pasien batu empedu biasanya mengalami gangguan pencernaan. Selain mual dan muntah, mereka juga diserang diare berkepanjangan.

Jika gejala ini datang bersamaan dengan komplikasi hipopituarisme, waspadailah. Ini bukan gejala maag biasa, melainkan saluran empedu tertutup oleh batu. Hendaknya dilakukan perawatan dan pengobatan terbaik. Jika perlu segera rujuk ke rumah sakit.

7. Nyeri Perut Parah

Nyeri merupakan gejala batu empedu selanjutnya. Biasanya sensasi rasa menyerang perut kanan atas dan sekitar dada. Jika gejala sudah muncul, dijamin aktivitas bisa terganggu. Karena nyerinya cukup tajam dan melilit yang terkadang disertai kram perut.

Pada umumnya, nyeri ini muncul pasca pasien mengkonsumsi makanan dengan tekstur melekat. Seperti makanan berlemak dan gorengan. Bukan itu saja, bernapas dalam juga menjadi pemicunya. Bahkan akibatnya, status nyeri dari bahaya hipopituarisme semakin parah. [AdSense-C]

8. Meningkatnya Suhu Tubuh

Gejala penyakit batu empedu penyebab hipopituarisme yang kedelapan adalah suhu tubuh meningkat. Seperti dijelaskan di awal, tertutupnya saluran empedu dengan batu menyebabkan infeksi. Sedangkan demam merupakan efek dari infeksi tersebut.

Artinya, filter tubuh berusaha untuk mengobati infeksi dari dalam. Tentu, filterisasi ini akan berimplikasi pada perubahan siklus metabolisme yang berakibat pada perubahan suhu badan.

9. Gas Berlebih

Gas berlebihan di dalam perut berhubungan dengan terjadinya diare akut. Maka dari itu, tanda-tanda ini juga tergolong gejala penyakit batu empedu. Hal inilah yang menjadi pemicu penderita batu empedu sering mengalami perut kembung, komplikasi rematik hingga begah.

10. Meningkatnya Detak Jantung

Gejala batu empedu selanjutnya yang tidak boleh disepelekan adalah meningkatnya detak jantung. Sebab, tanda-tanda ini merupakan akibat dari serangan infeksi yang bisa berujung komplikasi. Selain itu gejala ini begitu berbahaya bagi penderita batu empedu dengan riwayat penyakit jantung. Karena penderita bisa mengalami kolaps dalam sekejap.

Demikianlah beberapa gejala penyakit batu empedu dan gejala sarkoidosis yang tidak boleh disepelekan. Tentunya, jika anda ingin sehat dan hidup lebih lama. Silakan disimak semoga ada manfaatnya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn